Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Faris Sefter

Follow my twitter @AlFarisiHijr

“PACARAN” atau “TAARUF”

OPINI | 01 January 2013 | 23:16 Dibaca: 15901   Komentar: 0   0

Bismillahirrahmanirahim,,

Sebelum saya membahas kedua gabungan kata antara Pacaran danTaaruf ,ada baiknya kita mengerti arti masing-masing kata di atas.Mungkin di antara dua pilihan kata antara Pacaran dan Taaruf,telinga kita lebih peka dan condong memilih Pacaran.Kenapa,sebab Pacaran lebih di kenal oleh masyarakat muslim di Indonesia.Seakan sebagian muslim sudah terbawa pergaulan dunia barat yang jauh dari syariat islam.
Perilaku orang tua dan pergaulan sekitar kita seakan telah menjerumuskan dan menghancurkan semua norma keislaman yang kita miliki secara hakiki.Peran orang tua mungkin sangat berpengaruh besar,andaikan saja orang tua kita bisa lebih memahami dan menerangkan Taaruf mungkin kita juga tak akan pernah terjebak kisah cinta yang di halalkan setan di bandingkan di halalkan Allah.Sebenarnya tak ada yang harus di salahkan di sini,hanya diri kita sendiri yang bisa berpikir jernih untuk mulai menghidupkan kembali norma-norma keislaman yang kita punya.

Pacaran diartikan sebagai hubungan yang di jalani ketika seorang pria dan seorang wanita saling menyukai satu sama lain dan ingin menjajaki kemungkinan untuk melangkah ke hubungan yang lebih serius lagi,atau sebagai status yang melegalkan mereka untuk merasa bebas saat terlihat berdua dan saling mengungkapkan ekspresi sayang.Dari pernyataan tersebut bisa kita ambil kesimpulan bahwa dengan Pacaran kita bisa lebih mudah mengikuti alur hawa nafsu ke arah negatif,Naudzubillahmindzalik.
Bayangkan saja kalau rasa cinta kita yang fitrah ini di umbar bebas tanpa batas ke pasangan kita yang belum halal apa yang terjadi?Anda bisa saksikan kehancuran moral sebagian kaum muslimin yang sudah terlanjur mengikuti arusnya,mereka sudah terhanyut dalam bisikan-bisikan setan yang mengajak kesenangan sesaat namun menjadi penyiksaan kita di akhirat selamanya.
Cinta itu terlahir alami,merupakan fitrah manusia sejak lahir.Maka dari itu kita wajib mengekspresikan cinta menurut hakikat dan syariat islam dengan benar.
Sekarang coba kita beralih mengambil makna dari Taaruf.

Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi,kalau pada masa kini kita bilang berkenalan bertatap muka,atau main dan bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan.Berkenalan di sini dapat diartikan untuk mencari jodoh.Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk melanjutkan ke jenjang khitbah.Taaruf di maksudkan untuk mempertemukan yang hendak di jodohkan dengan maksud agar saling mengenal.
Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan,Taaruf sangat berbeda dengan Pacaran.Taaruf secara syar’i memang di perintahkan oleh Rasullullah SAW bagi pasangan yang ingin menikah.
Di sini terlihat jelas perbedaan yang mendasar antara Pacaran denganTaaruf.Jika Pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat,zina dan maksiat.Taaruf lebih jelas tujuannya yakni untuk mengetahui kriteria calon pasangan.Taaruf juga mempunyai proses.Dalam proses inilah kita bisa lebih memahami kriteria calon pasangan kita nantinya.
Tahap awal dari upaya proses Taaruf dengan calon pasangan,pihak pria dan wanita dipersilakan menanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing nanti selama mengarungi kehidupan.Tapi tentu saja semua itu harus dilakukan dengan adab dan etikanya.Tidak boleh dilakukan cuma berdua saja.Harus ada yang mendampingi dan yang utama adalah wali atau keluarganya.Jadi,Taaruf bukanlah bermesraan berdua,tapi lebih mengangkat pembicaraan yang bersifat realistis untuk mempersiapkan sebuah perjalanan panjang berdua.Intinya ,Taaruf adalah proses saling mengenal antara pria dan wanita pra nikah yang dilandasi ketentuan syar’i.
Tidak seperti Pacaran yang hanya mementingkan tujuan ego/nafsu antara pasangan,Taaruf memiliki tujuan yang lebih di Ridhoi Allah.Taarufmerupakan media syar’i yang dapat digunakan untuk melakukan pengenalan terhadap calon pasangan.Sisi pengenalan juga tak hanya terkait dengan data global,melainkan dengan hal-hal kecil yang menurut masing-masing pihak cukup penting.Misalnya saja masalah kecantikan calon istri,dibolehkan untuk melihat langsung wajahnya dengan cara yang saksama,bukan cuma sekedar curi-curi pandang atau melihat fotonya.Islam telah memerintahkan seorang calon suami untuk mendatangi calon istrinya secara langsung,bukan melalui media foto,lukisan ataupun video.Karena pada hakikatnya wajah seorang wanita itu bukanlah aurat.
Sahabat,banyak yang dari kita masih berpikiran bahwa Taaruf sama saja membeli kucing dalam karung,padahal kenyataanya tidak demikian.Kita bisa lebih melihat secara hakiki calon pasangan hidup kita.Yang terpenting dari makna Taaruf adalah bisa menguatkan diri kepada Allah,bukan hanya memfasilitasi nafsu dunia yang tak kunjung usai.
Memilih pasangan hidup seharusnya di dasari atas keimanan yang ia miliki dan keimanannya mampu menguatkan keimanan kita juga.Masalah kita mendapati pasangan yang ganteng atau cantik anggaplah semua bonus dari Allah untuk kita.Asalkan ia Sholeh dan Sholeha semua akan menjadi indah nantinya.
Semua kita kembalikan kepada pribadi masing-masing.Ingin terus melakukanPacaran tapi tak kunjung menentukan tanggal pernikahan,malah menjebak kita kepada kemaksiatan belaka.Atau dengan proses Taaruf yang sangat di Ridhoi Allah dan di anjurkan Rasullullah,yang prosesnya pun tak memakan waktu yang lama untuk melakukan khitbah.Pilihlah yang lebih baik menurut Ridho-Nya dan ketentuan-Nya.Insya Allah kita mendapatkan pasangan hidup yang sesuai dengan kriteria yang kita inginkan.
Aamiin Ya Rabb…..

ILLAH,BILLAH,ILLALAH

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pecahnya “Kapal” PPP dan Upaya …

Irham Wp | | 20 April 2014 | 03:26

Bisakah Membangun Usaha Tanpa Uang? …

Maskal Novessro | | 20 April 2014 | 08:52

Ketika Rupiah Tidak Lagi Dianggap sebagai …

Dhita Arinanda | | 20 April 2014 | 05:10

Musafir; Aku Pasti Pulang …

Elkhudry | | 20 April 2014 | 06:29

[Puisi Kartini] Petunjuk Akhir Event Puisi …

Fiksiana Community | | 20 April 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Gara-gara Amien Rais Mental Prabowo dan …

Mas Wahyu | 8 jam lalu

PDI-P Sudah Aman, tapi Belum Tentu Menang …

El-shodiq Muhammad | 10 jam lalu

Rapor TimNas U-19 Usai Tur Timur Tengah dan …

Hery | 22 jam lalu

Nasib PDIP Diujung Tanduk …

Ferry Koto | 23 jam lalu

Alumni ITB Berkicau, Demo Mahasiswa ITB …

Hanny Setiawan | 24 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: