Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Teguh Hariawan

Guru Fisika Pecinta Sejarah. Menyurat yang Silam, Menggurat yang Menjelang : (Nancy K Florida)

Revolusi MADING (Majalah Dinding) Part 1

REP | 23 February 2013 | 23:09 Dibaca: 5826   Komentar: 0   6

Siapa tak kenal Mading atau Majalah Dinding. Kumpulan tulisan, gambar, foto, coretan, puisi, cerpen atau sekedar  titip salam yang selalu nempel di dinding sekolah. Juga di dinding kelas. Jangan-jangan, para kompasioner dulunya juga aktifis mading  sekolah. Boleh jadi,  Mading atau Majalah Dinding adalah media pertama yang menampung segala hasil karya kita?

13616346131121633428

Mading 3 Dimensi : Bharatayudha. Pertikaian Pendawa Kurawa, KPK Vs POLRI (dok. pribadi)

Mading, ada juga yang menyebutnya Mabok -Majalah Tembok, merupakan media efektif untuk pembelajaran menulis di sekolah. Tidak sekedar menulis. Siswa juga diajak untuk kreatif.  Mencari ide. Berburu berita atau hunting seperti wartawan. Bahkan, Mading juga memberi ruang yang luas bagi yang gemar seni. Seni rupa, seni lukis atau seni yang lain. Setelah semua bahan terkumpul, tim mading pun mulai diskusi.  Semacam rapat redaksi. Memilih dan memilah materi yang layak tampil. Lalu, me-layout dan menempel. Tidak boleh memaksakan kehendak. Pendeknya, sebuah karya mading merupakan hasil kolaborasi berbagai unsur kecerdasan siswa di sekolah.

1361634748951527758

Mading 2 Dimensi (dok pribadi)

Di banding pembuatan Majalah Sekolah atau Newspaper Design/  koran sekolah, biaya pembuatan mading jelas lebih murah. Meriah lagi.  Jadi keberadaan Mading, adalah sebuah keharusan di sekolah yang sangat menjunjung kekebasan berekspresi.

13616348111405603961

Mading Aborigin, penduduk Australaia yang dipinggirikan (dok pribadi)

Jika awalnya Mading tampil biasa, 2 dimensi, apa adanya, ternyata beberapa tahun terakhir Mading bisa tampil luar biasa. Tidak sekedar  tempel menempel. Di  era tahun 2000-an, Mading sudah berbentuk 3 dimensi. Ukurannya bisa kecil.  Ada pula yang gede. Mencapai hampir 2 meter x 2 meter x 2 meter. Kalau mading 2 dimensi membuatnya cukup 2-3 jam, Mading 3 dimensi perlu waktu mingguan bahkan bisa sebulan lebih!

1361634860528914654

Tak hanya ukuran. Tema Mading modern juga tampil beda dan berani.  Banyak isu-isu aktual yang menjadi tema sebuah mading. Bahkan kadang-kadang kita tidak habis pikir bagaimana, anak-anak muda ini menemukan ide. Contoh tema Mading: Bhinneka Tinggal Nama, Indonesia Need Hero, Bharatayudha, adalah contoh tema-tema “berat”  yang pernah diusung di ajang lomba mading. Tema lain tidak kalah keren. Misal Metrosexual yang mengkritisi gaya hidup anak muda di kota besar. Ada pula judul mading Mbah Marijan, menceritakan sosok juru kunci Gunung Merapi yang hidup sederhana secara detil.

1361634925233021877

Mading Metrosexual (dok pribadi)

Revolusi mading tidak hanya di tema dan ukuran.  Visual dan performa mading juga mengalami  perubahan luar biasa. Kalau Mading jadul hanya diam, nempel di dinding. Mading free style ini penuh tumpahan ide. Warnanya ngejreng. Lampunya berkelap-kelip. Bisa bergerak. Berputar. Mengeluarkan bunyi. Dilengkapi LCD. Bahkan ada yang digerakkan robot.

1361635175107748352

Mading Interaktif : Narsis ah… (dok pribadi)

13616352181693221496

Mading Interaktif : Ambil Stick.. Pukul Bolanya.. (dok pribadi)

Jadinya, mading-mading yang sudah eye catching itu makin menarik penonton untuk mendeka. Membaca, menikmati dan berinteraksi. Ya, banyak mading yang diciptakan untuk berinteraksi dengan penonton. Entah sekedar tebak-tebakan, main game, bahkan tembak tembakan. So..penikmat mading tentu saja bukan anak remaja. Usia TK, SD bahkan sampai kakek-kakek pun sekarang lebih menyukai mading!

13616353521110937446

Mading Gerak dengan Robot (dok pribadi)

Lalu, Dimana mading-mading itu dapat dinikmati?  Datang saja tiap tahun ke Deteksi Mading (sekarang Deteksi Convention) yang digelar Jawa Pos di Surabaya Super Mall/  Pakuwon Trade Canter. Bulan Oktober - Nopember Beruntunglah surabaya ada Deteksi, yang mampu menjadi magnet dan mewadahi  anak muda Jawa Timur (bahkan ada yang dari Jawa Tengah) untuk berkompetisi secara sehat di bidang jurnalistik, mading khususnya.

Fight With Idea. Anak muda, jangan tawur melulu!

Selamat Ulang Tahun Deteksi Jawapos yang ke-13.  Tanpamu, gairah dan kreatifitas anak muda Surabaya khususnya - Jawa Timur umumnya tak kan seperti sekarang ini. Namun, mading adalah bagain kecil dari Deteksi Convention. Saat even ini digelar, banyak kompetsisi lain yang dilombakan. Pokoknya seru dan keren. Dan satu lagi. Deteksi sekarang ini sudah merambah penjuru tanah air dengan menggelar  Kompetisi Bola Basket antar Pelajar se Indonesia. Ya, Anda pasti kenal Deteksi Basket League (DBL). Selamat berkompetisi!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hari Pusaka Dunia, Menghargai Warisan …

Puri Areta | | 19 April 2014 | 13:14

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | | 19 April 2014 | 08:26

Keluar Uang 460 Dollar Singapura Gigi Masih …

Posma Siahaan | | 19 April 2014 | 13:21

Sepotong Senja di Masjid Suleeyman yang …

Rumahkayu | | 19 April 2014 | 10:05

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Sstt, Pencapresan Prabowo Terancam! …

Sutomo Paguci | 11 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazer™ | 19 jam lalu

Suryadharma Ali dan Kisruh PPP …

Gitan D | 19 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 22 jam lalu

Timnas U 19: Jangan Takut Timur Tengah, …

Topik Irawan | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: