Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Maya Indriyatini

I wanna be a good teacher | PKnH - UNY | Bekasi - Yogyakarta

Warna-warni Mahasiswa

OPINI | 18 May 2013 | 11:32 Dibaca: 565   Komentar: 0   0

Sejarah Mahasiswa Indonesia di era 60-an, 70-an hingga 1998, sangat dikenal sebagai sosok agen pembaharu dalam perkembangan bangsa. Mahasiswa sangat kritis dan peka terhadap segala kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Kita bisa melihat tahun 60-an dimana Mahasiswa melakukan aksi TRITURA (tiga tuntutan rakyat), pada tahun 1974 kita juga mengenal peristiwa “MALARI” (malapetaka 15 Januari), dan terakhir pada tahun 1998 dimana Mmahasiswa berhasil “menaklukan” orang paling berpenguasa di Indonesia selama 32 tahun, meski dibalik peristiwa ini juga banyak kepentingan yang masuk.

Dari berbagai peristiwa bersejarah itu seakan merepresentasikan bahwa Mahasiswa mengerti dan peduli terhadap problematika yang menyelimuti negeri ini, dari sana juga kita bisa melihat betapa hebatnya mahasiswa bisa menjalin kekuatan massa yang cukup besar dalam merobohkan dominasi penguasa tunggal negeri ini meski upaya perobohan rezim itu baru terealisasi pada 1998.

Namun, seperti yang kita ketahui sekarang ini, mahasiswa yang disebut-sebut sebagai agen pembaharuan untuk Negara ini sekarang konotasinya telah sedikit berubah menjadi agen perusuh demomstrasi dinegeri ini. Mahasiswa-mahasiswa sekarang lebih cenderung mengedepankan emosinya dibanding dengan tujuan awalnya yaitu menyuarakan suara dari rakyat. Banyak kejadian-kejadian demonstrasi yang melibatkan mahasiswa yang berakhir dengan kericuhan antara mahasiswa dan pihak keamanan, hal ini mungkin disebabkan karena mahasiswa sekarang tidak mendalami atau tidak mengetahui maksud dari demonstrasi itu sendiri.

Kembali ke masalah mahasiswa kita, mungkin masalah lain yang dihadapi mahasiswa yaitu motivasi menjadi seorang mahasiswa, sekarang ini sepertinya motivasi mahasiswa menjadi seorang mahasiswa sudah sedikit bergeser, mahasiswa sekarang cenderung menjadi seorang mahasiswa untuk sekedar mengikuti trend yang sedang in di era sekarang ini sepeti ngemall, dugem, ngedrugs, free sex, autis dengan dunianya, dan lain sebagainya. Sugesti di masyarakat kini sudah mengubah pandangan tentang mahasiswa. Dulu orang desa berfikir mahasiswa itu sosok yang pintar dan dapat membantu masyarakat, tetapi mahasiswa sekarang hanya mengikuti trend saja, tanpa mengetahui esensi yang sebenarnya dari menjadi seorang mahasiswa, padahal menjadi seorang mahasiswa adalah sesuatu yang sangat berat karena mahasiswa adalah lidah rakyat dan menjadi agen perubahan untuk bangsa ini.

Tapi mengapa mahasiswa sekarang sepertinya hanya berfoya – foya saja, ada istilah KUPU-KUPU alias Kuliah pulang – Kuliah Pulang, ada lagi KUTU - KUTU kuliah turu – kuliah turu. Mau jadi apa Indonesia kalau mahasiswanya seperti itu, mungkin iya tidak sepenuhnya mahasiswa sekarang seperti itu, tapi pada kenyataanya banyak oknum – oknum mahasiswa yang tingkahnya belum mencerminkan seperti layaknya mahasiswa. Sekarang semakin sedikit mahasiswa yang aktif dalam kegiatan organisasi, baik organisasi ektra kampus (HMI,GMNI,PMII,KAMMI,dll) maupun himpunan mahasiswa jurusan hingga BEM. Yah, mereka lebih senang menghabiskan waktu dengan bersenang-senang, sukur-sukur ada yang bekerja atau belajar.

Sekali lagi memang tidak semua mahasiswa termasuk dalam golongan yang telah disebutkan seperti diatas tadi, masih banyak mahasiswa yang benar-benar menjadi mahasiswa, yang masih memperhatikan tigas-tugasnya sebagai mahasiswa untuk menjadi agen perubahan bangsa ini. Kita berdoa saja agar glongan yang baik ini dapat menularkan kebaikannya dan menjadikan mahasiswa di seluruh dunia menjadi mahasiswa yang dapat berguna, bermanfaat bagi bangsa dan negaranya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Seluk Beluk Industri Plastik …

Dhanang Dhave | | 16 April 2014 | 13:07

Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Akun Dinda Tidak Takut Komen Pedasnya Pada …

Febrialdi | 5 jam lalu

Prabowo Terancam Tidak Bisa Bertarung di …

Rullysyah | 5 jam lalu

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 14 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 15 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: