Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Pamer di Facebook

OPINI | 13 June 2013 | 14:35 Dibaca: 1374   Komentar: 127   16

Dunia maya menjadi alat untuk menunjukkan eksistensi untuk narsis *ehem, bahkan untuk cari jodoh *uhuk. Berdasarkan pengalaman nyemplung di dunia maya sejak era friendster, facebook hingga twitter dan bertemu dengan banyak orang di berbagai belahan dunia indonesia ada bermacam-macam karakter manusia. Namun dari ketiga medsos tersebut ada satu karakter orang yang menonjol yaitu pamer khususnya di fb. Sebagai manusia biasa, pamer merupakan sifat yang susah dihindari. Mungkin maksudnya berbagi kebahagian, sharing dsb. Namun bagi orang nyinyir macam saya ini semua menjadi pamer. Pamer itu bisa positif bisa negatif lho ya. Berikut beberapa tipe orang pamer di facebook:

Pamer Barang

Ini barang lho ya bukan “barang” harus dibedakan biar nggak jadi porno. Barang di sini misalnya ponsel, mobil, motor, duit dsb dsb. Misalnya status “Alhamdulillah dikasih uang 10 juta cuma buat kenalan aja. Makasih Om Fat”. Adalagi “Asyik dibeliin Pajero sama Mama”. Klo ini biasanya emang niat pamer.

Pajero Hadiah dari Mama.,., sumber: Humorbb.blogspot.com

Pajero Hadiah dari Mama.,., sumber: Humorbb.blogspot.com

Pamer Bandara

Kita tentu seing berpergian kemana-mana dari naik ojek sampe naik montor mabur (pesawat). Dari sekian banyak tempat tempat umum, bandara adalah tempat yang paling sering buat check in *istilah di foursquare untuk menunjukkan tempat dimana kita berada*. Misalnya “Nunggu penerbangan pertama nih- @Bandara Soekarno Hatta”. Atau “Landing @bandara juancuk eh juanda”. Jarang sekali yang posting lagi di stasiun, terminal atau halte. Tanya kenapa? heuheuheu

Pamer Pacar

Ini yang paling menyebalkan apalagi bagi penghuni Panji Jomblo. Malem minggu lagi ngitungin nyamuk liat status fb temen. “Malam ini pacarku romantis sekali. Makasih sayangku –bersama Paito. Apalagi yang pasang status cewek yang kita taksir, rasanya pengin banting hape. Ada juga yang tiap hari mbangga-banggain pacarnya terus. Berdasar pengamatan biasanya cewek/cowok tipe ini kalau putus curhatnya nggak kalah dahsyat bahkan sampe ada yang berantem di fb. “Aku benci sama kamu, cowok macam apa lu, nggak ingat apa dulu jaman pacaran kamu suka pinjem lipstick, bedak sama eyeshadowku”. Menyaksikan drama kehidupan cinta muda mudi di fb mulai dari tahap merayu, jadian hingga putus seperti liat sinetron korea (apa hubungannya? Cari sendiri).

Pamer Kesedihan

Pernah gak liat orang yang status fbnya isinya curhat melulu?. Saya pernah, bahkan orang tersebut menamakan dirinya princess of sadness. Wajar sih curhat wong presiden aja suka curhat*eh. Namun mbokya jangan semua kesedihan diungkapin di publik. Mungkin bisa curhat secara personal sama teman, guru BK dll. Jadi orang yang liat nggak sumpek *eh malah ikut curhat.

Pamer Keceriaan

Tipe orang seperti ini kebalikannya dengan yang pamer kesedihan. Biasanya statusnya ceria atau lucu-lucu. Orang seperti ini bukan tak pernah sedih melainkan menempatkan kesedihan sebagai masalah pribadi bukan konsumsi publik. Bahkan sesuatu yang menjengkelkanpun bisa diolah dengan lucu. Misalnya sama-sama sempaknya nggak ada yang kering. Orang yang pamer kesedihan pasang status, “Ya Tuhan cobaan apalgi yang menimpaku ini” sedangkan yang pamer keceriaan “Bersyukurlah kau tong, hari ini kamu bisa bergerak bebas nggak terhimpit-himpit” heuheuheu

Pamer Ibadah

Jika terbangun jam 3 pagi pas terbangun nggak bisa tidur lagi biasanya aku buka-buka fb. Sering saya liat ada status “Habis tahajud badan rasanya seger”, “di sepertiga malam ini kupanjatkan doa dalam sujudku”. Ada juga yang update status “Met buka puasa” saat bukan bulan puasa (puasa senin-kamis). Hal ini tak hanya saya saja yang merasakan. Bahkan temanku sampai ada yang update status “Kalau mau ibadah ya ibadah aja nggak usah dipamer-pamerin di fb. Bukankah itu namanya riya’?”. Berhubung saya setuju saya kasih jempol “like this”.

Pamer Ilmu

Mungkin maksudnya sharing ilmu baik ilmu science, ilmu social maupun ilmu agama. Namun apa jadinya jika niatnya berbagi namun menggunakan bahasa yang susah dimengerti dengan berbagai istilah-istilah asing. Misalnya seorang temanku ada yang “alim”. Isi statusnya mayoritas tentang agama, mungkin maksudnya dakwah namun istilah arabnya banyak banget sampe bingung yang baca. Mbokya klo mau dakwah ya pake istilah dan bahasa yang mudah dimengerti sehingga orang-orang awam seperti saya bisa manggut-manggut.

Pamer Karya

Nah kalau ini contoh pamer yang positif. Sebelum berteman dengan kompasianer paling pamer karya berupa dagangan. Sejak berteman dengan kompasianer di fb sering liat teman-teman membagikan hasil karyanya baik opini, cerpen, puisi, humor dll. Sejatinya sebuah karya memang perlu promosi, dan kita harus narsis dengan karya kita. Biar jelek-jelek karya sendiri, kalau bukan kita yang bangga trus siapa lagi? Ya nggak ya nggak? Heuheu.

Udah ah sekian dulu pamer nyinyirnya lain kali disambung lagi. Kalau ada yang mau nambahin silahkan. Heuheuheu.

***Met siang***

1371108356322880249Signature Bikin Sendiri

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 20 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 21 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 22 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: