Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Choiron

Pejuang kehidupan | Mencoba menebar manfaat bagi semua | http://choiron.info/ | 081703311567

Tatto yang Membawa Penyesalan

REP | 30 October 2012 | 08:40 Dibaca: 1656   Komentar: 0   3

13515609721937890059

Tatto (sinaryou.blogspot.com)

Ririn tidak menyangkan bila tatto bintang yang menghiasi lehernya yang putih bersih, saat ini membuatnya menjadi resah. Cita-citanya untuk menjadi pramugari bisa kandas bila pada tahapan seleksi berikutnya dilakukan pemeriksaan secara fisik. Andai kata lolospun, dia masih cukup waswas dengan tatto tersebut apabila suatu saat dipermasalahkan oleh maskapai penerbangan.

Terbayang 3 tahun lalu saat duduk di SMU, bagi teman-teman dan kelompoknya, membuat tatto kupu-kupu, bunga, bintang dan gambar kecil lainnya dianggap begitu seksi untuk seorang wanita. Saat teman-temannya memamerkan tatto yang tersemat di pundak, lengan dan tempat-tempat ’strategis’ lainnya, Ririn merasa tatto sebagai simbol gaul. Akhirnya diapun memutuskan untuk menyematkan 3 gambar bintang dalam ukuran yang berbeda di leher samping belakang. Sebuah studio tatto yang biasa dikunjungi teman-temannyalah yang mengerjakan tatto tersebut. Sebenarnya sakitnya bukan main saat jarum tatto menusuk kulit lehernya yang penuh dengan syaraf.

Bertahun-tahun Ririn begitu bangganya dengan tatto bintang dilehernya. Rasanya tatto itu yang membedakan dirinya dengan teman-teman yang lain. Memang aneh, rasanya percaya dirinya jadi lebih baik setelah memiliki tatto yang dianggapnya sebagai tatto keberuntungan.

Namun hingga tulisan ini dibuat, Ririn sedang berusaha menghapus tattonya tersebut. Dia berharap, sebelum seleksi lanjutan, tattonya tersebut telah hilang dari permukaan kulitnya demi cita-cita yang lebih besar. Hasil konsultasi dengan dokter kulit dan kosmetik, biaya menghapus tatto biayanya bisa lebih dari 4 juta. Itupun harus dilakukan lebih dari 2-3 kali agar benar-benar bersih.

Merujuk pada tulisan Hendi Setiawan di Kompasiana, di Amerika muncul trend untuk menghapus tatto. Ini kebalikan dengan penggiat tatto di Indonesia yang menjadikan tatto sebagai sebuah karya seni dan menarik para remaja yang masih labil untuk membuat tatto permanen.

Untuk adik-adikku para remaja yang sedang mencari jati diri. Pertimbangkan langkahmu hari ini. Agar tidak menjadi batu sandungan bagi cita-citamu yang lebih besar di masa yang akan datang. Hindari perbuatan atau perilaku yang tidak ada manfaatnya agar tidak menyesal di kemudian hari. Apabila sudah terlanjur, bangun kembali langkah-langkah untuk memperbaiki diri.

Hidup ini indah, penuh warna-warna. Walau tanpa tatto tentunya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 13 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 15 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 16 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 17 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 14 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 14 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 14 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 15 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 15 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: