Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Titin Murtakhamah

Merayakan kehidupan dengan riang gembira

Bagaimana Kalau Pacar Memaksa “ML”?

OPINI | 13 February 2013 | 10:02 Dibaca: 22127   Komentar: 0   8

“Bu, pacar saya berkali-kali memaksa saya minta ML, apalagi menjelang Valentine begini, pasti dia ingin saya membuktikan cinta padanya. Apa yang harus saya lakukan?”, tanya seorang remaja perempuan. Begini jawaban saya:

Hari Valentine diidentikkan dengan hari kasih sayang. Sebagian orang terutama anak-anak muda akan memanfaatkan momen ini untuk berbagi kasih dengan orang-orang yang mereka sayangi terutama pacar atau pasangannya. Bentuknya pun beraneka rupa mulai dari ungkapan ‘ aku cinta kamu’, cokelat, boneka, bunga, nonton film maupun makan malam romantis. Tetapi beberapa orang (laki-laki) mungkin juga memanfaatkan momen ini untuk pembuktian cinta dengan mengajak pacarnya (perempuan) melakukan hubungan seksual alias making love atau ML.

Ya, ajakan berhubungan seks adalah hal yang wajar dan wajar pula jika seorang perempuan menolaknya. Maka sudah seharusnya bila perempuan sudah menolak dan penolakannya dihormati pacarnya. Bujuk rayu pun masih bisa dianggap normal bila kegagalan membujuk tidak diikuti tindakan pemaksaan. Tetapi kalau pacarmu itu sampai memaksakan kehendaknya, berarti dia telah melakukan perkosaan dalam pacaran. Sekalipun oleh pacar sendiri, jika kamu sudah menolak dan berkata ‘tidak’ tetapi pacarmu nekat melakukannya, berarti perkosaan. Dan perkosaan jenis ini sangat jarang sampai ke telinga orang lain karena korban malu dan takut dipersalahkan orang.

Pacar bisa memaksamu untuk berhubungan seks dengan bermacam dalih: karena dia sudah berjanji akan mengawini, karena dia sudah menghabiskan banyak uang untuk menyenangkanmu, karena kalian pernah berhubungan seks sebelum itu, karena kamu dianggap sengaja memancing birahi dan lain-lain. Pacar juga bisa memaksa berhubungan seks secara tidak sukarela lewat tekanan dengan kata-kata atau perasaan. Misalnya ia memohon-mohon sampai kamu merasa bersalah kalau tidak meluluskan permintaannya. Atau ia memojokkanmu hingga kamu malu kalau tidak mau. Pemaksaan seringkali juga disertai ancaman  seperti akan diputusin, menyebarkan foto-foto, menteror keluarga, melakukan kekerasan fisik sampai ancaman pembunuhan.

Lalu apa yang dapat dilakukan jika menghadapi pacarmu  memaksa untuk ‘ML’?

Kita mempunyai akal budi yang mencakup juga kemampuan merasakan suasana. Kemampuan ini bisa dilatih dan dipertajam. Kapanpun kita merasa tidak enak ketika berhadapan dengan seseorang bahkan pacar sendiri, patuhi firasat itu dan mereka yang membuat kita merasa tidak nyaman dan takut. Kita bisa merasakan kehangatan kasih sayang, perhatian dari laki-laki yang ‘aman dan nyaman’. Bila ada perasaan takut, dengarkan naluri kita dan lebih baik hindari pertemuan berduaan saja atau di tempat sepi. Hanya karena kita mencintainya bukan berarti dia tidak berniat buruk. Cinta semestinya tidak diwarnai ketakutan.

Waspadalah bila:

- Kamu terus menerus merasakan ada yang janggal atau menakutkan meski kamu tidak bisa menjelaskan.

- Kamu merasa ingin meninggalkan pacarmu meski kamu tidak dapat menyatakan dengan jelas mengapa begitu

- Kamu merasa tidak nyaman mendengar komentar-komentar dari pacarmu

- Kamu tidak menyukai sentuhan fisik yang dilakukannya.

Memang sulit bertindak berdasarkan naluri. Mungkin sekali kamu takut menyakiti perasaan pacarmu atau takut ditertawakan orang lain. Lagipula, banyak perempuan yang mencintai seorang laki-laki tanpa sadar akan menekan firasat-firasat buruk yang menghinggapinya saat berduaan dengan laki-laki yang dicintainya. Ia tidak mau mengakui bahwa laki-laki yang dicintainya bisa berbuat jahat kepadanya atau selalu membujuk diri sendiri “mana mungkin dia tega berbuat begitu padaku?’

Banyak perempuan yang mengabaikan nalurinya atau menolak mempercayai bahwa laki-laki yang dicintainya atau dianggapnya orang baik-baik bisa membahayakan, belakangan terbukti menjadi korban perkosaan. Yang terbaik adalah berpegang pada firasatmu dan segera menjauhinya atau situasi yang tidak mengenakkan itu sebelum benar-benar terjadi sesuatu yang buruk.

Beberapa saran berikut dapat dipertimbangkan untuk mencegah paksaan semacam itu:

1. Kalau pacar ingin berhubungan seks dan kamu tidak, katakan bahwa kamu merasa tersanjung oleh hasratnya itu tapi tegaskan bahwa kamu saat itu belum siap. Bila kamu takut berduaan dengannya, ajaklah orang lain atau mintalah bantuan orang lain bicara dengannya.

2. Kalau dia terus merengek atau memojokkan, katakan ‘tidak’ keras-keras. Kalau perlu berungkali. Kamu mesti mendukung ucapan ini dengan bahasa tubuh: mulutmu bilang tidak, maka isyarat tubuh juga harus menandakan tidak. Ingatlah bahwa pengaduan perkosaan sering ditolak karena orang-orang menanggapi si perempuan ‘sebetulnya mau’ melakukan hubungan seks dengan pemerkosa. Jangan biarkan pacarmu mengira demikian. Kalau memang tidak mau, tunjukkan setegas-tegasnya bahwa kamu tidak mau. Jangan menyisakan makna mendua dan jangan sampai isyaratmu meragukan dan bisa ditafsirkan sebagai ‘iya’.

3. Bila dia menyentuh dengan cara yang tidak kamu kehendaki menjauhlah darinya. Batinmu memberi peringatan bahwa sentuhan itu mengarah yang lebih buruk dan tidak kamu sukai. Buatlah suara gaduh dan siap-siaplah untuk lari kalau perlu.

4. Jangan menenggak minuman beralkohol dan memakai obat-obatan terlarang apa pun. Hal ini akan menyebabkan kamu untuk sulit berkepala dingin, sulit menilai dan sulit mengontrol apa yang terjadi pada dirimu.

5. Memang lumrah bila pasangan yang sedang berpacaran ingin berduaan di mana tidak ada gangguan dari orang lain. Tetapi justru di sinilah bahaya mungkin menghadang. Kalau bisa usahakan untuk pergi secara berkelompok. Dengan begitu kamu masih punya kesempatan bersama laki-laki yang kamu sukai, tetapi lebih aman dari kemungkinan paksaan berhubungan seks dengannya karena kamu tidak berduaan saja.

6. Usahakan menghindari tempat-tempat sepi dan terpencil di mana tidak ada orang lain yang melihat kalian.

7. Jangan mau pergi berduaan ke tempat-tempat yang tidak atau sulit diperoleh sarana angkutan umum, atau bila terlalu jauh ditempuh dengan jalan kaki. Ini penting bila kamu pergi dengan kendaraan pribadinya. Usahakan tempat tujuan kalian bisa kamu tinggalkan sendirian tanpa bantuannya seandainya ada apa-apa. Bila kendaraan yang dipergunakan adalah milikmu, pastikan agar kamu sendiri yang memegang kuncinya.

8. Cobalah merencanakan jalannya kencan jauh-jauh hari. Putuskan sampai batas mana sentuhan yang bisa kamu terima tanpa merasa dipaksa. Jangan terbawa perasaan. Sejak awal seharusnya kamu camkan dalam benak bahwa tindakan dan keputusan yang sembrono akan menyebabkan penyesalan di kemudian hari.

Sekali lagi, percayalah pada nalurimu. Lebih baik menyakiti perasaan pacarmu seandainya firasatmu keliru daripada takut melukai perasaannya dan ternyata nalurimu benar. Selamat bervalentine.

Sumber:

- Pengalaman bekerja di Rifka Annisa, pusat krisis perempuan di Yogyakarta, dan buku ‘Bila Perempuan Tidak Ada Dokter’ yang diterbitkan oleh Insist, 1999.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Petualangan Anak Indonesia” …

Tjiptadinata Effend... | | 31 August 2014 | 11:15

Penghasilan Ideal Penulis Indonesia, Berapa? …

Bambang Trim | | 31 August 2014 | 12:37

Asyiknya Belajar dengan Mind Map …

Majawati Oen | | 31 August 2014 | 11:24

Senja Kala Laut Mati …

Andre Jayaprana | | 31 August 2014 | 13:15

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Sisi Lain Kasus Florence Sihombing …

Yeano Andhika | 3 jam lalu

Jokowi Melakukan Kebodohan Politik Besar? …

Daniel Yonathan Mis... | 6 jam lalu

Jokowi Tidak Tahan Lama …

Kokoro ? | 8 jam lalu

Usulan Hebat Buat Jokowi-Prabowo Untuk …

Rahmad Agus Koto | 10 jam lalu

Oknum PNS Memiliki Rekening Gendut 1,3 T …

Hendrik Riyanto | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Mudahnya Membelah Cologne Dalam Hitungan …

Gaganawati | 8 jam lalu

Ahmad Hanafi Rais, Embrio Regenerasi …

Adrianus Malaloi | 9 jam lalu

Pemanasan Global dan Perubahan Keseimbangan …

Dino Fitriza | 9 jam lalu

Berjodoh, Ditangan atau Kehendak Tuhan? …

Lindung Pardede | 9 jam lalu

Hukumlah Florence di Media Sosial, Jangan …

Jonminofri Nazir | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: