Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Jeremias Hasintongan

Siswa SMP Negeri 4 Depok, Pengagum Enyd Blyton, Franklin W Dixon, JK Rowling. Hobby membaca selengkapnya

Buku-buku di Perpustakaan yang Terlupakan

REP | 21 April 2013 | 22:33 Dibaca: 154   Komentar: 6   0

Namaku Jeremias Hasintongan Tjahyo . Aku bersekolah di SMP Negeri 4 Depok. Aku mempunyai hobi membaca terutama buku- buku petualangan dan detektif karangan penulis kenamaan seperti Enyd Blyton, Franklin W. Dixon, Agatha Christie, Herge dan lain-lain. Oleh karena itu setiap istirahat aku pergi ke perpustakaan sekolah. Aku pergi ke perpustakaan setelah menghabiskan bekalku. Terkadang aku pergi ke perpustakaan bersama temanku yang bernama Jahns Michael.

Aku senang sekali ke perpustakaan sekolah. Disana ada berbagai macam buku, dan diantara buku tersebut ada beberapa buku yang aku senangi yaitu buku Lima Sekawan, Hardy Boys, Ulyses Moore, Sapta Siaga, Pasukan Mau Tahu, Tintin dan masih banyak lagi. Aku senang mengisi jam istirahat di perpustakaan sekolahku karena perpustakaan sekolahku mempunyai edisi lama dari buku-buku tersebut diatas, jadi aku bisa membandingkan isinya. Terkadang edisi lama dari suatu buku, judul, cerita dan tokoh-tokohnya agak berbeda dengan edisi baru. Misalnya tokoh pada Profesor Calculus pada Tintin edisi lama diganti menjadi Profesor Lakmus pada Tintin edisi baru, demikian juga tokoh anjing Tintin Snowy diganti menjadi Milo. Aku juga pernah menemukan serial Lima Sekawan lama yang terbit waktu jaman mamaku sekolah dulu, aku sampai meminjam dan menunjukkannya pada mama. Itulah asyiknya mengisi jam istirahat dengan membaca dan meminjam buku di perpustakaan sekolahku.

Buku-buku di perpustaan sekolahku lumayan lengkap, baik edisi lama maupun edisi baru, tetapi sayangnya buku- buku tersebut tidak dapat dipajang semua. Hal ini dikarenakan rak- rak bukunya sudah tua dan dimakan rayap. Aku dan teman-temanku sudah banyak yang menganjurkan untuk membeli rak buku lagi, tetapi kata penjaga perpustakaan, sekolah kami belum mempunyai dana untuk membeli rak- rak buku itu. Aku sedih sekali karena banyak buku yang bermutu tetapi hanya disimpan di gudang perpustakan. Aku juga sedih karena buku adalah gudang ilmu, tetapi banyak buku di sekolahku yang hanya di sia- siakan. Jika buku itu dapat berbicara maka ia akan berbicara¬†”SEKARANG AKU AKAN MENJADI SAMPAH dan TERLUPAKAN”. Aku tidak ingin buku itu berbicara seperti itu ……….

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Latahnya Pedagang Kaki Lima …

Agung Han | | 17 September 2014 | 04:16

Polemik Kabinet Jokowi-JK …

Mike Reyssent | | 17 September 2014 | 05:05

Potret-Potret Geliat TKW HK Memang …

Seneng Utami | | 17 September 2014 | 06:07

Pro-Kontra Pembubaran (Sebagian) Kementerian …

Hendi Setiawan | | 17 September 2014 | 08:17

Setujukah Anda jika Kementerian Agama …

Kompasiana | | 16 September 2014 | 21:00


TRENDING ARTICLES

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 3 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 3 jam lalu

Sebuah Drama di Akhir Perjalanan Studi …

Hanafi Hanafi | 4 jam lalu

Di Airport, Udah Salah Ngotot …

Ifani | 5 jam lalu

Pak Ridwan! Contoh Family Sunday di Sydney …

Isk_harun | 9 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: