Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Riswandi

Menyemai Kisah, Menuai Hikmah

Tepat Memilih Jurusan Berbekal CINTA

OPINI | 26 February 2013 | 09:52 Dibaca: 198   Komentar: 0   0

Duduk di bangku kuliah menjadi impian sebagian besar siswa, khususnya siswa yang sekarang duduk di kelas 12. Namun, tidak sedikit siswa yang kebingungan dalam menentukan jurusan kuliah yang hendak diambilnya. Siswa mengalami kebingungan disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari dalam diri siswa itu sendiri, di mana ia tidak mengetahui dengan pasti minat, bakat, dan potensi yang dimilikinya. Sementara faktor eksternal bisa berupa faktor keluarga, biaya, teman sebaya, atau terbatasnya informasi yang dapat diperolehnya. Dalam kebingungan seperti itu, kemungkinan siswa akan salah dalam memilih jurusan.

Nah, agar kamu yang sedang duduk di kelas 12 tidak terjebak dalam jurusan yang tidak tepat, ada baiknya jika memilih jurusan dengan bekal CINTA. Apa itu cinta? Cinta di sini dapat berarti “cinta” dalam bentuk aslinya. Artiya, siswa memilih sebuah jurusan karena hatinya memang telah terpaut pada jurusan itu. Ia memilih karena cinta.

CINTA juga dapat dijabarkan menjadi Come to know, Interest, Natural talent, Take action, dan Acc.

Come to know: Mengenali beberapa jurusan perlu dilakukan sejak sekarang. Tentukan terlebih dahulu lima sampai sepuluh jurusan yang menarik perhatianmu. Setelah itu, carilah informasi mengenai jurusan-jurusan tersebut, misalnya mengenai biaya atau prospek di masa mendatang. Jika kamu menginginkan masuk PTN, informasi peminat dan kuota bangku juga perlu kamu ketahui.

Interest: Minat menjadi faktor penting selanjutnya. Dari informasi yang telah kamu dapatkan, jurusan apa yang benar-benar sesuai dengan minatmu? Buatlah ranking mulai dari jurusan yang paling kamu minati, sampai jurusan yang tidak kamu minati.

Natural talent: Secara alami manusia dilahirkan dengan membawa bakat tertentu, meskipun bakat tidak selalu dapat berkembang karena beberapa faktor. Kenali apa bakat alami yang kamu miliki. Cara mudah mengenali bakat alami adalah dengan melihat hal apa yang paling mudah kamu kuasai tanpa memerlukan waktu lama untuk mempelajarinya. Cara lainnya adalah dengan mengingat kegiatan apa yang benar-benar kamu nikmati saat mengerjakannya, dan dapat membuat kamu merasa bahagia dan puas, meskipun tidak diganjar materi. Bisa jadi, kegiatan itu adalah bakat alamimu. Jika kamu sudah mengenal bakat alami, cobalah untuk melihat kembali jurusan-jurusan yang telah kamu tentukan. Manakah jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat yang kamu miliki? Sampai di sini, kamu tentu telah menemukan 2-3 jurusan yang paling sesuai dengan minat dan bakatmu.

Take action: Langkah selanjutnya adalah segera beraksi, sebab kamu tentu ingin masuk jurusan itu di universitas yang terbaik. Dan, tidak bisa dimungkiri persaingan ke arah sana sangat sengit. Jika tidak mempersiapkan diri dengan baik, maka kamu akan terlempar dari persaingan. Untuk itu, kamu harus belajar, belajar, dan belajar. Kamu perlu mengenal dan mempelajari tipe-tipe soal ujian masuk perguruan tinggi. Jika memungkinkan, tidak ada salahnya jika kamu ikut bimbingan belajar.

Acc: Setelah menentukan pilihan dan mempersiapkan diri sebaik mungkin, kamu perlu dan harus meminta persetujuan orangtua dan keluarga. Tidak ada salahnya pula jika kamu meminta pertimbangan dari guru di sekolah. Persetujuan orangtua dan keluarga menjadi faktor penting karena merekalah penyandang dana selama kamu kuliah, selama kamu belum bisa mandiri. Jika ada perbedaan pendapat dengan orangtua, kamu harus mampu menjelaskan alasan atas pilihanmu secara perlahan.

Itulah sedikit tips dari saya agar kamu dapat memilih dan menentukan jurusan yang tepat. Semoga bermanfaat.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Istiwak, Jam Kuno di Kota Solo …

Agoeng Widodo | | 23 September 2014 | 11:20

Perang Mulut di Talkshow TV (Mestinya) Cuma …

Arief Firhanusa | | 23 September 2014 | 11:04

Billboard, Sarana Sosialisasi Redam Gepeng …

Cucum Suminar | | 23 September 2014 | 16:30

Mengapa Toga Berwarna Hitam? …

Himawan Pradipta | | 23 September 2014 | 15:14

Lelaki Pengingatku …

Edrida Pulungan | | 23 September 2014 | 17:11


TRENDING ARTICLES

Mendikbud Akhirnya Tegur Guru Matematika …

Erwin Alwazir | 7 jam lalu

Ini Kata Anak Saya Soal 4 x 6 dan 6 x 4 …

Jonatan Sara | 9 jam lalu

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 11 jam lalu

Kesamaan Logika 4 X 6 dan 6 X 4 Profesor …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Cara Gampang Bangun ”Ketegasan” …

Seneng Utami | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Kemana Peghuni Eks Bongkaran Tanah Abang dan …

Akhmad Sujadi | 8 jam lalu

Usia Orang Kota Lebih Pendek Dari Orang …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Apa Salahnya Ahok, Dimusuhi Oleh Sekelompok? …

Kwee Minglie | 8 jam lalu

Waspadai Caries Gigi …

Amallya Luckyta | 8 jam lalu

Kunci Sukses itu Sesungguhnya Ada di Tangan …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: