Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Alasan Pria Muda Menjadi Gigolo

OPINI | 27 May 2013 | 19:11 Dibaca: 3599   Komentar: 26   5

13696629361533485059Siang tadi teman baikku sewaktu berkantor di Jakarta ditangkap polisi dari salah satu polres di Jakarta, sebab dia menculik seorang pria dan menyekapnya selama 3 hari. Aku terpaksa turun tangan menyelamatkan temanku dari jeruji besi.

Aku pun memanfaatkan jaringan teman-teman kuliah yang sekarang duduk di Legislatif, aku minta temanku menelepon Kapolda Metro Jaya karena katanya ia kenal baik. Aku jelaskan bahwa yang salah bukan temanku, tetapi orang yang diculiknya, karena ia seorang gigolo, yang tidur dengan istrinya dan menggerogoti keuangan istrinya. Ia menculik dan menginterogasi gigolo tersebut. Apa motifnya? Kenapa harus istrinya? Sudah berapa uang yang dia ambil? Mengapa dia menjadi gigolo? Sampai pertanyaan paling sensitif, apakah istrinya pernah membandingkan mana yang lebih memuaskan, ML dengan temanku atau dengan gigolo tersebut? Semua pertanyaan temanku dijawab oleh gigolo tersebut, tapi yang ingin saya paparkan disini adalah alasan-alasan pria tersebut menjadi gigolo.

Oh iya sebelum lupa, ciri-ciri fisik pria yang menjadi gigolo tersebut adalah tinggi sekitar 175, berbadan tegap, Berat badan 70, kulit putih, muka bersih tanpa jerawat, kumis ataupun jenggot, alis tebal, dan gigi putih bersih.

Pria tersebut memberi 3 alasan mengapa ia menjadi gigolo. Berikut adalah alasan-alasan tersebut :

1. Alasan Materi
Pria tersebut, sebut saja namanya Gatot, sebelumnya bekerja serabutan di Jakarta, jadi sopir pribadi, sales, satpam, kurir surat, kenek biskota pernah. Jadi pengamen, tukang obat, tukang parkir, sampai copet di biskota juga pernah. Tapi penghasilan yang didapat, hanya cukup untuk makan dan bayar rumah kontrakan petakan, tidak bisa buat bayar cicilan rumah di Pondok Indah atau Pantai Indah Kapuk, tidak bisa ditabung buat ikut tour ke Eropa saat libur natal akhir tahun ini. Akhirnya ia diajak teman perantauannya, sebut saja namanya Tamzi, yang sudah 3 bulan menjadi gigolo, untuk melayani tante girang, ternyata penghasilannya lumayan, sejak itu Gatot dan Tamzi menjadi gigolo papan atas di Ibkota dengan tarif per jam Rp 5 juta.

2. Alasan Balas Dendam
Tamzi dan Gatot sudah merantau hampir 5 tahun ke Jakarta, tetapi belum pernah sekalipun pacaran dengan gadis muda cantik dan kinyis-kinyis. Karena setiap wanita yang ditaksirnya, selalu tidak merespon, bahkan terkadang sengaja memalingkan muka jika bertemu. Apakah karena Tamzi dan Gatot belum mapan secara ekonomi, dimana terlihat dari penampilannya sehari-hari yang memakai jeans belel robek-robek, kaos oblong tipis merk Hings, dan sendal jepit hampir putus. Yang lebih sedih, tamzi dan gatot sering melihat gadis yang ditaksirnya, pulang ke kontrakan diantar oleh pria berganti-ganti mobil, kadang mobil Mercy, kadang BMW, kadang honda accord, kadang camry, bahkan pernah diantar Range Rover. Gatot dan Tamzi pun dendam, mereka tak mau lagi mentarget gadis muda, mereka pasrah dan tahu diri, sekarang mereka mentarget wanita paruh baya yang kesepian, kalo wanita paruh baya tak ketemu, nenek-nenekpun akan jadi sasaran.

3. Alasan Biologis
Karena lama gak pacaran selama diJakarta, hasrat seksual mereka yang menggebu-gebu tak tersalurkan kadang membuat Mr P nya tegang sendiri. Sering-sering ke toilet dan melakukan swalayan tambah lama bosan dan tangan jadi pegal. Suatu hari mereka nonton film indonesia, judulnya ‘Arisan’, yang menceritakan tentang Sosialita ibukota yang sering mengadakan arisan dan hadiah perangsangnya adalah tidur dengan gigolo. Mereka berpikir, sepertinya banyak wanita-wanita yang kesepian, karena suami sibuk kerja, rapat dikantor, dan rapet di hotel.
Mereka mencoba mengiklankan dirinya di koran lampu merah, mula-mula niatnya supaya bisa menyalurkan hasrat seksual, tak disangka, respon hebat berdatangan, banyak tante-tante girang yang menghubungi, mereka pun janjian, saat bertemu tanpa basa basi segera mereka mainkan tante girang teresebut, dan sejak malam itu mereka ketagihan, sudah dapat enak secara seksual, dapat uang pula.

Itulah 3 alasan yang berhasil dikorek oleh temanku dari pria yang diculik dan disekapnya yang ternyata seorang gigolo.
Pesan saya kepada para suami, jangan biarkan istri anda ikut arisan gigolo, dan jangan kasih istri anda uang yang banyak, kasih saja secukupnya, biar dipakai sesuai keperluan. Hal ini demi kebaikan bersama dan menghindarkan dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Wkwkkwkwkkwkkwkwkwkkwkwkkwkwk

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Unik, Sapi Dilelang Secara Online …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 11 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 11 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 18 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 20 jam lalu


HIGHLIGHT

Janji di Atas Pasir …

Pena Biruku | 8 jam lalu

Green In Peace ~ Indonesia Adalah Pertiwi …

Benyamin Siburian | 9 jam lalu

Meningkatkan Kinerja PLN untuk Masyarakat …

Sulhan Qumarudin | 9 jam lalu

Senandung Pahit Lili …

Rahab Ganendra | 9 jam lalu

Wakil Rakyat: Dimiliki Rakyat atau Memiliki …

Josua Kristofer | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: