Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Dewi Setyawan

suka memuji Tuhan di manapun… menyukai alam dan travelling… suka tulis menulis… juga poto2 bareng temen2… ^_^ selengkapnya

Tentang Cinta, buku dan postingan ku yg sebelumnya…

OPINI | 19 May 2013 | 19:49 Dibaca: 502   Komentar: 0   0

Tulisanku kali ini tentang cinta, buku dan postingan ku yg sebelumnya…

ga tau kenapa tulisanku sebelum ini ga bisa dibuka…aku telah menanyakan pd admin, namun belum dibalas…mungkin karena judulnya agak terbuka…

jadi, ku post lg tulisanku dgn perubahan…

Di era globalisasi ini, banyak orang menganjurkan penggunaan kondom sebelum ML untuk mencegah penyakit. Menurut mereka, seks bebas tak dapat dihindari lagi.

OYA? Bagaimana seharusnya? apa emang begitu adanya?

Berkaitan dengan seks bebas di Indonesia, ML, dan maraknya kondom di pasaran, aku ingin mengutip tulisan di Lady in Waiting “Tidak ada kondom yang bisa melindungi hati, pikiran, dan harga diri seorang wanita.”

Untuk para lelaki, nasihatnya = jangan merayu dan jangan menghancurkan lawan jenismu untuk kepuasan sendiri.

Untuk para wanita, nasihatnya= jangan mau dimanfaatkan karena hati, pikiran, dan harga diri mu pasti hancur jika sembarangan memberikan kesucianmu pada seseorang. Jangan mudah dirayu karena itu adalah langkah menjauhi kekudusan hidup…

Intinya jangan menghancurkan diri sendiri dan orang lain dengan dalih “cinta” karena semua itu akan menghancurkan hati Tuhan sebagai Pencipta kita yang peduli akan semua ciptaan Nya.

Jangan merusak hidupmu dan hidup orang lain…Ada banyak angka bunuh diri, pembunuhan dan anak haram yg terlibat narkoba hanya karena hubungan seks pra nikah maupun penyalahgunaan seks dengan alasan cinta..Bahkan mungkin ada di antara mereka yang kita kenal.

Tambahan kutipan dari When God Writes Your Love Story, “Seluruh tubuhmu- semuanya termasuk hati, pikiran, sampai kulit yang menyangga semuanya agar berada di tempatnya- adalah harta karun.”

2 kutipan di bawah bersumber dari Joshua Harris penulis I Kissed Dating Goodbye.

“Just because lips have met doesn’t mean hearts have joined. And just because two bodies are drawn to each other doesn’t mean two people are right for each other. A physical relationship doesn’t equal love.”

“Don’t concern yourself with being right in others’ eyes. And don’t secretly hope that their lives will fall apart so that your opinion will be vindicated. Instead, concentrate on obeying God in your own life and, when possible, helping others to obey Him as well. You don’t have to prove others wrong to continue on the course you know God has shown you.”

Yang intinya hubungan fisik tidak setara dengan cinta, itu hanya menuruti nafsu saja yang tidak akan pernah puas karena yang dapat memberikan kepuasan sejati adalah TUHAN saja.

Buktinya, orang yang sudah punya sepeda, ingin punya motor, lalu mobil, kemudian pesawat. Keinginan tak pernah habis. Harus bisa mengendalikannya di bawah kendali Tuhan dan memohon kekuatan dari Nya.

3 buku ini bagus sekali menurutku dan sangat mengubah prinsipku selama ini menjadi prinsip yang tinggi untuk mengasihi Tuhan dan sesama dengan tulus. Aku masih terus belajar untuk melakukan semua penerapan dari buku ini.

Aku saat ini juga ingin menceritakan sedikit ttg When God writes your love story..

Buku When God Writes Your Love Story menceritakan tentang pengalaman, pergumulan, dan kisah nyata pasangan suami istri Eric dan Leslie Ludy yang menyerahkan pena cinta mereka pada Tuhan. Allah sendiri yang menyatukan mereka dalam pernikahan kudus melalui berbagai proses. Mereka mengajak para pembaca untuk percaya dan tunduk sepenuhnya pada Sang Pengarang Agung dalam segala aspek hidup, termasuk cinta.

Eric dan Leslie Ludy membagi buku ini menjadi 5 bagian:

Pertama tentang mendambakan sebuah kisah cinta. Eric dan Leslie menceritakan tentang mereka yang dulunya egois dan menulis-nulis kisah cinta mereka sendiri. Hasilnya adalah patah hati, kegagalan, dan kehilangan yang berulang-ulang. Lalu mereka bertobat dan memutuskan memberikan pena hidup mereka pada Allah dengan penuh iman. Keputusan yang sangat penting sebagai awal hidup baru dengan mengizinkan Allah untuk membimbing dan mengubah hidup mereka.

Kedua tentang bersiap-siap untuk sebuah kisah cinta. Mengasihi calon pasangan bahkan sebelum bertemu dengan “dia” dengan menjaga kekudusan seksual, hati, emosi, bibir, dan seluruh tubuh. Ada keunggulan diri yang dikembangkan sebagai talenta Tuhan.

Ketiga tentang menanti sebuah kisah cinta. Belajar setia sejak dini. Tidak ganti-ganti pacar, tapi menanti “seseorang” yang benar-benar tulang rusuk yang Tuhan ciptakan untuk kita. Doa dan mengizinkan Allah memakai masa hidup untuk memuliakan Tuhan dengan memperkuat kualitas diri dan berlatih beberapa persiapan praktis. Mempertahankan standar-standar yang lebih tinggi daripada standar orang lain.

Keempat tentang mempermanis kisah cinta. Eric dan Leslie membagikan pengalaman mereka belajar tentang cinta sejati dalam keluarga. Keunikan pribadi dan kelembutan yang menghargai orang lain walaupun mereka punya banyak kelemahan. Selalu bergantung pada Tuhan. Memilih keluarga rohani dan jasmani untuk mendoakan kita dan kriteria calon pasangan serta memberikan nasihat-nasihat bijak.

Kelima tentang menemukan kisah cinta yang ditulis Allah. Mohon ampun pada Tuhan, maafkan diri sendiri dan orang lain, bertobat. Jangan meremehkan dosa dan mengulanginya terus karena dosa itu kecil, biasa dilakukan banyak orang, gaul, dan pasti diampuni Tuhan stelah bertobat. Dosa itu melukai hati Tuhan, menjauhkan manusia dari Allah dan menghancurkan diri sendiri+orang lain. Meremehkan dosa= menyakiti Tuhan. Meski ada banyak rintangan/ godaan/ ejekan, tapi harus tetap berjuang meninggalkan dosa dan berani melawan arus dunia bersama Allah+ mohon kekuatan dari Nya.

Kesimpulanku dari buku ini: Ketika kita mencoba menulis-nulis sendiri kisah hidup kita, kita pasti gagal terus dan sakit hati karena tetep ada kekosongan dalam hati jadi ga pernah puas deh. Namun, saat kita menyerahkan pena hidup kita pada Tuhan (termasuk cinta), slalu ada damai dan sukacita sejati dalam Kristus. Semua terasa indah dan puas karena ada Tuhan sendiri yang memenuhi hati dan pikiran kita.

Pendapatku sendiri: jauh lebih tidak rasional jika ciptaan mau menulis-nulis sendiri sesuatu yang dia sendiri ga tau kapan mulai dan selesainya. Intinya, manusia ga tau bagaimana dia waktu dibentuk Tuhan dalam janin dan meninggalnya kayak apa juga masih misteri. Karena hanya Sang Pencipta yang tahu semuanya dengan pasti dan bisa memandang jauh ke depan, memang sudah sepantasnya manusia menyerahkan pena hidupnya pada Tuhan yang selalu setia. Dia pasti memberikan yang terbaik tepat pada waktu Nya. Nikmati aja hidup dan semua proses yang ada dengan penuh syukur. Tuhan pasti meyakinkan seseorang+pasangan orang itu jika memang benar2 tulang rusuk yang tepat melalui keluarga jasmani+rohani, doa, firman Tuhan, sikon, dsb. Bapa sendiri yang akan membimbing pada orang yang tepat dan menyatukan 2 hati dalam Tuhan seperti kisah Eric dan Leslie yang ditulis sendiri oleh Nya dalam buku ini.

Tambahan lagi pelajaran yang kuambil dari Roma 8:28 –> Walaupun mungkin keadaan sulit, ada banyak masalah+mungkin diejek orang, tapi semuanya dipakai Tuhan untuk membentuk karakter kita (kuat, sabar, setia, mengampuni, beriman, tahan uji, penuh harapan, dsb) makin serupa dengan Dia sesuai kehendak Nya untuk memuliakan nama Nya. Jika kita tidak pernah mengalami hambatan dan semua mulus-mulus saja pasti hati jadi sangat rapuh, slalu ingin kenyamanan, dan mengandalkan diri sendiri/ pasangan.

bersama Tuhan, kita pasti bisa hadapi semua badai hidup ini karena Tuhan jauh lbih besar dari smua masalah kita. Jadi, tak ada yang mustahil bagi Dia. Mari kita slalu mempercayai+menyenangkan hati Nya.

^_^

Semoga bermanfaat. Kalau penasaran, silakan temukan sendiri bagaimana buku-buku tersebut mempengaruhimu dan temukan juga banyak hal berharga yang Tuhan singkapkan di dalamnya!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Menilai Pidato Kenegaraan Jokowi …

Ashwin Pulungan | | 21 October 2014 | 08:19

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Najwa Shihab Jadi Menteri? She Is A Visual …

Winny Gunarti | | 21 October 2014 | 07:08

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 6 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 8 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 9 jam lalu

Antusiasme WNI di Jenewa Atas Pelantikan …

Hedi Priamajar | 12 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Dunia Intuisi …

Fawwaz Ibrahim | 7 jam lalu

Presiden Baru, Harapan Baru …

Eka Putra | 7 jam lalu

Jokowi Membuatku Menangis …

Fidiawati | 7 jam lalu

Jokowi Sebuah Harapan Baru? …

Ardi Winangun | 7 jam lalu

Potret Utang Luar Negeri Indonesia …

Roby Rushandie | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: