Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Ady Hisyam

Salam Mewalan Arus Dari Ketidak Adilan

Masturbasi

REP | 28 July 2013 | 14:39 Dibaca: 1358   Komentar: 6   1

Di tengah budaya liberal yang semakin mencengkram sistem pergaulan manusia dewasa ini, sehingga banyak aktivitas atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau wanita yang hampir atau bahkan melanggar norma yang ada, hingga melanggar ajaran agama.

Memasukkan Jari Tangan ke dalam Vagina. Rangsangan seksual yang datang bertubi-tubi seperti tak terbendung lagi mulai dari kehidupan nyata hingga pada media cetak dan media on line membuat seseorang rentan untuk hanyut untuk melakukan kemaksiatan. Naluri melanjutkan keturunan, yang perwujudannya adalah menyukai lawan jenis adalah sebuah keniscayaan bagi ummat manusia. Wanita menyukai pria dan begitu pula dengan pria secara normal pasti akan menyukai wanita. Dengan ini pula, kehidupan manusia sampai hari ini dapat terus berlanjut.

Budaya hedonisme, pergaulan bebas, hingga kepada free seks sudah bukan lagi sesuatu yang tabu apalagi menjadi bahan cemoohan orang pada masa kini. Tetapi, kita juga tidak boleh mengambil ini sebagai gaya hidup karena sudah jelas ini adalah gaya hidup yang mendekati kepada gaya hidup bianatang. Memang angka-angka seperti ini tiap tahun kian meningkat, tapi di balik itu juga ada persoalan sepele yang sering dilakukan oleh wanita pada umumnya akibat rangsangan seksual yang sangat hebat dari luar dirinya. Sehingga hal ini memicu wanita cenderung melakukan keburukan, memainkan atau melakukan permainan vaginal atau yang disebut dengan masturbasi hingga pada sesuatu yang sangat mengkhawatirkan pergaulan bebas, seks bebas, pemerkosaan, dan sebagainya yang biasanya diberi dalih suka sama suka. Baca juga artikel saya yang berjudul “Warning…. Efek Buruk Masturbasi”

Ada yang mungkin bertanya…?

Apakah masih disebut perawan jika seorang wanita memasukkan jari tangannya ke dalam vagina …..? Apakah kalau memasukkan tangan ke dalam vagina kemudian tidak membuat selaput dara (hymen) sampai robek apakah ini juga bisa dikategorikan sebagai perawan…?

Pada dasarnya, keperawanan dengan keutuhan selaput dara memang tidak harus selalu berkaitan. Ketidak utuhan tersebut tidak hanya dikarenakan hubungan badan saja, tetapi bisa dikarenakan kecelakanaan, terjatuh, gerak fisik yang berlebihan seperti olah raga, berkuda, bersepeda dan sebagainya.

Selaput ini dapat terkoyak bila tubuh di regangkan secara berlebihan. Selaput dara yang tidak utuh bukan merupakan indikasi pasti pernah melakukan hubungan seks.

Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, Dokter Ahli Andrologi dan Seksologi, menjelaskan (Kompas Cyber Media, 10 Maret 2004): Perawan tidaknya seorang wanita bukan ditentukan oleh utuh tidaknya selaput dara, melainkan oleh pernah tidaknya melakukan hubungan seksual. Artinya, wanita yang telah melakukan hubungan seksual disebut tidak perawan. Di pihak lain, wanita yang tidak pernah melakukan hubungan seksual tetapi selaput daranya robek karena melakukan masturbasi dengan memasukkan benda padat ke dalam vagina, tetap disebut perawan. Yang dimaksud dengan hubungan seksual itu adalah masuknya alat kelamin pria ke alat kelamin wanita.

Jadi, masuknya jari-jari ke vagina itu tidak menghilangkan keperawanan. Tetapi, yang menjadi point terpenting di sini juga bahwa memasukkan jari tangan ke dalam vagina secara sengaja termasuk kategori melakukan masturbasi. Baca juga artikel saya yang berjudul “Warning…. Efek Buruk Masturbasi”. Masturbasi dalam hal ini oleh jumhur Ulama memberikan status hukum sebagai perbuatan yang terlarang atau diharamkan.

Fakta di lapangan memang kita dapat indera, bahwa munculnya perbuatan-perbuatan nista yang dilakukan oleh manusia khususnya wanita yang melakukan masturbasi akibat dari sistem pergaulan kita yang sudah amburadul, tidak ada pemisahan yang jelas antara pria dan wanita bahkan yang lebih parah seakan pemerintah ‘memfasilitasi’ rakyatnya untuk melakukan kemaksiatan. Buktinya, hiburan malam tetap dibuka dengan alasan ekonomi.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pelantikan Presiden Jokowi Menggema di …

Ely Yuliana | | 20 October 2014 | 20:18

Jokowi Jadi Cover Story Tabloid ChinaDaily …

Rahmat Hadi | | 20 October 2014 | 20:13

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25

Hampir Tertipu dengan ‘Ancaman’ Petugas …

Niko Simamora | | 20 October 2014 | 19:49

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 6 jam lalu

Indonesia Jadi Tuan Rumah Lagi di Piala AFF …

Djarwopapua | 7 jam lalu

BJ Habibie, Bernard, dan Iriana Bicara …

Opa Jappy | 12 jam lalu

Mie Instan vs Anak Kost (Think Before Eat) …

Drupadi Soeharso | 12 jam lalu

SBY Purna Tugas, Akun @SBYudhoyono Ikut …

Dody Kasman | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Pelantikan Jokowi, Antara Prabowo, Narsis …

Rahab Ganendra 2 | 8 jam lalu

Antusiasme WNI di Jenewa Atas Pelantikan …

Hedi Priamajar | 9 jam lalu

10 Tips untuk Komedian Pemula …

Odios Arminto | 10 jam lalu

Ekspresi Optimisme Indonesia dalam Pesta …

Suryani Amin | 10 jam lalu

Ahh, Setelah Euforia Ini, Aku Harus Bekerja …

Tjia Cn | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: