Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Wahyu Angko

Sastra Prancis UI 09

Langkah Berliku Menuju Mimpi yang Besar

REP | 21 April 2013 | 21:57 Dibaca: 274   Komentar: 0   0

oleh Wahyu Angko Saputro (Penerima Beasiswa Unggulan Kemdikbud 2013)

Setiap orang, terutama kaum muda, memiliki mimpi yang beragam: mimpi untuk mendapatkan Beasiswa Unggulan ke universitas yang prestisius di luar negeri, bekerja di suatu perusahaan multinasional, atau menjadi perwakilan bangsa di kancah dunia.

Mengharumkan nama bangsa melalui kompetisi berlevel internasional juga merupakan mimpi yang besar dan kesempatan yang sangat langka. Sejumlah putra putri bangsa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) marching band Madah Bahana Universitas Indonesia (MBUI) memperoleh kesempatan tersebut pada Desember 2012. Dengan mengusung tema ‘Nusantara’ dan membawakan lagu-lagu daerah, MBUI berangkat ke Ubon Ratchatani, Thailand, dengan komposisi 119 pemain untuk mengikuti Thailand International Marching Band Competition (TIMBC).

Perjalanan menuju TIMBC tidak mudah, dibutuhkan persiapan dan latihan selama 2 tahun dan anggaran dana sebesar 2 milyar rupiah. Sebagai sebuah tim, UKM ini dibagi menjadi pemain (pasukan) yang berjumlah 119 mahasiswa dan pengurus inti yang terdiri dari 12 orang mahasiswa. Keduabelas pengurus inti ini yang menjadi penentu segala kegiatan yang dijalani MBUI menuju TIMBC yang meliputi penggalangan dana, perekrutan pemain, dan proses latihan. Kerjasama antara pasukan dan pengurus sangat diutamakan.

Dalam perjalanannya terdapat berbagai masalah yang dihadapi baik oleh pengurus maupun pasukan.  Latihan yang diprogramkan cukup berat, yaitu Selasa dan Kamis pukul 16.00-20.00 serta Sabtu dan Minggu pukul 10.00-18.00. Oleh sebab itu, tiap anggota harus pandai membagi waktu karena mereka semua berasal dari kalangan mahasiswa yang memiliki berbagai kesibukan akademis. Selain  masalah waktu, pengurus juga dipusingkan dengan masalah dana yang tak kunjung terpenuhi, serta tempat latihan yang terbatas. “Kita berlatih di lapangan terbuka, hal tersebut sangat merepotkan jika di tengah latihan turun hujan, tidak ada tempat untuk berlatih, kita harus menggotong alat-alat musik yang berat itu dengan diselimuti terpal. Dan kita mau tidak mau harus bersyukur jika cuaca sangat panas, walaupun kulit terasa perih disengat matahari”, ujar Yohanna Ariesta, komandan pasukan MBUI 2011-2012.

Para pelatih merupakan mahasiswa dari UI yang sudah cukup lama bergabung dengan Unit ini. Untuk membangun sebuah tim yang baik dibutuhkan skill bermusik yang untuk membentuknya membutuhkan waktu lama karena sebagian besar anggota yang bergabung dengan MBUI sebelumnya tidak mempunyai pengalaman di dunia marching band. Selain skill bermusik, yang juga diutamakan adalah perilaku keseharian pemain. “Saya lebih memilih orang yang memiliki attitude baik tapi tidak mahir bermusik dibanding orang yang mahir bermusik tapi tidak memiliki attitude yang baik dalam berlatih”, ujar Budi Hartanto, pelatih perkusi  MBUI.

Kerja keras yang dilakukan sepenuh hati akhirnya membuahkan hasil. Banyak sekali pihak yang mendukung MBUI agar dapat berangkat ke Thailand.  Akhirnya organisasi yang dikelola oleh mahasiswa dan mahasiswi UI ini meraih juara 2 untuk semua kategori yang diikuti yaitu Marching Show, Drumbattle, Street Parade, serta Silver Pride untuk Individual Contest. Hal tersebut memberikan pelajaran yang berarti bahwa segala sesuatu yang kita impikan dapat  diraih meskipun jalan yang harus ditempuh tidak selalu mulus. Seperti dikatakan Presiden SBY dalam akun twitternya, “Tidak pernah ada jalan yang mudah dan lunak untuk mencapai cita-cita yang besar. Mari terus berjuang dan bekerja keras.”

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Melatih Anak Jadi Kompasianer …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 23:47

Ibu Renta Itu Terusir …

Muhammad Armand | | 22 December 2014 | 09:55


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 4 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 6 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 7 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 9 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 9 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: