Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Seks Bebas

OPINI | 13 April 2013 | 16:59 Dibaca: 1330   Komentar: 2   0

Perlukah aturan-aturan dalam berhubungan seks? Kalau perlu, maka seketat apakah aturan itu seharusnya? Berikut adalah ilustrasi dari dua ujung sisi ekstrim:

  • 100 % seks bebas. Artinya orang boleh berhubungan seks dengan siapa saja, kapan saja, dimana saja. Tidak ada batasan apapun termasuk batasan keluarga, umur, tempat, waktu, dan dengan cara apapun. Jelas ini adalah sangat menjijikkan. Orang yang masih waras jelas menentangnya. Hanya orang gila yang menyetujuinya. Seks bebas dalam arti yang sesungguhnya jelas tidak bisa diterima. Hubungan seks haruslah diatur.
  • No sex. Berhubungan seks sama sekali dilarang. Ini jelas tidak perlu dibahas.

Maka jelas aturan dalam berhubungan seks berada di antara kedua kutub di atas, seperti terlihat di gambar berikut:

1365845549250555611

.

Jika ke dua ujung dipersempit, maka ada dua kutub baru yaitu aturan ala orang barat dan aturan agama. Aturan agama dengan ketat mengatur perkara hubungan seks ini, sedangkan aturan ala barat adalah aturan yang keluar dari batas-batas yang ditetapkan agama.

Bangsa ini sedang mengalami konflik budaya yang luar biasa. Di satu sisi, banyak yang ingin mempertahankan budaya lama, termasuk juga aturan agama dalam berhubungan seks. Tapi di lain sisi, serbuan budaya barat begitu luar biasa, menarik-narik dan menggoda orang untuk mengikuti aturan ala bule. Yang tergodapun tidak pandang umur dan jabatan, mulai dari anak SD sampai orang-orang terhormat yang sudah tua bangka. Bagi mereka yang senang dengan seks bebas, maka aturan ala barat inilah yang akan dianutnya.

Maka aturan manapun yang akan dipilih bangsa ini, cenderung ke kanan atau cenderung ke kiri, akan sangat tergantung dengan analisa masyarakat terhadap permasalahan-permasalahan dan kerugian-kerugian yang berpotensi ditimbulkan oleh hubungan seks bebas ini. Yang jelas, jika ada masalah dari hubungan seks bebas ini, maka wanitalah yang kebanyakan dapat masalah, dan laki-lakilah yang kebanyakan melarikan diri dari masalah. Biarpun begitu, entah kenapa, para wanita itu masih saja ada yang mau melakukan seks bebas.

.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Lagi Fenomena Jokowi di Bentara …

Hendra Wardhana | | 25 October 2014 | 05:13

Bertualang dalam Lukisan Affandi …

Yasmin Shabrina | | 25 October 2014 | 07:50

Mejikuhibiniu: Perlukah Menghapal Itu? …

Ken Terate | | 25 October 2014 | 06:48

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 3 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 9 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Semoga Presiden Jokowi Tidak Salah Pilih …

Hendi Setiawan | 8 jam lalu

Pelatihan Intel Teach Project Based Learning …

Aosin Suwadi | 9 jam lalu

Membuat Bunga Cantik dari Kantong Plastik …

Asyik Belajar Di Ru... | 10 jam lalu

Benalu di Taman Kantor Walikota …

Hendi Setiawan | 10 jam lalu

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: