Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Jeremias Hasintongan

Siswa SMP Negeri 4 Depok, Pengagum Enyd Blyton, Franklin W Dixon, JK Rowling. Hobby membaca selengkapnya

Bhinneka Tunggal Ika Versi Opung Doli dan Eyang Kung

OPINI | 22 April 2013 | 23:34 Dibaca: 330   Komentar: 0   0

Aku berasal dari keluarga majemuk. Keluarga ayahku berasal dari Jawa Timur sedangkan keluarga ibuku berasal dari Sumatra Utara. Seperti semboyan di kaki Burung Garuda yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda- beda tetapi tetap satu jua, walaupun berasal dari daerah yang berbeda, kedua keluargaku memiliki banyak persamaan. Yang paling membuat aku geli yaitu kedua kakekku yaitu opung doli dan eyang kungku sama- sama tidak tahu menahu kapan mereka di lahirkan.

Opung doliku lahirnya di Lumban Tungkup, Samosir. Tetapi menurut yang dia ceritakan kepadaku dia lahir pada saat “POLTAK BULAN” atau artinya dalam bahasa Batak ”TERANG BULAN”. Jadi dia membuat tanggal lahirnya 15 April. Padahal Terang Bulankan tidak selalu tanggal 15 April? Hahahahahaha.. Yang menjadi acuan tahun dia lahir adalah setelah saudaranya si Pamauge lahir. Padahal si Pamauge ini juga nggak tahu tahun kelahirannya kapan. Bingung kan?????? Yang si Pamauge tahu adalah pas tentara Jepang masuk dia sudah ikut baris berbaris, atau sekitar kelas 2 SD. Setelah dihitung- hitung yang asalnya nggak tahu darimana akhirnya didapat tanggal 15 April 1939.

Eyang Kungku lain lagi. Dia berasal dari desa Widodaren, Ngawi Jawa Timur. Eyang Kung ku juga tidak jelas tahu tanggal kelahirannya. Menurut Eyang Kung di lahir pada saat Gunung Kelud meletus. Padahal Gunung Kelud itu meletus ada pada tahun 1917, 1933, dan 1937. Tapi herannya kok tahun yang dia pilih tahun 1937 ya? Eyangkung juga bercerita, sambil membela diri bahwa sebetulnya tanggal lahinya dicatat, tetapi dicatat di batu- batu, dan pohon- pohon tetapi karena sudah terkena banjir, erosi, pengikisan dan lain- lain maka catatannya sudah hilang. Tanggal lahirnya yaitu tanggal 1 Desember 1937 itu sebetulnya dia kira- kira saja.

Itulah cerita tentang Opung Doliku dan Eyang Kung. Walaupun berasal dari daerah yang berbeda tetapi mereka memiliki kesamaan yaitu tidak tahu kapan mereka di lahirkan.

HIDUP BHINNEKA TUNGGAL IKA. HIDUP INDONESIA

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Rupiah Tiada Cacat …

Loved | | 17 October 2014 | 17:37

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Ekspektasi Rakyat terhadap Jokowi …

Fitri.y Yeye | | 21 October 2014 | 10:25

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46


TRENDING ARTICLES

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 7 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 9 jam lalu

Ajari Anak Terampil Tangan dengan Bahan Alam …

Gaganawati | 10 jam lalu

Siapa Sengkuni? Amien Rais, Anda Atau Siapa? …

Erwin Alwazir | 14 jam lalu

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Waspadai Penipuan di Sekeliling Anda …

Syahdan Adhyasta | 9 jam lalu

Janji Kelingking Masa Lalu …

Fitri Manalu | 10 jam lalu

Ibu Negara …

Rahab Ganendra | 10 jam lalu

Kindi: Fotografer Cilik …

Dewilailypurnamasar... | 11 jam lalu

Kuliner Bebek Mercon di Warung Komando Eko …

Sitti Rabiah | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: