Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Indri Hapsari

Belajar membaca di Kompasiana. Belajar menulis di indrihapsariw.com

Waduh, Masuk Masa Tenggang!

OPINI | 23 February 2013 | 19:27 Dibaca: 246   Komentar: 0   6

Kalau provider telekomunikasi kita yang menyatakan itu, mungkin kita hanya akan tersenyum masam. Masih bisa terima telepon, tapi tak bisa menelepon. Masih bisa terima SMS, tapi tak bisa mengirim SMS.

Tapi, kalau hubungan dengan kekasih memasuki masa tenggang, gimana?

Maksudnya, kita sepakat (atau dia yang mau, kita terpaksa mau) untuk saling menjauhi satu sama lain, mengkaji kembali tentang hubungan ini. Misal apa yang sudah dan sedang terjadi, lalu ke depannya mau bagaimana. Apakah sudah sesuai dengan kesepakatan bersama, dan jika tidak, seharusnya bagaimana.

Meskipun tidak menyenangkan, kadang masa tenggang harus dilakukan. Memang bakal aneh dan menyesakkan, karena biasanya bersama, lah ini kok tiba-tiba ngga ada. Namun dengan ditempel ketat oleh si dia, sebenarnya kita jadi ngga bisa mikir, tindakan kita selama ini sudah benar atau tidak.

Sebagai contoh tindakan pacaran yang sudah di luar batas. Kalau tiap hari bareng, ya bakal susah untuk melepas. Tapi dengan sama-sama menepi sejenak, masing-masing pihak bisa berpikir dengan lebih jernih, kalau saya hamil gimana. Kalau digrebek gimana. Kalau putus gimana.

Akhir masa tenggang bisa berarti ganti provider atau berusaha masuk ke masa aktif.

Maksudnya ganti provider, selama masa tenggang itu coba deh lihat, adakah yang lebih baik dari pasangan kita? Misal pasangan yang suka melakukan kekerasan, pada awalnya kita menganggap itu hal biasa saat berhubungan. Namun begitu kita lihat sekitar, dimana para pria memperlakukan dengan gentle wanitanya, barulah kita sadar. Kita pacaran sama orang atau sama setan? Sehingga kemungkinan ganti provider yang lebih menguntungkan, atau pasangan yang lebih memuliakan, bisa saja dilakukan.

Akhir dari masa tenggang bisa juga kembali masuk ke masa aktif. Itu setelah kita melalui proses kontemplasi atau perenungan, ternyata si dia itu yang terbaik buat kita. Kita rindu semua nasehat baiknya. Kita rindu ada di sampingnya. Kita rindu selalu disemangati olehnya.

Maka untuk memulai masa aktif, ada ‘biaya’ yang harus dikeluarkan. Yaitu usaha yang lebih untuk memuliakan pasangan, sekaligus meningkatkan kualitas diri agar pantas bersanding dengannya.

Yang parah sih kalau habis masa tenggang, ngga diaktifkan, dan tidak ganti provider juga. Itu sih buat Anda, yang saya temani berjomblo ria di Malam Minggu ini.

*eaaa…intinya ini tooooh :D*

***

trims buat kompasianer Bukan Bintang Jatuh untuk idenya^_^

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Kasus PR Habibi, ketika Guru Salah Konsep …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 13 jam lalu

Tentang 6 x 4 …

Septin Puji Astuti | 14 jam lalu

Jokowi dan Kutukan Politik …

Angin Dirantai | 15 jam lalu

PPP dan Kudeta Marwah …

Malaka Ramadhan | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 8 jam lalu

(H-16) Jelang Piala Asia U-19 : Uzbekistan …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Pingin Body Kayak Artis …

Ifani | 8 jam lalu

Kesamaan Logika 4 X 6 dan 6 X 4 Profesor …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Diari Santri: #7 Tamu Misterius …

Syrosmien | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: