Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Cinta Itu Buta, Suka Sama Suka

OPINI | 10 February 2013 | 05:48 Dibaca: 744   Komentar: 0   0

Kata mba Ellen Maringka di artikel yang ditulisnya (sangat inspiratif), cinta itu buta tapi tidak membabi buta. Saya setuju dengan ungkapan mba Ellen tersebut, tapi saya ingin menjabarkannya dalam versi saya.

Cinta itu buta.
Cinta tidak mengenal usia, makanya ada anak gadis belia yang pacaran dan menikah dengan pria berumur yang sebenarnya lebih cocok jadi bapaknya, dan juga ada pria muda yang pacaran atau menikah dengan wanita matang yang sebenarnya lebih cocok jadi ibunya.

Cinta tidak mau tahu urusan strata sosial seseorang, makanya ada anak konglomerat yang kaya raya, punya kerajaan bisnis besar yang pacaran dan menikah dengan anak sopir atau anak pembantu konglomerat tersebut.

Cinta tidak ambil pusing latar belakang seseorang, makanya ada pria dari kalangan terpandang, bahkan ustad, berpendidikan tinggi, yang pacaran dan menikah dengan wanita yang sebelumnya adalah PSK, atau ada wanita karir yang sukses, sosialita, kaya raya, berpendidikan tinggi, pacaran dan menikah dengan pria yang sebelumnya gigolo.

Cinta tidak peduli jarak dan waktu, makanya ada pasangan yang tetap bertahan dalam ikatan tali cinta, walaupun prianya berada di Jakarta dan wanitanya ada di Amerika. Jarak tidak menghalangi mereka berkomunikasi. SMS, telepon, email dan skype menjadi hal yang tiba-tiba akrab, padahal sebelumnya mereka gaptek, waktu tidak menghalangi mereka berkomunikasi, di Jakarta malam di Amerika siang, atau Di Jakarta Siang di amerika malam justru menjadi pengingat bahwa waktu yang seharusnya untuk tidur telah ikut berkorban hanya untuk mendengar suara dan melihat wajah sang belahan hati di belahan dunia lain.

Banyak penjelasan dan contoh-contoh lainnya sebenarnya untuk mendeskripsikan cinta itu buta, namun akan menjadi cerita panjang tak berkesudahan, karena bicara tentang cinta, mau cinta buta, atau cinta yang membabi buta, atau cintanya si babi buta, waktu sehari semalam tak akan pernah cukup, berlembar lembar halamanpun terasa masih kurang untuk menuliskan tentang cinta tersebut.

Satu hal yang pasti, cinta harus didasarkan atas rasa ‘Suka Sama Suka’, tak boleh ada paksaan (seperti kisah cinta Siti Nurbaya dan Datuk Maringgih), tak boleh ada intimidasi atau tekanan (walaupun saat malam pertama dibutuhkan tekanan tersebut :)) , tak boleh ada penyesalan seumpama ternyata salah memilih pasangan.

Suka Sama Sukanya dalam bercinta, jangan meniru Ahmad Fathanah dan Maharani, dimana Ahmad Fathanah suka karena kecantikan dan kesexyan Maharani (emang cantik dan sexy yah?), sementara Maharani suka karena uangnya Ahmad Fathanah. Ini suka sama suka yang keblinger, dan tak patut ditiru.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

Tanggapan Rhenaldi Kasali lewat Twitter …

Febrialdi | | 23 September 2014 | 20:40

“Tom and Jerry” Memang Layak …

Irvan Sjafari | | 23 September 2014 | 21:26

Kota Istanbul Wajib Dikunjungi setelah Tanah …

Ita Dk | | 23 September 2014 | 15:34

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Habis Sudah, Sok Jagonya Udar Pristono …

Opa Jappy | 5 jam lalu

Jangan Sampai Ada Kesan Anis Matta (PKS) …

Daniel H.t. | 5 jam lalu

Mengapa Ahok Ditolak FPI? …

Heri Purnomo | 8 jam lalu

Apa Salahnya Ahok, Dimusuhi oleh Sekelompok? …

Kwee Minglie | 9 jam lalu

Join dengan Pacar, Siswi SMA Ini Tanpa Dosa …

Arief Firhanusa | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Modern atau Kampungan? …

Alfarizi | 9 jam lalu

Wayang Listrik dalam Panggung Teater …

Trie Yas | 9 jam lalu

Tolong, Jangan Rebutan Jersey Suarez! …

Rizal Marajo | 9 jam lalu

Kenapa Harus Wanita yang Jadi Objek Kalian?? …

Dilis Indah | 10 jam lalu

‘86’ Hati-hati Melanggar Hukum Anda …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: