Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Ittihadul M

Manusia yang selalu haus akan kebaikan diri dan mencari jalan lurus untuk menuju syurga abadi selengkapnya

Zuhud

OPINI | 09 May 2013 | 08:56 Dibaca: 191   Komentar: 0   0

Izhad fid dunya yuhibbakalloh Berzuhudlah didunia maka alloh akan mencintaimu Maqom mahabbah adalah kedudukan yang tinggi, tapi tidak meudah untuk mendapatkannya , apalagi kita hidup didunia, perlu dunia dan bergelut dengan dunia dan tidak bisa melepas dunia itulah derajat bagi orang yang bisa berzuhud didunia ini. Namun sebetulnya apa arti yang sesungguhnya tentang zuhud itu, apakah orang yang berpakaian compang camping, atau orang yang makan satu kali sehari atau yang bagaimana?. Jadi Zuhud itu bukan membenci dunia, tidak butuh dunia, itu adalah arti yang salah. Zuhud adalah Zuhud dliddu Roghbah (Sangat cinta/ Kesemsem):Zuhud itu kebalikan dari sangat cinta /kesemsem Tarkurroghbati fiddunya :meninggalkan kecintaan yang sanagat didunia ‘Adamut tamalluk bid dunya :tidak kumantil dengan dunia ‘Adamut takallub alaiha :Tidak berebutan dunia seperti berebutnya anjing ketika melihat tulang Kalau bilang zuhud pasti ada kaitanyya dengan cinta dunia, ya dari sini kita akan tau sebenarnya yang dimaksud dengan cinta dunia itu apakah orang orang kaya saja ? ternyata tidak orang miskin pun banyak yang cinta dunia, buktinya ia dalam mencari rizki dia melupakan kewajiban ibadah dikaenakan obsesi besarnya terhadap hartabenda. hakikat dunia adalah apa yang kita makan maka akan hilang,apa yang kita pakai maka akan rusak. dan orang kaya hakekatnya¬† adalah laisal ghina an katsrotil arodl walakinnal ghina ghinannafsi kalo kita jagi orang kya atau miskin jangan sperti berikut,ghinan mutghiya (kekayaan yang menghantarkan melakukan melampaui batas,faqron munsiya (kefakiran yang melupakan alloh)¬† dan harta kita yang sesungguhnya adalah amwalukum ma qodamtum wam taroktum falil warotsah: hartamu adalah apa yang kamu suguhkan kepada alloh,dan harta yang kamu tinggalkan maka itu bagian untuk ahli warismu . akibat hubbuddunya adalah al wahn:kecemas,ketakutan,kegelisahan

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Galah Asin/Gobak Sodor, Permainan Anak-anak …

Bowo Bagus | | 15 September 2014 | 14:47

Punya Masalah Layanan BPJS hingga Keuangan? …

Ilyani Sudardjat | | 15 September 2014 | 11:44

Prostitusi dan Dominasi Turis Arab di …

Sahroha Lumbanraja | | 15 September 2014 | 13:02

Siapa Peduli Kesalahan Prasasti ASEAN di …

Syaripudin Zuhri | | 15 September 2014 | 11:54

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Buat Keju Sendiri Yuk …

Fidiawati | 7 jam lalu

Jokowi dan UU Pilkada Potret Kenegarawanan …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Ahok Emang Cerdas Kwadrat …

Ifani | 9 jam lalu

Memahami Cinta, Pernikahan dan Kebahagiaan …

Cahyadi Takariawan | 10 jam lalu

Koalisi Pembodohan …

Zulfikar Akbar | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Mengapa Saya Memilih “Bike to …

Happy Indriyono | 8 jam lalu

Festival Film Bandung, SCTV, dan Deddy …

Panjaitan Johanes | 8 jam lalu

Masyarakat Ekonomi Asean 2015 …

R_syah | 8 jam lalu

Blusukan = Berunding dan Berdamai …

Blasius Mengkaka | 8 jam lalu

Ultah Ke-30, Pangeran Harry Merasa Masih …

Darren Wennars | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: