Back to Kompasiana
Artikel

Muda

R .

setelah membaca sekarang mencoba menulis

Duo Apik “Danang-Darto”

OPINI | 05 July 2013 | 16:54 Dibaca: 12450   Komentar: 2   0

Bagi mereka-mereka pendengar prambors –yang biasanya disapa dengan “kawula muda”-pastilah tak asing lagi dengan sosok dua orang kocak nan menghibur ini. Si kocrot kecret ini mengudara di sore hari mulai jam 4 sore. Bagi anda-anda yang hidup di kota yang sangat akrab dengan kemacetan, maka suara duo apik ini akan menjadi pelipur lara yang paling jitu. Macet jadi tidak bikin stress kalo diiringi dengan plesetan-plesetan penting ga penting mereka.^_^

Mereka adalah Dimas Danang dan Imam Darto. Darto –penyiar senior- telah bergabung dengan prambors bahkan sejak Desta masih aktif bercuap-cuap di stasiun radio itu, sedang Danang, bergabung kemudian pada tahun 2011 (semoga ga salah sebut tahun ya). Sebagai penyiar, tentunya suara adalah salah satu modal utama. Darto memiliki suara bulat penuh syahdu tegas, lain lagi si Danang, suaranya serak-serak seksi. Jadi, bagi penyuka suara syahdu tegas silahkan cintailah Darto dan bagi mereka pecinta suara serak-serak seksi monggo cintailah Danang. Duo ini sangat nyambung satu sama lain, saling mengisi dan sangat piawai ber “lempar-sambut” dalam mengisi dialog-dialognya.

Selama siaran, duo ini akan menyuguhkan tema-tema yang umum diperbincangkan namun dikemas dengan metodenya mereka sendiri. Metode plesetan. Metode ini bukanlah metode baru, tapi Danang-Darto mampu membuat kemasan yang renyah menggelitik dan dijamin membuat tertawa. Tak jarang, plesetannya justru tidak nyambung, maksa dan di luar nalar yang sehat, tapi itulah metode khas mereka, yang hanya mampu disuguhkan duo ini. The Dandees (Darto dan Danang di sore hari), tajuk dari siaran mereka, dan pada bagian “Mas Darto 5ive” anda akan mendengarkan pertunjukan klimaks plesetan-plesetan tersebut. Pokoknya ga shhaaanngghuupp!!!!. Semoga pasangan duo ini tidak dirombak formasinya (seperti yang umum terjadi di dunia ganda bulutangkis),  karena walaupun banyak yang bisa ngebanyol dengan metode plesetan itu, tapi tanpa teknik lempar-sambut dan perpaduan suara syahdu tegas dan serak-serak seksi, tampaknya akan ada yang kurang, yaa seperti sayur tanpa garam atau lebih abstrak lagi seperti raga tanpa jiwa.. ceilllehhhhhh. Danang-Darto atau Darto-Danang memang soulmate dalam hal ini.

Selain mendengarkan mereka siaran di Prambors, para pemirsa juga bisa melihat mereka di televisi, karena sudah kurang lebih sebulan ini mereka wara-wiri di acara “The Comment”. Yaaakkk, mereka dipersunting dan didaulat oleh Net.TV untuk jadi Host acara yang katanya revolusioner, fresh dan belum pernah ada sebelumnya, maka anda-anda semua akan tahu perwujudan mereka seperti apa. Entah apa alasannya, saya tidak tahu pasti, namun mereka selalu mengklaim diri sendiri sebagai “orang jelek”. Kenapa begitu? Mungkin mereka tidak mau sombong akan kelebihan yang mereka punya. Mas Darto yang berwarna kulit eksotis dan bersuara syahdu tegas itu pastinya sadar dia punya modal cukup untuk TEbar PEsona pada para wanita, Mas Danang yang kuning langsat dan gempal manis itu juga pasti punya alasan tersendiri untuk selalu sok rendah hati. Malah, rasanya mereka jadi seperti ngeledek orang jelek ah.

Itulah mereka. Semoga semakin menambah jumlah duo apik penyiar di Indonesia dan semoga banyak yang tahu kalo ada duo apik ini di jagad hiburan , kalo uda pada tau ya bagus..hehe.

Salam  Sikattt miringgg!!!

R.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

ISIS: Dipuja atau Dihindari? …

Baskoro Endrawan | | 26 July 2014 | 02:00

Quo Vadis Jakarta Baru? …

Shendy Adam | | 25 July 2014 | 14:41

Sensasi Rafting di Kali Oyo Gunungkidul …

Tri Lokon | | 25 July 2014 | 15:27

Keras, Tegas dan Tajam Suara Politik di …

Hendrik Riyanto | | 25 July 2014 | 12:45

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Legitimasi Pilpres 2014, Gugatan ke MK dan …

Michael Sendow | 10 jam lalu

Risma dan Emil Lebih Amanah Dibanding …

Leviana | 10 jam lalu

Analisis Prosedur Sengketa Hasil Pilpres …

Muhammad Ali Husein | 11 jam lalu

Jokowi: The First Heavy Metal’s …

Severus Trianto | 13 jam lalu

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: