Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Prakasita Nindyaswari

21 years old. Passionate in arts. Don't judge her from her height. @sitanindyaswari

10 Cara Membimbing Remaja Menjauhi Rokok

OPINI | 05 October 2012 | 01:51 Dibaca: 1513   Komentar: 9   5

13493586811589397722

pcmlifestyle.com

Seminggu yang lalu, ketika saya lagi latihan menari di Taman Ismail Marzuki, ada sekelompok anak-anak kecil mungkin usianya kurang lebih 8 tahun, sedang asyik bermain bola. Ketika lagi asyik mengamati mereka, tiba-tiba perhatian saya tertuju ke dua orang anak yang menyingkir sejenak dari permainan, dan…. tadaa! salah satunya mengeluarkan bungkus rokok dari saku celananya, dan yang satu lagi mengeluarkan korek api.  Dua-duanya merokok dengan begitu santainya, tanpa merasa canggung lagi. Merokok sambil bermain bola lagi, dengan tampang sok keren. Memainkan asapnya, dan sok-sokan membentuknya jadi bentuk menyerupai bola, kemudian teman-temannya yang lain tampak mengagumi aksi memainkan asap itu. Bah.

Teman nari saya, Junko yang berasal dari Jepang, kaget melihat ada anak unyil gitu sudah merokok. Wah, buat jelek nama Indonesia aja deh yang kayak gitu. Sebel. Miris ya, anak kecil.. uang jajannya dipakai buat beli rokok. Paru-parunya sudah dipenuhi oleh zat-zat kimia rokok, diusianya yang masih begitu muda. Enggak sayang sama badan ya. Orang tuanya tau enggak ya anaknya merokok? Apa malah kalau di rumah sudah biasa merokok bareng anak di teras rumah? Mana tau.

Saya enggak akan pernah merasa bosan untuk mengingatkan akan bahayanya merokok. Aneh ya, semuanya sudah bisa baca akan bahayanya merokok di bungkus rokok yang mereka beli. Tapi tetap saja dibeli. Ada beberapa tips yang saya kutip dari CNN bagaimana caranya mendorong anak-anak atau remaja untuk tidak menjadi seorang perokok.

1. Understand the attraction

Alasan anak-anak atau remaja merokok biasanya karena bisa jadi bentuk dari pemberontakan karena stress atau tertekan, supaya bisa masuk ke lingkungan pergaulan yang dia inginkan, ada juga yang ingin berat badannya turun (konyol banget memang, tapi ada yang begitu), dan juga supaya kelihatannya keren.  Orang tua disini berperan penting untuk bisa ngobrol dengan anaknya, melakukan pendekatan secara halus dan sembari mencari tau apakah anaknya merokok atau tidak. Jika iya, jangan serta merta dimarahi, tapi diberi tahu dampak-dampak yang akan ditimbulkan dari pilihannya untuk merokok dan juga cari tau apa yang membuat dia merokok. Beri tau juga bahwa image merokok yang dibuat oleh para produsen-produsen rokok selama ini itu ‘menipu’. Lihat saja di film-film, orang yang merokok dipersepsikan seperti high class dan terlihat glamor. -___-

2. Say no to teen smoking

Mungkin ada yang berpikir, “ah, anak gue enggak bakalan dengerin gue”. Tapi lebih baik tetap katakan kepada anak, kalau (orang tua) tidak suka jika anaknya merokok. Teman saya ada lho yang berhenti merokok karena Ibunya tidak suka ketika mengetahui dia merokok. Karena sayang banget sama Ibunya, dia jad berhenti merokok. Uuuu.. Yakin deh, orang tua yang sudah memberikan peringatan kalau tidak memperbolehkan anaknya merokok, anaknya cenderung untuk tidak merokok. Beda dengan orang tua yang sama sekali tidak memberikan peringatan atau bahkan yang orang tuanya juga perokok.

3. Set a good example

Banyak orang tua yang bukan perokok, memiliki anak yang juga bukan perokok. Buat bapak-bapak dan ibu-ibu yang sekarang enggak merokok dan bukan perokok, keep it up ya! Kalau yang perokok, ayo dong usaha buat berhenti. Bisa juga dengan tidak merokok depan anak-anak dan tidak meninggalkan bungkus rokok di sembarang tempat. Bilang kalau rokok itu enggak enak, dan enggak sehat.

4. Appeal to your teen’s vanity

Merokok itu enggak keren dan enggak glamor kayak yang ada di film-film. Merokok itu justru bikin badan kamu bau, nafas bau, kuku kuning, gigi kuning, muka enggak segar, terus dimana kerennya? Belum lagi bikin kamu cepet lesu, lemah, letih, tak bertenaga kalau lagi olahraga atau melakukan aktivitas yang menguras tenaga.

5. Do the math

Rokok itu mahal. Semua teman saya yang merokok mengakui rokok itu mahal. Salah satu teman kantor saya pun bilang kalau rokok sudah menghabiskan sekian juta penghasilannya selama ini. Nah, coba suruh anak-anak atau para remaja menghitung berapa pengeluaran mereka selama ini untuk rokok. Bandingkan uang yang sudah dikeluarkan dengan gadget, baju-baju, sepatu, laptop, atau barang apapun yang banyak digandrungi anak muda. Misal:  “tuhkaan, kalau kamu enggak merokok, kamu udah bisa beli motor baru tuuu… jadi kamu bisa bonceng pacar. Mama jadi enggak heran kalau kamu jomblo”. Ha ha. :p

6. Expect peer pressure

Punya temen atau berada di lingkungan yang orang-orangnya perokok, terus kamu ditawarin buat merokok, seringkali bikin kamu jadinya enggak bisa nolak. Nah, bagusnya, kalau orang tua mengajarkan anaknya untuk belajar menolak pemberian orang (dalam hal ini rokok), dengan mengajarkan untuk berkata, “tidak. Maaf, saya enggak merokok”. Kata-kata yang simpel, tapi kalau sering-sering dipraktekan bakalan kebiasaan kok.

7. Take addiction seriously

Banyak remaja yang menyepelekan kalau nantinya jadi pecandu rokok. Banyak yang bernggapan kalau keluar dari rokok itu gampang, bisa berhenti kapanpun dia mau berhenti. Halo, susah banget lho berhenti dari merokok. Butuh waktu yang lama dan harus melalui masa-masa sulit sampai lidah sama bibir gatal-gatal, badan gemetar, sampai merasa frustasi. Itu diceritakan oleh teman saya yang sedang berusaha berhenti merokok. Mau seperti itu? Enggak kan? Ngeri ih kalau udah kecanduan.

8. Predict the future

Banyak anak-anak dan remaja yang enggak memikirkan akan masa depannya. Maksudnya, jarang diantara mereka yang sudah berpikir jangka panjang, seperti: apa sih yang bakalan terjadi sama diri mereka 10 tahun lagi misalnya? Jelaskan kepada mereka akan bahaya jangka panjang dari rokok dan berikan contoh-contoh nyata dari orang-orang yang sakit gara-gara rokok. Bisa dari pengalaman teman, tetangga, atau cari di internet.

9. Think beyond cigarettes

Banyak remaja yang tergiur untuk mencoba berbagai macam rokok yang (katanya) enggak berbahaya. Kayak misalnya rokok yang ada rasanya, kayak rasa strawberry, jeruk, atau yang rasanya seperti permen. Apapun yang namanya rokok, tetap saja berbahaya. Itu hanyalah strategi dan inovasi dari produsen rokok supaya pasar nya makin luas. Padahal sebenarnya tetap saja berbahaya (bahkan lebih berbahaya) dan lebih addict daripada rokok yang tradisional alias rokok biasa.

10. Get involved

Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan atau mensupport kegiatan yang mengkampanyekan anti rokok pada remaja dan anak-anak akan memberikan dampak positif bagi anak-anaknya, karena si anak bisa malu kalau orang tuanya aktif dalam kegiatan-kegiatan tersebut tapi dianya merokok. Iya enggak sih? :p

Jadi, sudah tau kan bagaimana cara-caranya untuk membimbing anak-anak dan remaja supaya tidak menjadi seorang perokok alias menjauhi rokok? Semoga bermanfaat dan di aplikasikan ya dalam dunia nyata. He he.

Salam hangat,

Sita.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | | 31 October 2014 | 22:32

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | | 31 October 2014 | 08:42

Hati Bersih dan Niat Lurus Awal Kesuksesan …

Agung Soni | | 01 November 2014 | 00:03

Rayakan Ultah Ke-24 JNE bersama Kompasiana …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 12:53


TRENDING ARTICLES

Susi Mania! …

Indria Salim | 5 jam lalu

Gadis-Gadis berlagak ‘Murahan’ di Panah …

Sahroha Lumbanraja | 7 jam lalu

Pramugari Cantik Pesawat Presiden Theresia …

Febrialdi | 9 jam lalu

Kerusakan Demokrasi di DPR, MK Harus Ikut …

Daniel H.t. | 10 jam lalu

Dari Pepih Nugraha Untuk Seneng Utami …

Seneng | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 8 jam lalu

Wakatobi, Potongan Surga yang Jatuh ke Bumi …

Arif Rahman | 8 jam lalu

Danau Poso, Keelokannya Melahirkan Rindu …

Khoeri Abdul Muid | 9 jam lalu

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 10 jam lalu

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: