Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Cewek Matre vs Cowok Kere

OPINI | 27 September 2013 | 16:16 Dibaca: 1185   Komentar: 8   3

Beberapa hari yang lalu saya sedikit tersungging nyengir bibir saya setelah melihat obrolan teman-teman di chat.Dimulai dari seorang lelaki yang mengeluarkan statemen “Cewek matre kelaut aje,” kemudian di sambut seorang wanita yang membalas stetemennya ” Hanya cowok kere yang bilang cewek matre.”

Melihat saling sahut antara teman saya itu membuat sayangakak kagak jelas :D. Kemudian saya merenung, Mengapa harus ada olok-olok cewek matre kelaut aje? Kalau tidak suka dengan cewek matre kenapa tidak mencari yang lain dan kenapa harus juga di olok? Menurutku tidak ada masalah dengan matre, sah sah saja. Sama juga dengan seorang cowok yang mencari wanita cantik. Sama-sama memiliki kepentingan tapi beda hasil. Dimana cewek matre untuk memperbaiki ekonomi, sementara sang cowok mencari cewek cantik guna memperbaiki keturunan (semua cowok emang gitu, hanya melihat fisiknya :D ).

Tapi…. ada tapinya lo. Matre adalah pilihan dan sebuah pilihan tentu ada konsekuensinya, bisa baik juga bisa buruk. Rata-rata (tidak ada survey, hanya insting seorang lelaki) cewek matre bukanlah pilihan bagi seorang lelaki namun hanya sekedar permainan.Sehingga disini bisa dilihat siapa yang lebih pintar memainkan peran, ketika sang cewek lebih pintar maka dia akan beruntung, namun ketika sang cowok yang jauh lebih jago, tentu nasibnya tak akan jauh beda dengan para gadis-gadis A fathonah :)

Dalam kehidupan di sekitar kita, sudut pandang setiap orang berbeda.Perbedaan sudut pandang ini bisa dilihat dari berapa usia orang yang menilai.Ketika sang penilai adalah remaja abg, faktor penilaiaan adalah paras/fisik. Sementara ketika orang yang berumur menilai, faktor utama adalah ekonomi. Sehingga

“Wah cantik banget pasangannya, tapi kok cowoknya ngak begete ya?”
“eh gitu-gitu cowoknya pejabat penting lo.”
‘pantes”( wajar)

“Wah pasabngan serasi ya, cewek dan cowoknya ganteng.”
“Tapi sayang cowoknya pengangguran.”
“walah” (gag wajar)

Dari ilustrasi di atas, secara tidak sadar kita telah menyuburkan bibit matre, sehingga jangan salahkan Eneng yang terpukau oleh Some One yang melakukan kontroversi hati kepadanya.Tuntutan kehidupan berupa pergaulan serta orang tua yang menginginkan kehidupan yang lebih baik pada anaknya turut menumbuhkKan bibit matre, dan matre bukanlah suatu dosa, tetapi jika berlebihan juga bisa berakibat fatal.Selain itu kenyataannya virus matre ini tidak hanya menjangkit kaum hawa, para kaum adam juga terlihat gelagat matre walau tidak nyata. So cewek matre kelaut aje udah gag jaman dan hanya cowok kere yang bilang cewek matre :D (Kalo ini bukannya saling olok jadinya :D)

Selain statement dia atas, satu lagi statemen yang sering saya temui

“Semua cowok itu sama, brengsek, hidung belang. penghianat”

Seolah-olah ia telah memacari semua cowok, namun ketika di kenalkan cowok baik ia berkata “Aduh dia bukan tipeku” LOL

Lah bagaimana nasibnya mau berubah lawong yang dicarai tipenya sama “bad boy”. Katanya “yang elu kenalin ngak beken n terkenal, kayaknya culun gitu.” Kalau begitu statemen “semua cowok sama,” perlu di edit menjadi ” semua cowok tipe aku sama, semua brengsek” :lol:

Ok deh, sampai disini dulu tulisan saya, see u next time :D

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Berani Duduk di Bangku Paling Depan—Cupu …

Frida Kurniawati | | 22 December 2014 | 18:22

Melatih Anak Jadi Kompasianer …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 23:47


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 5 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 7 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 9 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 10 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: