Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Siti Maratus

Semuanya berproses, tidak ada yang instant! Semuanya berawal dari mimpi dan berkhayal, maka wujudkanlah!

Perpustakaan Sepi Akibat Rendahnya Minat Baca

OPINI | 08 February 2013 | 10:58 Dibaca: 101   Komentar: 0   1

Hal tersebut saya  alami sendiri ketika melakukan praktek kerja lapangan di salah satu perpustakaan kota di Jawa Timur.

harusnya perpustakaan sesuai fungsi dimana perpustakan sebagai fungsi literasi, edukasi, dan rekreasi.

namun kenyataannya sangat berbalik, tidak sesuai teori yang ada di mata kuliah. perpustakaan hanya menjadi tempat/gedung penyimpanan buku atau arsip bagi mereka

yang buta dengan informasi dan perkembangan dunia.

salah satu bentuk upaya untuk meningkatkan kualitas minat baca masyarakat indonesia, pemerintah menghimbau  setiap instansi memiliki perpustakaan.

mungkin beberapa diantara kita pernah singgah ke perpustakaan yang  kemudian  sepi sekali, dan ini menjadi tanda tanya besar?kenapa sepi, padahal gedung ber-ac

, koleksi nya lengkap?

selain perpustakaan,taman baca masyarakat(TBM) yang saat ini menjadi proyek pemerintah dalam meningkatkan kualitas baca masyarakat, mulai dari pelosok hingga ke kota besar.

semua itu dikarenakan minat baca masyarakat yang rendah, hal itu terbukti ketika anak-anak pada usia dini, mereka lebih menyukai game on line

dari pada membaca buku pelajaran, mereka lebih suka melihat televisi serial cartoon dari pada sekedar membaca buku dongeng. kebiasaan itu akan terus berkembang

hinga dewasa. ketika kita mempersoalkan kenapa begitu rendahnya minat baca masyarakat indonesia?  harusnya kita  introspeksi diri, sudahkah kita membiasakan

diri kita membaca, setidaknya membaca artikel, koran, buku, biografi minimal 15- 30 menit setiap harinya.

harus ada sinergisasi antara upaya pemerintah dengan kemauan membaca dari masyarakat, karena jika tidak upaya pemerintah sia-sia. memang tidak mudah untuk mengubah paradigma

ini.

Salah satu ciri bangsa maju adalah budaya baca masyarakatnya tinggi.

Semakian tingginya minat baca, erat hubungannya dengan tingkat pendidikan di negara tersebut.

Demikan sebaliknya, dan seterusnya  bisa mengukur tingkat ketinggian “moral” negara bersangkutan.

Dengan membaca, negara tersebut dapat mengejar ketertinggalannya dari negara-negara maju lainnya.

harusnya sebagai generasi muda, hendaknya terus tanpa henti mensosialisasikan pentingnya membaca kepada masyarakat, mengajarkan kepada

keluarga kita , dengan membaca kita mampu melihat dunia. yang paling penting menanamkan minat baca kepada anak-anak usia dini kemudian menjadikan

habbit yang luarbiasa.(Tuz)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemeriksaan Keperawanan Itu “De …

Gustaaf Kusno | | 24 November 2014 | 10:33

Disambut Pelangi Halmahera Utara …

Joko Ade Nursiyono | | 24 November 2014 | 09:41

Gonzales, ‘Kartu Truf’ Timnas …

Achmad Suwefi | | 24 November 2014 | 09:32

Jaringan Buruh Migran Indonesia di Hong Kong …

Ida Royani | | 24 November 2014 | 05:47

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39


TRENDING ARTICLES

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 7 jam lalu

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 11 jam lalu

Baru 24 Tahun, Sudah Dua Kali Juara Dunia! …

Jimmy Haryanto | 12 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 13 jam lalu

Hebohnya yang Photo Bareng Pak Ahok di …

Fey Down | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: