Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Ulfa Rahmatania

Mahasiswi sembilan belas tahun yang suka nulis, gambar, internetan, nonton film kartun dan asik sendiri selengkapnya

Karma?

OPINI | 24 March 2013 | 23:35 Dibaca: 848   Komentar: 0   0

Anda masih percaya dengan apa yang disebut oleh “karma”? Mungkin untuk sebagian orang, karma masih sangat dipercayai dan sebagian yang lain menyepelekannya. Karma adalah sesuatu hal yang terjadi pada diri seseorang. Pada saat karma datang, biasanya orang yang pernah berlaku buruk atau menyakiti orang lain, akan mendapatkan hal yang sama. Jadi mudahnya, dia mengalami apa yang pernah dia lakukan dahulu. Misalnya, dahulu dia pernah berselingkuh dan sekarang dia diselingkuhi.

Kasus tentang adanya timbal balik yang dialami seseorang dengan apa yang pernah dilakukannya dahulu memang sangatlah nyata. Saya sangatlah percaya, seseorang yang berbuat baik akan mendapatkan balasan yang baik pula. Namun, seseorang yang berbuat buruk akan mendapatkan balasan yang buruk pula. Jadi berperilaku yang baiklah kepada setiap orang.

Saya memang sangat memegang teguh kepercayaan ini. Namun, menurut saya itu adalah bukti Keadilan Tuhan pada setiap manusianya. Tuhan itu Maha Adil. Jadi tidak perlu takut jika anda disakiti orang lain, suatu saat Tuhan pasti membuat orang yang sudah menyakiti anda sadar akan perbuatannya.

Tak perlu berharap dia mendapatkan balasan yang menyakitkan. Berdoa saja agar dia dapat mengerti. Mungkin setiap orang pernah mengalami hal ini, hanya saja beberapa orang yang berani mengakui kesalahannya kemudian minta maaf.

Setiap manusia tak ada yang sempurna. Pasti selalu ada kesalahan pada setiap harinya. Menurut saya, minta maaf dan memaafkan sama-sama hal yang sulit untuk dilakukan. Meminta maaf memerlukan kelapangan dada dan keberanian, sedangkan memaafkan memerlukan hati yang tulus dan ikhlas. Jika meminta maaf atau memaafkan hanya dalam ucapan, apalah artinya?

Tuhan saja mau memaafkan setiap kesalahan hambaNya yang begitu banyak dan besar, mengapa kita sesama hamba mendendam? Tak sepantasnya kita seperti itu.

Mulailah menjadi seseorang yang berpikir positif. Minta maaflah jika anda memang salah dan memaafkanlah jika ada yang meminta maaf pada anda dengan ikhlas. Karena sesungguhnya, orang yang baik adalah orang yang mau memaafkan dengan ikhlas seseorang yang sudah menyakitinya bahkan sebelum ia meminta maaf.

Selama nafas masih berhembus, berusahalah menjadi manusia yang lebih baik lagi :)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kurikulum 2013: Buku, Seminggu Dibagikan …

Khoeri Abdul Muid | | 20 August 2014 | 17:25

Hati-hati, Cara Mengutip Seperti Ini Pun …

Nararya | | 20 August 2014 | 20:09

Anak Sering Kencing (Bukan Anyang-anyangan) …

Ariyani Na | | 20 August 2014 | 18:03

Obat Benjut Ajaib Bernama Beras Kencur …

Gaganawati | | 20 August 2014 | 14:45

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Inilah Nama-nama Anggota Paskibraka 2014 …

Veronika Nainggolan | 10 jam lalu

Nikita Willy Memukul KO Julia Perez …

Arief Firhanusa | 14 jam lalu

Kalau Tidak Bisa Legowo, Setidaknya Jangan …

Giri Lumakto | 15 jam lalu

Di Balik Beningnya Kolang-kaling …

Hastira | 15 jam lalu

Menebak Putusan Akhir MK di Judgment Day …

Jusman Dalle | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: