Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Ulfa Rahmatania

Mahasiswi sembilan belas tahun yang suka nulis, gambar, internetan, nonton film kartun dan asik sendiri selengkapnya

Karma?

OPINI | 24 March 2013 | 23:35 Dibaca: 871   Komentar: 0   0

Anda masih percaya dengan apa yang disebut oleh “karma”? Mungkin untuk sebagian orang, karma masih sangat dipercayai dan sebagian yang lain menyepelekannya. Karma adalah sesuatu hal yang terjadi pada diri seseorang. Pada saat karma datang, biasanya orang yang pernah berlaku buruk atau menyakiti orang lain, akan mendapatkan hal yang sama. Jadi mudahnya, dia mengalami apa yang pernah dia lakukan dahulu. Misalnya, dahulu dia pernah berselingkuh dan sekarang dia diselingkuhi.

Kasus tentang adanya timbal balik yang dialami seseorang dengan apa yang pernah dilakukannya dahulu memang sangatlah nyata. Saya sangatlah percaya, seseorang yang berbuat baik akan mendapatkan balasan yang baik pula. Namun, seseorang yang berbuat buruk akan mendapatkan balasan yang buruk pula. Jadi berperilaku yang baiklah kepada setiap orang.

Saya memang sangat memegang teguh kepercayaan ini. Namun, menurut saya itu adalah bukti Keadilan Tuhan pada setiap manusianya. Tuhan itu Maha Adil. Jadi tidak perlu takut jika anda disakiti orang lain, suatu saat Tuhan pasti membuat orang yang sudah menyakiti anda sadar akan perbuatannya.

Tak perlu berharap dia mendapatkan balasan yang menyakitkan. Berdoa saja agar dia dapat mengerti. Mungkin setiap orang pernah mengalami hal ini, hanya saja beberapa orang yang berani mengakui kesalahannya kemudian minta maaf.

Setiap manusia tak ada yang sempurna. Pasti selalu ada kesalahan pada setiap harinya. Menurut saya, minta maaf dan memaafkan sama-sama hal yang sulit untuk dilakukan. Meminta maaf memerlukan kelapangan dada dan keberanian, sedangkan memaafkan memerlukan hati yang tulus dan ikhlas. Jika meminta maaf atau memaafkan hanya dalam ucapan, apalah artinya?

Tuhan saja mau memaafkan setiap kesalahan hambaNya yang begitu banyak dan besar, mengapa kita sesama hamba mendendam? Tak sepantasnya kita seperti itu.

Mulailah menjadi seseorang yang berpikir positif. Minta maaflah jika anda memang salah dan memaafkanlah jika ada yang meminta maaf pada anda dengan ikhlas. Karena sesungguhnya, orang yang baik adalah orang yang mau memaafkan dengan ikhlas seseorang yang sudah menyakitinya bahkan sebelum ia meminta maaf.

Selama nafas masih berhembus, berusahalah menjadi manusia yang lebih baik lagi :)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bangsa Tiongkok Besar karena Budaya Literasi …

Eko Prasetyo | | 01 March 2015 | 20:35

Kisah Sedih Sepiring Nasi …

Mira Marsellia | | 01 March 2015 | 18:32

“Joyride” Murah Meriah di Museum …

Yusticia Arif | | 01 March 2015 | 13:49

Bale Woro, Ruang Tunggu Unik di RSUD …

Mawan Sidarta | | 01 March 2015 | 19:02

2015: Laisuka …

Gatot Tri | | 01 March 2015 | 19:17


TRENDING ARTICLES

Dulu TNI, Kini Kontras Serang Jokowi Soal …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

Sejuta “Ahok” Lagi Akan Lahir …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Congor, Akal dan Iman Ahok …

Gan Pradana | 15 jam lalu

PAN Bakal Dikuasai Dinasti Amien Rais? …

Imam Kodri | 17 jam lalu

Calon-calon Pesakitan KPK Kasus Dana Siluman …

Salman | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: