Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Sensasi Kondom Rasa Strawberry

OPINI | 22 June 2013 | 19:18 Dibaca: 1535   Komentar: 13   2

Malam minggu paling pas mantab nulis, baca dan bahas tentang Sex, karena di malam minggu banyak anak muda berpacaran, keluar rumah malam setelah Isya, pulang menjelang pagi, banyak juga suami istri jalan berdua saja tidak mengajak anak apalagi cucu, ingin nostalgia masa-masa pacaran dulu, saat satu sama lain mengatakan kau lah bulan, kau lah bintang, padahal aslinya wajah pasangan seperti komet atau bintang berekor.

Saya mau cerita tentang pengalaman teman kuliah saya dan teman satu kost, Tamzi, yang kenalan saat ada bazaar di kampus dan menjadi dekat dengan mahasiswi psikologi semester V bernama Dina.

Sebenarnya Dina tahu nama besar Tamzi sebagai pria perenggut darah perawan, dan tahu sepak terjang Tamzi yang suka memaksa untuk memenuhi keinginan birahinya, namun di sisi lain, Tamzi adalah pria kharismatik dengan tatapan mata yang menghipnotis dan tutur kata halus dan manis yang memaksa wanita sekeras Margareth Thatcher pun tak berkutik, bertekuk lutut membuka paha, memohon enak, bahkan anak dari Tamzi. Terserah anak laki-laki atau perempuan, yang penting bukan banci.

Suatu hari Tamzi melancarkan jurus andalannya, mengajak Dina malam mingguan ke puncak, dengan alasan kepingin makan jagung bakar. Dina sudah berusaha menolak ajakan Tamzi, karena dia sudah hapal trik Tamzi, tapi karena Tamzi sudah tahu jika triknya sudah dihapal, maka Tamzi berakting total, mengalahkan akting Tom Hanks di film Forrest Gump. Tamzi menangis terisak dan mengatakan : “semua orang tak mempedulikanku, tak mempercayaiku, termasuk Ayang Dina, aku hanya kepingin makan jagung bakar, tidak lebih, tapi Ayang gak mau nemenin, mending aku mati aja.” Dina kaget juga melihat Tamzi menangis terisak, naluri psikolognya yang harus memiliki empati terhadap perasaan klien pun tersentuh, Dina mengatakan : “Bukan gitu Aa, aku mau aja, tapi Aa janji gak macam-macam di puncak yah, abis makan jagung bakar kita pulang.” Tamzi senyum dalam hati melihat pertahanan Dina mengendor : “Aku janji sama Ayang, Aku gak akan macam-macam.”

Singkat kata singkat cerita, Tamzi dan Dina sudah berada di puncak pass, 2 jagung bakar rasa selai durian sudah disantap Tamzi, sedangkan Dina menyantap 1 jagung bakar rasa selai strawberry. Karena udara puncak yang dingin menusuk tulang, Dina tak bisa menahan diri bersandar di dada Tamzi yang kerempeng, Tamzi pun memeluk Dina dengan hangat untuk menunjukan dirinya adalah pria gentleman yang melindungi wanitanya dari segala gangguan, termasuk cuaca dingin.

Terjadilah obrolan hangat nan mesra sambil pelukan, antara Tamzi dan Dina ;

T : Ayang, enak gak jagung bakar rasa Strawberry?
D : enak, emang kenapa A?
T : good, aku mau kasih tau, ada yang lebih enak dari jagung bakar ini, rasanya juga sama, Strawberry
D : (Dina penasaran) apaan tuh A ?

T : jagung aku, berselimutkan kondom fiesta rasa Strawberry
D : masa sih enak A?
T : bener enak Yang, gak percaya tanya deh Aa Gatot, teman kuliah aku yang kost di depan kost-an ayang. Kalo gak tanya Aa Elde senior ayang semester XIII di psikologi.
D : ah malas nanya-nanya, mending aku rasain langsung aja.

T : (kaget dan langsung cegukan, tak menyangka respon Dina) bener ayang mau coba?
D : bener Aa, masa aku bohong. Bohong kan dosa, kata papa, mama, guru, dosen dan Tuhan itu tidak baik.
T : iya bener Yang. Ya udah kita cari Villa yah, biar ayang buktikan nikmatnya jagung aku, berselimutkan kondom fiesta rasa Strawberry.
D : bener Aa, mana kondomnya aku mau liat.

T : (mengambil kondom dari tas, lama memilih-milih, rupanya Tamzi membawa hampir 25 kondom aneka merk, aneka rasa dan aneka bentuk) ini yang
D : omong-omong, kenapa kita mesti cari Villa untuk buktikan nikmatnya jagung Aa yang berselimutkan kondom fiesta rasa Strawberry? Di sini aja bisa koq. (Lalu Dina mengambil jagung bakar Tamzi di piring, membuka kondom rasa strawberry yang diberikan Tamzi, menyelimuti ke jagung bakar milik Tamzi dan mengulum-ngulum seperti makan es krim. Tidak lama Dina mengatakan) Aa bohong, nikmatan jagung bakarku dengan selai strawberry tadi, dibanding jagung Aa berselimutkan kondom rasa strawberry.

Melihat apa yang dilakukan Dina, dan mendengar apa yang dikatakan Dina, Tamzi tak mampu berkata apa-apa lagi, speechless, triknya tak berhasil, tidak berapa lama Tamzi mengatakan : “Kepala ku sakit, kita pulang ke Jakarta yah Yang, besok Aku ada kerjaan.” Dina menjawab : “Ok, aku juga gak bisa lama-lama, barusan masuk SMS dari teman kuliah Aa, Mas Kartono yang ganteng, pintar, tajir dan cool, jam 12 malam mas Kartono mau datang ke rumah, dia mau jemput aku dan keluarga liburan ke pulau pribadinya di kepulauan Seribu.”

Selamat malam minggu rekan-rekan

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hasil SPP2013: Nasib Petani Tanaman Pangan …

Kadir Ruslan | | 24 July 2014 | 05:48

Topan Lain Akan Memasuki Filipina (Topan …

Enny Soepardjono | | 24 July 2014 | 08:53

Muda Kaya dan Bahagia …

Radixx Nugraha | | 24 July 2014 | 03:25

Dunia Prostitusi ‘De Wallen’ …

Christie Damayanti | | 24 July 2014 | 11:40

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Sengketa Pilpres 2014 Akhirnya Berujung di …

Mawalu | 9 jam lalu

Inilah Salah Satu Warisan Terbaik Pak Beye …

Raisa Atmadja | 10 jam lalu

Timnas U-19 Batal Tampil di Spanyol …

Achmad Suwefi | 12 jam lalu

Akhirnya Prabowo-Hatta Melangkah ke MK …

Bang Pilot | 17 jam lalu

Jokowi “Penyebar Virus” kepada …

Hendrik Riyanto | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: