Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Pesona Wanita Jawa & Sunda di Mata Pria Indonesia

OPINI | 27 April 2013 | 05:19 Dibaca: 15016   Komentar: 72   7

13670245711408203456Beberapa kawan saya (Tigor, Monang, Saut, Parulian, Ronald dll) yang merupakan keturunan suku batak mempunyai istri orang jawa atau orang sunda. Padahal berdasarkan cerita mereka, bapaknya meminta mereka mencari kekasih boleh gadis dari suku apa saja, tapi untuk jadi istri kalo bisa gadis batak.

Mereka sudah berusaha menuruti anjuran orang tuanya, tapi apa daya, yang ketemu dan pas di hati hanya gadis Jawa dan gadis sunda, akhirnya dengan berat hati dan berat ongkos, mereka pun menikah dengan gadis jawa dan gadis sunda. Pilihan mereka tidak salah rupanya, dalam perjalanan waktu, kehidupan keluarga mereka bahagia, orang tua mereka di huta (kampung di sumatra) yang tadinya kurang suka dengan menantu, malah jadi suka dan jatuh cinta. Malah ada yang titip ke mantunya minta di carikan istri orang jawa atau sunda kalo bisa yang muda, karena sang mertua sudah lelah hidup sendiri menduda.

Singkat cerita, kawan-kawan dari suku batak, termasuk kawan-kawan dari suku ambon, bugis, padang, dayak, banjar, menado, papua yang mempunyai istri wanita jawa atau sunda menjelaskan tentang pesona dan kelebihan gadis Jawa dan sunda di mata mereka. Mereka tidak melebih-lebihkan karena sudah mengalami sendiri. Dalam hati saya hanya bisa membenarkan, karena yang mereka ceritakan benar adanya menurut saya. Kebetulan bude campuran jawa dan sunda (lebih mantab lagi).

Untuk lebih jelasnya tentang pesona gadis Jawa dan sunda, cek it out ;

1. Wanita Jawa Ayu dan wanita sunda Geulis. Bukan rahasia lagi kalo banyak gadis-gadis jawa yang ayu, baik ayu rupanya, maupun Ayu namanya, kalo gak percaya silakan nongkrong di Tunjungan Plaza Surabaya, Malioboro Mall Yogya, dan Solo Paragon Mall, banyak gadis-gadis jawa yang ayu, sampai kawan saya bilang, “Ayu tenan rek”. Dan juga kebanyakan gadis-gadis sunda itu geulis, kalo gak percaya silakan nongkrong pas malam minggu di Bandung Indah Plaza, Paris Van Java Plaza, Cihampelas Walk, leher akan sakit dan kepala pusing, karena susah mencari wanita yang jelek, hampir semua yang bersliweran dan bolak balik masuk kategori geulis. Sampe kawan saya bilang, “geulis pisan euy”.

2. Wanita jawa dan sunda sifat aslinya NRIMO. Bila pria yang menjadi kekasihnya hanya apel malam minggu pake sepeda, atau sepeda motor, atau mobil pinjaman, tetap diterima, kalopun dilarang oleh bapaknya si gadis jawa atau sunda, pacaran tetap bisa dilakukan diam-diam (back street. Begitu pula saat sudah menikah, bila suaminya hanya bisa memberi gubuk di pinggir rel atau bantaran kali di terima (penghuni gubuk pinggir rel dan bantaran kali adalah keluarga dari jawa atau sunda), dan bila suami memberi rumah seperti istana karena sudah punya uang, juga akan diterima (contoh : Dipta anindita dan Mahdiana)

3. Wanita jawa dan sunda PENURUT. Penurut disini beda artinya dengan nrimo. Penurut disini berarti gadis jawa atau sunda tidak membantah perkataan pasangan. Pasangan minta di buatkan teh atau kopi, dibuatkan. Pasangan minta dipijitin atau dikerokin karena masuk angin, dilakukan. Pasangan minta dilayani gaya-gaya sex terbaru karena terpengaruh nonton video porno seperti anggota DPR RI dari PKS ustad Arifinto, dilayani. Pasangan minta kawin lagi karena merasa mampu, diperbolehkan. (Contoh ; Eyang Subur, Syech puji, AA Gym) Hihihihi

4. Wanita jawa dan sunda sayang mertua dan keluarga suami. Suatu anugerah bagi pasangan berumahtangga bila menantu diterima dengan hangat oleh mertua atau keluarga pasangan. Hal ini menjadi masalah klasik dihampir seluruh keluarga, menantu tak cocok dengan mertua, didepan suami bisa terlihat tak ada masalah, tapi jika sudah di dapur berdua, mertua perempuan khotbah kepada menantu perempuannya sejak bumbu diiris sampai masakan siap saji di meja makan. Ada saja masalah yang dibahas, nyapu tidak bersih, nyuci baju tidak bersih, dll, intinya gak becus ngurus suami (anak laki-laki kesayangannya). Nah wanita Jawa pintar mengambil hati mertua, misal : saat liburan ke luar negeri atau ke bali, mertua dibelikan oleh-oleh yang banyak, padahal uang di dompet pas-pasan, mengatakan kemana-mana masakan mertua paling enak padahal sering keasinan dll.

No 5 dan 6 khusus wanita jawa

5. Wanita Jawa menguasai bahasa pergaulan nasional dan internasional (bahasa jawa). Apa bahasa yang sering dipakai sebagai bahasa pergaulan di seluruh Indonesia, dan diseluruh dunia ? Jawabnya bahasa Jawa. Bahasa jawa di gunakan dimana-mana, dari Aceh sampai Papua, begitu juga di luar negeri, dari Amerika Utara sampai Australia, apalagi di Suriname, Hongkong, Malaysia, Timur Tengah dll yang banyak TKI dari Jawanya. Perhatikan deh jika banyak orang berkumpul, mereka menggunakan bahasa jawa dalam percakapannya, bukan bahasa Indonesia, hingga akhirnya teman-teman saya yang orang batak, menado, ambon terpaksa belajar bahasa jawa, dan tambah lama mereka bisa bicara bahasa jawa, tetapi bukan kelasnya kromo hinggil. Kata mereka : “sikit-sikit iso boso jowo.”

6. Wanita Jawa kuat dan gigih dalam berusaha. Orang tua mengatakan dibalik pria hebat ada wanita hebat dibelakangnya. Di Jawa kata-kata orang tua ini dilengkapi maknanya dengan kata-kata : tanpa pria, wanita akan menjadi lebih hebat.
Hal ini bisa terlihat dari contoh-contoh di bawah ini :
- Ny Meneer yang berdiri sejak tahun 1918, tidak pernah terdengar kiprah suaminya Tn Meneer dalam usaha jamunya,
- Ny Suharti (pengusaha restoran ayam goreng) berdiri sejak tahun 1965, tidak pernah terdengar kiprah suaminya Suharto dalam usaha restoran ayam goreng ini.
Bener-bener kuat dan gigih yah wanita jawa, berdiri sejak lama gak cape-cape, kita aja berdiri 3 jam udah kesemutan.

Selamat Pagi Indonesia

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bertemu Dua Pustakawan Berprestasi Terbaik …

Gapey Sandy | | 30 October 2014 | 17:18

Asiknya Berbagi Cerita Wisata di Kompasiana …

Agoeng Widodo | | 30 October 2014 | 15:40

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Paling Tidak Inilah Kenapa Orangutan …

Petrus Kanisius | | 30 October 2014 | 14:40

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 5 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 8 jam lalu

Muhammad Arsyad Tukang Sate Luar Biasa, Maka …

Opa Jappy | 11 jam lalu

DPR Memalukan dan Menjijikan Kabinet Kerja …

Sang Pujangga | 11 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Jangan Biarkan Anak Mengerjakan PR Sendiri …

Guntur Cahyono | 8 jam lalu

Review “Mobius” Thiller atau Drama …

Irvan Sjafari | 8 jam lalu

Hujan dan Rinduku …

Redha Wahyu Pradana | 8 jam lalu

Pemuda Dambaan Umat …

Neti Nurhayati | 8 jam lalu

Peneliti Ternak Temukan Pakan Unggas …

Patar Uddin | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: