Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Enam Puluh Delapan Tahun Kemerdekaan yang Hampa

OPINI | 17 August 2013 | 10:14 Dibaca: 168   Komentar: 3   1

68 tahun sudah kita merdeka namun serasa negeri ini belum merasakan kemerdekaan yang nyata seolah kemerdekaan ini hanya status namun kemerdekaan kita masih dikekang oleh negara asing bahkan oleh pemerintah sendiri. masih segar dalam ingatan peristiwa reformasi ‘98 yang dilakukan oleh masyarakat dan mahasiswa untuk menjatuhkan rezim soeharto, reformasi ini dilakukan dengan harapan agar kebebasan berbicara dan mendapatkan informasi yang aktual dapat dirasakan oleh segenap rakyat Indonesia. namun sayang setelah reformasi kebebasan berbicara dan mendapatkan informasi hanya bertahan beberapa tahun saja sekarang banyak media massa yang dimiliki oleh pribadi yang menampilkan berita yang agak melenceng dari jurnalisme banyak berita sekarang sudah bias terhadap pemiliknya yang terjun dalam dunia politik, banyak wartawan yang membuat berita bias terhadap pemilik perusahaan yang memiliki media massa yang bersangkutan dan juga transparansi aparat pemerintah yang mulai menghilang.

Dimana kemerdekaan yang diperjuangkan selama berabad abad itu, tidak hanya kemerdekaan berbicara yang berkurang tetapi juga kemerdekaan menikmati hasil alam negara, pertama lihat dulu yang paling jelas yaitu fr**port dimana perusahaan tambang asal negeri paman sam yang dibilang sebagai negara yang menjunjung tinggi kemerdekaan telah merampas kekayaan di papua yang dapat digunakan untuk urbanisasi papua, lalu dimana pemerintah sebagai negara merdeka bukankah pemerintah punya hak untuk mengusir fr**port dari tanah sendiri entah pemerintah diberikan imbalan atau pun ditekan lalu apa bedanya dengan jaman belanda dimana pemerintah lumpuh tidak bisa melakukan apa apa selain mengiyakan saja, lalu pengimporan bahan pangan dari luar negeri yang banyak di dalam negeri sehingga petani dan peternak hanya bisa pusing sendiri katanya merdeka kok masih tergantung negara lain. dari hal hal yang tadi bisa dibilang selama 68 tahu kemerdekaan indonesia tidak lebih dari status saja tapi didalam kita masih masih dijajah oleh negara lain dan pemerintah sendiri. sekarang tergantung kita apakah kita akan diam membisu seperti patung ataukah kita bertindak dan menjadi pahlawan

“Seseorang yang mati muda tetapi menyuarakan kebenaran lebih mulia dari orang yang mati tua tapi hidup dalam kebohongan”

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Revolusi dari Desa di Perbatasan …

Pepih Nugraha | | 23 October 2014 | 12:52

Sakitnya Tuh di Sini, Pak Jokowi… …

Firda Puri Agustine | | 23 October 2014 | 09:45

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Pertolongan Kecelakaan yang Tepat …

M. Fachreza Ardiant... | | 23 October 2014 | 10:23

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 6 jam lalu

Dua Cewek Kakak-Adik Pengidap HIV/AIDS di …

Syaiful W. Harahap | 6 jam lalu

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 8 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 8 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Pak Presiden, Kok Sederhana Banget, Sih! …

Fitri Restiana | 7 jam lalu

Menunggu Hasil Seleksi Dirut PDAM Kota …

Panji Kusuma | 7 jam lalu

Penghubung Komisi Yudisial Jawa Tengah …

Muhammad Farhan | 7 jam lalu

‘Jokowi Efect’ Nggak Ngefek, …

Handarbeni Hambegja... | 8 jam lalu

Kisah Lebai Malang Nan Bimbang …

Hendi Setiawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: