Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Omi Ikhromi

Serang pelajar di dunia medis "The people have a need to know. Jurnalist have a right selengkapnya

Menerbangkan Balon Wonosobo di Serpong

REP | 27 March 2013 | 05:01 Dibaca: 293   Komentar: 0   0

Serpong- Minggu pagi 14 oktober 2012 kemarin, sejumlah siswa kelas 12 MAN Insan Cendekia Serpong mengadakan peluncuran balon udara  buatan mereka sendiri. Peluncuran balon udara ini dilakukan dalam rangka memperingati hari jadi angkatan kelas 12 yaitu Foranza Sillnova sebagai angkatan ke -16 di MAN Insan Cendekia Serpong.

Perayaan hari jadi angkatan sendiri sudah menjadi tradisi di MAN Insan Cendekia. Biasanya dari pihak kelas 3 yang mengadakan acara dengan mengundang adik-adik kelasnya untuk merayakan ulang tahun angkatan angkatan mereka.

Tahun ini acara perayaannya dimeriahkan dengan peluncuran balon udara walaupun ada penundaan. Sebetulnya peluncuran balon tersebut dilakukan pada pukul 6 pagi sebelum acara di kantin dimulai, namun karana suatu kendala peluncuran balon udara diundur pelaksanaannya setelah acara utama  kira-kira  jam 07.30 setelah acara di kantin sekolah selesai.

Meriah

Acara peringatan hari jadi angkatan tersebut berlangsung meriah. Pihak kelas 12 sendiri mengundang adik-adik kelasnya yaitu para siswa kelas 11 dan 10 untuk mengikuti acara dikantin pada pukul 06.00 hingga pukul 07.15. Panitia acara tersebut seniri seluruhnya berasal dari siswa kelas 12 yang dikoordinatori oleh buljum atau siswa-siswa kelas 12 yang berulang tahun pada bulan Mei, Juni, Juli. Sebetulnya ulang tahun angkatan tersebut berlangsung pada hari rabu tanggal 10 oktober namun karena padatnya jadwal di hari tersebut peringatan diundur pada hari minggu dimana siswa MAN Insan Cendekia Serpong memiliki waktu luang yaitu hari libur.

Setelah acara kerja bakti di pagi hari seperti biasa seluruh siswa kelas 10 dan 11 menuju ke Kantin untuk mengikuti acara di sana. Mereka langsung disambut para panitia I depan pintu kantin dengan suasana meriah selamat dating. Disana para siswa harus mengisi buku tamu terlebih dahulusebelum masuk. Acara didalam kantin sendiri diawali dengan sembutan, lalu performance dari perwakilan siswa kelas 10 lalu dilanjutkan penampilan kelas 12 dan diakhiri oleh penampilan kelas 12. Kelas 10 dan kelas 11 sendiri menampilkan penampilan band dan nyanyian, sementara para siswa kelas 12 menampilkan sebuah drama tentang siswa. Lalu akhirnya ditutup dengan sarapan bersama. Setelah itu baru ada peluncuran balon udara di lapangan dekat tempat wudhu laki-laki.

Kendala

Peluncuran balon udara tersebut sempat mengalami kendala dimana yang seharusnya dijadwalkan sebelum acara di kantin ditunda hingga selesai acara di kantin. Kendala tersebut muncul ketika balon hendak diisi udara panas tidak seimbang hampir terjilat api. Untung M.Retas A. dan Try Rudi H., yang sedang mengurusi api dengan sigap memukul balon agar tidak terjilat api. Namun alhasil ternyata balon tersebut robek. Oleh karena itu diperlukan perbaikan yang memakan waktu 45 menit sehingga setelah acara di kantin baru dapat diluncurkan engan sukses

Tradisi di kampung

Pembuatan balon udara tersebut diprakarsai oleh M. Retas A. yang terinspirasi dari budaya pembuatan balon udara di daerah di rumahnya di Wonosobo, Jawa Tengah. Biasanya di Wonosobo balon udara dibuat untuk memperingati Idul Fitri yang dibuat setiap RT yang diluncurkan sejak selama 7 hari sejak lebaran. Selain itu balon udara juga diluncurkan untuk memperingati ulang tahun Wonosobo yang diadakan pada festival balon udara. Oleh karena itu M. Retas A. mengganeng dua orang temannya yaitu Try Rudi H. dan Ahmad Faizin untuk membuat balon udara sebagai peringatan hari jadi angkatan mereka.

Kerja Keras

Pembuatan balon udara ternyata tidak mudah. Pengerjaan dilakukan dalam lima malam dimana siswa bebas dari kegiatan akademik yang diwalai pada malam selasa dan diakhiri pada malam sabtu semalam sebelum hari H. Sebetulnya pembuatan tidak terlalu lama hanya butuh 2 hari untuk empat orang bahkan sehari untuk 8 orang dimana saat itu banyak yang membantu. Namun Karena waktu para siswa terbatas, dan juga masih belum jelas bahan dan cara pembuatannya dengan pasti , apalagi ketika pembuatan sendiri  masih terjadi perdebatan antara ketiga orang tersebut. Ditambah lagi dalam proses pembuatan masih diwarnai oleh candaan diantara para siswa. Oleh karena itu proses pembuatan agak lama. Selain itu M.Retas sendiri dalam pembuatannya belum pernah membuat sendiri. Ia masih harus melakukan kontak dan bertanya dengan teman-temannya di rumah dalam masalah proses pembuatan balon udara tersebut.

Konsep pembuatan balon udara adalah menangkap udara dengan tekanan lebih rendah daripada udara sekitar sehingga dapat dengan mudah naik ke udara. Oleh karena itu dibtuhkan suatu bahan yang dapat menangkap udara tersebut dan ringan dan tidak meleleh, seperti kertas minyak dan kertas sampul. Lalu diperlukan pengisisan udara tersebut dengan menggunakan asap pembakaran tak sempurna. Selain itu diperlukan kompor yang diletakkan di bawah balon udara yang berfungsi seperti pintu yang menjaga udara di dalam balon tersebut tidak keluar dan menjaga tekanan udara tersebut.

Bahan-bahannya sendiri teriri ari 126 kertas minyak ukuran A2, kertas payung 42, lem kertas 1 kilo, tali kasur, bambu tipis 6 meter, kawat  meter, dan tali kasur. Untuk kompor balon udara, dibutuhkan kain yang dilumuri solar yang diletakkan di dasar balon. Dan asap yang digunalkan dihasilkan dari pembakaran  kayu dan ban yang menghasilkan asap hitam. Selain itu diletakkan pemberat berupa pasir sekitar 8 ons agar seimbang. Beberapa bahan-bahan ini seperti kertas-kertas dan lem didapatkan dari toko terdekat di Pasar Serpong dengan menitip ke satpam sekolah. Sisanya didapat dari barang-barang bekas

Proses pembuatan dimulai dengan pembuatan balon tersebut. Ukuran balon sendiri sudah ada aturan baku tersendiri. Di Wonosobo ada aturan tersendiri dalam pembuatan balon. Ada istilah mubeng dan munggah. Kedua istilah ini berasal dari bahasa jawa. Munggah berarti tinggi dan mubeng berarti keliling. Misalnya bila tingginya berapa maka kelilingnya berapa, itu sudah ada aturan sendiri. Balon dibentuk dengan menempelkan kertas minyak sesuai desain yang diinginkan. Untuk bagian atas dan bawah ditempel kertas sampul karena daerah tersebut paling panas. Kertas sampul ternyata lebih tahan panas daripada kertas minyak. Lalu diantara penempelan dua kertas yang membentuk kerangka ditempel dengan tali kasur. Untuk ukuran tali kasur sendiri 9 kali keliling balon udara. Fungsi dari tali kasur ini seperti otot untuk menahan  kertas ketika balon udara  mengembang agar tidak hancur. Karena tali kasur sendiri ringan dan kuat.

Lalu setelah kertas secara datar dibuat baru dilipat dan digunting menurut bentuk yang diinginkan. Ada tiga bentuk dasar, yaitu bundar, lonjong dan bola lampu. Untuk balon udara yang dibuat kemarin di MAN Insan Cendekia dibuat dengan model bola lampu. Menurut M.Retas proses pengguntingan ini menerutnya fatal. Karena diperlukan kehati-hatian agar diperoleh bentuk sesuai keinginan.

Setelah itu baru balon dirangkai menjadi bentuk tiga dimensidengan bantuan bambu dan kawat dimulut lubang. Setelah itu nyalakan api untuk menghasilkan asap. Pada saat itu ban yang digunakan sebagai bahan untuk menghasilkan asap, sehingga dihasilkan asap hitam.

Pada awal peluncuran terjadi kendala pada keseimbangan karena belum ada beban oleh karena itu jatuh ke salah satu sisi dan hampir terkena api. Untungnya dapat diperbaiki dengan ditambal. Setelah perbaikan sebetulnya balon masih sedikit tidak seimbang karena adanya tambalan yang tebal serta ada beberapa titik yang masih bocor. Namun balon udara yang membawa spanduk bertuliskan Foranza berhasil mengudara dengan suskes.

Puas

Usaha selama seminggu tersebut akhirnya berbuah sukses. Sebelumnya malah ada rencana peluncuran parasut ketika balon tersebut terbang namun karena ada beberapa kendala tidak sempat terealisasikan. Peluncuran kemarin sebetulnya sudah memuaskan khalayak para siswa MAN Insan Cendekia Serpong. Salah satu guru MAN Insan Cendekia Serpong yang tinggal di MAN Insan Cendekia Serpong yaitu Bapak Japar, M.Pd terlihat ikut menyaksikan peluncuran balon udara sambil duduk diatas motor membawa Koran.

Sebetulnya peluncuran balon udara tersebut merupakan peluncuran dan pembuatan balon udara hasil karya tangan sendiri ini merupakan yang pertama di MAN Insan Cendekia. Setelah balon udara tersebut berhasil mengudara, para siswa khususnya para kru yang mempersiapkan peluncuran sontak langsung bersorak-sorai merayakan keberhasilan peluncuran balon tersebut karena sebelumnya, sempat gagal. Sempat  pada saat itu ada perasaan putus asa bahwa balon udara ini tidak akan mengudara setelah kecelakaan pada percobaan penerbangan pertama. Namun setelah diperbaiki akhirnya balon udara tersebut dapat meluncur kembali.

Sungguh sebuah kepuasan yang tak dapat dilukiskan khusunya bagi para kru yang telah bekerja keras sampai semalam suntuk. Sebuah peristiwa yang mungkin dapat ditiru, dimana bila kau sudah bermimpi dan berencana berusahalah semaksimal mungkin dan kau akan merasakan nikmatnya hasil yang kau impikan sebelumnya hasil kerja keras tangan sendiri.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Kasus Florence Sihombing Mengingatkanku akan …

Bos Ringo | | 03 September 2014 | 06:01

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 3 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 11 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 13 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | 8 jam lalu

Si Bintang yang Pindah …

Fityan Maulid Al Mu... | 8 jam lalu

Oase untuk Anak Indonesia …

Agung Han | 8 jam lalu

Jokowi Mirip Ahmadinejad …

Rushans Novaly | 8 jam lalu

Alternatif Solusi Problem BBM Bersubsidi …

Olivia | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: