Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Kisah Neymar Seperti Film, Mimpi Jadi Nyata

OPINI | 05 June 2013 | 14:00 Dibaca: 1405   Komentar: 9   0

13704177011876377832

neymar n bruna, foto dari brunaIG.com

Cerita heboh tentang kepindahan Neymar, pesepakbola andalan timnas Brasil Santos ke klub kaya raya Spanyol Barcelona dengan nilai transfer 48.6 juta Poundsterling setara 57 juta euro setara dengan 74 juta USD untuk kontrak selama 5 tahun menjadi cerita transfer paling banyak di bahas di dunia.

Barcelona berhasil mengungguli Real Madrid, Chelsea dan Manchester United dalam perburuan mendapatkan tanda tangan Neymar, pemain paling berkilau di dunia setelah Lionel Messi dan Christiano Ronaldo.

Terkait dengan alasan memilih Barcelona bukan klub lain, Neymar mengatakan kepada BBC Sport : “Money is OK but happiness takes priority. We decided to come to Barcelona. I had a lot of offers but I followed my heart.” Yang artinya kurang lebih “Uangnya OK, tapi kebahagiaan menjadi prioritas, kami memutuskan pindah ke Barcelona. Aku mendapat banyak tawaran, tapi aku mengikuti hatiku.”

Saat diperkenalkan di stadion kebanggaan Barcelona Nou Camp dihadapan 10.000 suporter Barcelona yang terus menerus meneriakan namanya, Neymar mengatakan : “The thrill of being cheered when I entered the Nou Camp - it was hard not to cry, My dream has come true. I’ve never worried about being the best in the world. The best is already here and that’s Messi. I’m one of the luckiest men in the world to be able to play with him and it’s an honour.”

Kata-kata Neymar yang saya kutip dari BBC Sport tersebut, jika diartikan secara ringkas adalah “Sungguh menggetarkan hati dan sangat menyenangkan ketika memasuki Nou Camp, sangat sulit untuk tidak menangis, mimpiku menjadi kenyataan. Aku gak pernah memikirkan menjadi pemain terbaik dunia, karena pemain terbaik dunia sudah ada di sini, yaitu Messi. Saya salah satu pemain beruntung di dunia ini yang bisa bermain bersama Messi, dan ini suatu kebanggaan.

Nyess, salut saya dengan apa yang dikatakan Neymar, ia adalah pesepakbola paling diminati saat ini, merupakan pemain kunci timnas Brasil untuk Piala dunia 2014 dan ditransfer dengan nilai sangat tinggi (sekitar Rp 720 miliar), karena Messi dan Ronaldo sudah dilabel ‘Not For Sale’, namun ia bisa dengan begitu rendah hatinya menyatakan Messi lah pemain terbaik Dunia dan ia bangga bermain bersama Messi.

Selain salut dengan kerendahan hati Neymar, saya juga salut dengan kekasih Neymar, Bruna Marquezine, artis dan model cantik asal Brazil berusia 17 tahun yang karirnya sedang menanjak. Walaupun gadis belia cantik dan kinyis-kinyis, saya salut dengan cara Bruna menunjukan cintanya kepada Neymar, tadinya tak berencana ikut mengantar Neymar terbang ke Spanyol untuk bergabung dengan klub anyarnya, Barcelona, karena dia harus tampil debut di acara “The Famous Dance”, sebuah acara reality show yang mirip acaranya “Dancing with the Star”, yang disiarkan secara langsung oleh sebuah televisi di Brasil. Selesai tampil di acara tersebut, Bruna mempunyai waktu 30 menit untuk menelepon pujaan hatinya Neymar yang sudah di bandara dan pesawat dijadwalkan berangkat ke Barcelona pukul 20.30 (pesawat on time tidak seperti di Bandara Indonesia).

Tiba-tiba saja hati Bruna bergejolak, ia mendapat dorongan yang sangat kuat untuk ikut mengantar dan menemani hari-hari pertama Neymar di Barcelona. Yang menjadi Masalah adalah, lalu lintas di kota Santos macet parah, 11 12 dengan Jakarta, sementara jarak tempuh studio dengan bandara lumayan jauh dan memakan waktu sekitar satu jam. Tanpa pikir panjang, Bruna pun menyewa helikopter yang selalu stand by di Studio untuk melayani tamu-tamu VVIP, dalam waktu 15 menit, Bruna sampai di bandara internasional Galeao untuk bertemu dengan Neymar, dan cerita selanjutnya sudah bisa ditebak, Neymar dan Bruna berciuman mesra, hangat dan lama, meniru yang dilakukan Rangga (Nicholas Saputra) dan Cinta (Dian Sastrowardojo) di film Ada Apa Dengan Cinta yang berciuman mesra, hangat dan lama di Bandara Soekarno Hatta.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Kasus Florence Sihombing Mengingatkanku akan …

Bos Ringo | | 03 September 2014 | 06:01

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | | 03 September 2014 | 08:38


TRENDING ARTICLES

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | 3 jam lalu

Florence Sihombing Disorot Dunia …

Iswanto Junior | 4 jam lalu

Manuver Hatta Rajasa dan Soliditas Koalisi …

Jusman Dalle | 5 jam lalu

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 6 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Tur Eropa dan Blunder Lanjutan Timnas U-19 …

Mafruhin | 7 jam lalu

Catatan Perjalanan: +Nya Stasiun Kereta Api …

Idris Harta | 8 jam lalu

Oposisi Recehan …

Yasril Faqot | 8 jam lalu

Orangtua yang Terobsesi Anaknya Menjadi …

Sam Edy | 8 jam lalu

Indo TrEC 2014 : Mengurai Kekusutan Lalu …

Wahyuni Susilowati | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: