Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Indri Hapsari

Belajar membaca di Kompasiana. Belajar menulis di indrihapsariw.com

Kenapa LDR Bisa Gagal?

OPINI | 18 April 2013 | 06:39 Dibaca: 1088   Komentar: 73   12

Long Distance Relationship atau LDR dianggap sebagai momok dalam berhubungan, sampai ada yang karena sudah bolak balik gagal, menyebutnya sebagai Relationsh*t. Sebenarnya ngga perlu selebay itu, LDR bisa berhasil kok asal ketemu dengan orang yang tepat saja. Maksudnya orang yang serius mau diajak LDRan, dan bukan menganggapnya sebagai selingan.

Sekarang, apa sih yang membuat LDR tidak berhasil?

1. Menganggap pasangan berada di planet lain.
Sejauh-jauhnya Anda berdua berada, tetap yang namanya bertemu itu harus dan mesti. Jadi jangan alasan kejauhan, selama pasangan Anda bukan alien, masih mungkin kok untuk ketemu. Utarakan niat Anda kapan akan menemuinya, mau tahun depan juga ngga apa, yang penting sudah ada niatan dan rencana untuk berjumpa.

Kenapa harus ketemuan? Selain grepe virtual itu ngga enak *becandaaaa..jangan dikepruk yaaa :P*, bagaimanapun kualitas pertemuan nyata itu lebih haseq daripada bertemu maya. Kita jadi tahu perubahan fisik pasangan *kalau masih tumbuh :)*, pandangan matanya saat bertemu muka, dan bisa meluruskan semua kesalahpahaman.

20130418-063052.jpg

Hayo, kalau dulu rayuannya ‘tujuh gunung kan kudaki, tujuh samudra kan kusebrangi’ sekarang masa’ loncat ke bis ketemu pujaan hati aja susahnya setengah mati?

2. Menganggap pasangan suspect number one
Bawaannya curigaaa terus, pokoknya hari ini ngga SMS itu pertanda dia selingkuh. Hari ini ngga nelpon siapa tahu si dia lagi berasyik masyuk dengan yang lain. Selain mengacaukan hari-hari kita, pasangan juga ngga nyaman serasa diintai terus aktivitasnya. Apalagi pakai menyebarkan ke teman-teman pasangan ‘Back off deh, itu pacar gue!’. Risih kali, terutama buat cowok ya, karena kesannya diintai dimana-mana.

Percaya itu penting. Waspada juga penting. Namun ada baiknya waspada disampaikan dengan cara yang halus, ngga kelihatan bocornya *aih, ngomong apa ini*. buat seolah santai saja menghadapi pergaulan pasangan, tapi sebenarnya hati deg-degan. Itulah perlunya pengendalian emosi, biar ngga kaya orang kepo beneran.

3. Menganggap pasangan anak kecil, gampang dibohongin
Sebaliknya, ada juga yang hobinya ngebohongin pasangan. Mumpung jauhan, boleh dong buka cabang antar kota? Akhirnya ya ngeles mulu, sok sibuk kerja padahal ‘merantau’ kemana-mana.

Godaan pasti ada. Yang bisa dilakukan adalah tutup celahnya dengan tegas, karena sekali mengijinkan, bakalan terus merangsek ke dalam *hiyaaa!*. Persibuk diri dengan banyak kegiatan, dan bergaul dengan banyak teman, bukan intens dengan satu orang saja, mana yang paling cakep lagi! *eaaa…pinter banget milih temannya yak!*

Kejujuran, adalah hal yang utama. Segera ceritakan ke pasangan, kalau ada yang menggoda, atau tergoda. Pasanganlah nanti yang akan terus mengingatkan, untuk berhati-hati. Jangan malah dinikmati, kebablasan, bisa modyar nanti :)

4. Menganggap pasangan sudah tahu batasnya.
Istilahnya, apakah seat belt yang Anda kenakan sama? Misal Anda menganggap cupika cupiki lawan jenis itu biasa, tapi si dia mengharamkannya. Nah, daripada ribut, mending hal-hal begini dibicarakan secara terbuka, biar ngga terjadi hal yang begono.

5. Menganggap pasangan sangat sangat independen.
Bagaimanapun, mengungkapkan perasaan dan  melakukan kegiatan bersama itu wajib dilakukan, meskipun jauhan. Misalnya main game online, nonton TV barengan *program yang sama ya, jangan yang satu nonton Farah Quinn, yang satu nonton acara travelling ke gunung. Sama-sama besar sih, tapi kan jadinya ngga nyambung*.

Perlu untuk nanya kesehariannya, yah tunjukkan kalau kita perhatian, misal mengingat tanggal atau kejadian penting, merencanakan masa depan, dan memberi kejutan. Secara kurir udah banyak, kirim-kirim apa kek ke pasangan, jangan email doang. Memberi benda pribadi juga akan mengingatkan pasangan kalau ada yang nungguin entah jauh di sana. Jangan tunggu sampai ketemu untuk memberikan, keburu jamuran! :)

Ngga susah kan? Selamat LDR, dan menerjang seribu hambatan di depan!
*mlipir*

***
sumber gambar : wikihow.com
20130415-234926.jpg

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Jadi Presiden dengan 70,99 Juta Suara …

Politik14 | | 22 July 2014 | 18:33

Prabowo Mundur dan Tolak Hasil Pilpres Tidak …

Yusril Ihza Mahendr... | | 22 July 2014 | 17:27

Mudik? Optimalkan Smartphone Anda! …

Sahroha Lumbanraja | | 23 July 2014 | 02:49

Apakah Rumah Tangga Anda dalam Ancaman? …

Agustinus Sipayung | | 23 July 2014 | 01:10

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: