Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Angel Heart

to thee a man in a space that is still a secret gods, whose face selengkapnya

Mereka yang Terlena

REP | 01 April 2013 | 07:44 Dibaca: 435   Komentar: 0   2

Jakarta underground
……………….
Dunia malam identik dengan kehidupan bebas.mulai dari narkoba,bisnis esek-esek,melobi client di tempat hiburan malam dan tentu saja pelengkapnya adalah wanita-wanita muda yang cantik dan sexy.
Sekali lagi saya dibilang ANEH oleh sebagian orang,mungkin karena saya memiliki pemikiran yang lain dan sudut pandang yang berbeda.
Sering kali saya melihat berita di stasiun TV menayangkan glamournya kehidupan malam,saya terpana dan tentu saja terkadang saya begitu pilu ketika menyaksikan secara langsung bagaimana kehidupan dunia malam itu sesungguhnya.
Ada yang sukses dan kaya hidup dari dunia tersebut.tapi sering kali saya mendengar banyak yang jatuh masuk ke dalam lubang hitam YA itu adalah kehancuran hidup bagi orang tersebut.ada yang berjaya ada juga juga yang hancur!
Hidup ini begitu keras kawan,tapi berhati-hatilah kalian dalam setiap langkah tujuan hidupmu yang kau jalani.

Well,saya tidak bermaksud menjudge mereka sebagai pelaku dunia malam.hanya saja saya disini ingin berbagi cerita yang mungkin bisa kalian renungkan baik-baik dan dengan kepala dingin!
Bisakah kalian bayangkan dari seringnya kalian mengkonsumsi narkoba bagaimana efeknya untuk kalian nanti kedepannya?

Pernahkah kalian memikirkan kesehatan kalian dalam jangka waktu yang cukup panjang?

Pernahkah kalian semua berpikir dan renungkan bagaimana jika kalian terjerat hukum karena kasus drugs?
Betapa malunya orangtua kalian,keluarga dan orang-orang terdekat!
Saya pernah melakukan riset secara pribadi saya memperhatikan dan merenungkan mereka yang mengkonsumsi barang tersebut bagaimana itu terlihat dari cara dia bersikap ya sikap seseorang adalah cerminan sesungguhnya orang tersebut.dan itu berpengaruh dari barang tersebut yang mereka konsumsi.

Dalam segala keterbatasan dan semua kekuranganku aku bertahan walau sering kali godaan itu datang.aku memilih untuk bertahan untuk menarik diri dari dunia kelam tersebut.
Walau sering kali aku mendapat cibiran dan hujatan kata-kata yang menyakitkan hati.
“Pelajaran termahal yang ku dapatkan adalah aku memang pernah hancur,tapi bukan berarti semakin menghinakan diri ini larut dan tenggelam dalam glamournya kehidupan dunia malam.allah telah memberikan aku kesempatan hidup yang kedua itu adalah hal yang sangat berharga untukku,meski susah perih dan pedih aku bertahan untuk tidak larut dalam kehidupan tersebut karena aku punya keyakinan yang kuat bahwa allah maha baik untuk hamba-hambanya yang mau berubah dan terus memperbaiki diri dan mengindahkan serta mempercantik kepribadian kita juga sayangilah masa muda kalian bahwa hidup ini begitu berharga untuk dihancur-hancurkan.ingatlahkalian lihatlah kalian masih punya orangtua,keluarga,orang-orang yang mencintai dan sangat menyayangi kalian,jangan pernah terlena pada glamournya kehidupan dunia malam,teruslah memperbaiki diri karena masih ada kesempatan.mereka akan sangat terluka jika melihat kalian hancur karena kehidupan kelam tersebut.masih banyak waktu,kesempatan itu selalu ada tapi cobalah untuk merenungkannya dan saatnya memperbaiki diri sebelum lubang hitam itu memenjarakan kita seperti budak kehidupan yang nista”

•mohon maaf untuk segala kata yang tidak berkenan:D•

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemuda Papua Unjuk Kreativitas Seni ‘Papua …

Viktor Krenak | | 28 November 2014 | 11:45

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Terpana Danau Duma …

Lukman Salendra | | 28 November 2014 | 12:25

Senangnya Terpilih Menjadi Host Moderator …

Edrida Pulungan | | 28 November 2014 | 13:43

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46



HIGHLIGHT

Filipina Terlalu Waras untuk Menang versus …

Joko Siswonov | 8 jam lalu

Sakit …

Katedrarajawen | 8 jam lalu

1 Desember, Hari Keramat untuk Papua? …

Evha Uaga | 8 jam lalu

Menikmati Kenyal dan Nendangnya Bakmi Karet …

Mas Lahab | 8 jam lalu

Bea Cukai Gagalkan Pengiriman Narkoba …

Sitti Rabiah | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: