Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Christie Damayanti

Just a stroke survivor & cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, also as selengkapnya

Seputar Cerita Saling Membully …..

REP | 27 September 2012 | 17:02 Dibaca: 850   Komentar: 8   4

By Christie Damayanti

1348721096702184753

frumforum.com

Bully? Ternyata sangat berbahaya! Orang2 dewasa saat ini, termasuk aku, sering dibully dengan berbagai macam cara, baik di internet atau di dunia nyata. Tetapi orang dewasa bisa melihat, memilah-milah dan berpikir, apa yang harus mereka lakukan. Mau membalas? Mau diam saja? Atau justru mendoakan yang membully? Aku termasuk yang selalu mendoakan, orang2 yang membully-ku dengan caranya masing2. Baik di dunia maya atau di dunia nyata. Karena aku percaya, bahwa ‘pembalasan hanya pada Tuhan saja’ …..

Kasus mengerikan, ketika tadi pagi aku mendengar dan melihat berita di TV tentang tawuran terakhir di Manggarai yang mengakibatkan seorang remaja tewas di clurit ( Deny Januar ) remaja lain dalam sebuah tawuran antar sekolah, yang entah apa penyebabnya. Tetapi aku sedikit yakin, bahwa biasanya antar sekolah dan antar pelajar adalah saling mengejek dan balas dendam ….

Ketika MenDikBud, Muhammad Nuh berkunjung ke si remaja yang membunuh di Polda Metro Jaya, seorang remaja kelas 12, beliau pertama kali bertanya,

“Apakah kamu puas dengan perbuatanmu dengan membunuh orang lain?”

Dan jawabannya, … ( OMG, sangat mengerikan )

“Puas pak” ( kata pak Nuh sendiri ) …

Aku berlinang air mata … hatiku bergetar … Tidak adakah Tuhan di hati seorang remaja yang baru saja membunuh remaja lain? Untuk aku, itu sangat mengerikan! Begitu mudahnya membunuh, walau tidak tahu untuk apa dia membunuh … Begitu mudahnya dia menyabetkan cluritnya ke tubuh orang lain? Apa yang terjadi, Tuhan, dengan dunia ini???

Aku sih bukan seorang psikolog atau psikiater. Tetapi yang aku lihat, si pembunuh yang notebene masih belasan tahun, mengalami permasalah sosial yang rumit, seperti kaata pak Nuh juga. Mungkin sejak kecil dia tidak bahagia dengan keluarga atau lingkungannya, termasuk mungkin dia sering di bully oleh lingkungannya …..

Menurut aku, membully bukan hanya saling mengejek atau merendahkan langsung keluar kata2 yang kasar. Menurut aku, membully bisa termasuk merendahkan arti hidup, hati dan pikiran seseorang, sehingga orang itu selalu tertekan dan selalu berusaha memuaskan dirinya dengan bertindak ekstrim, termasuk ( mungkin ) akan menjadi nakal dan jahat! Menurut aku, membully bisa disejajarkan dengan kejahatan besar, yang memang bertumbuh di alam bawah sadar dari orang2 yang dibully, karena hasilnya adalah orang2 yang rendah diri atau justru orang2 yang menjadi tidak terkontrol …… Kasihan sekali …..

Untuk orang dewasa, menurut aku, tidak bisa diapa2kan karena toh mereka bisa berpikir sendiri, KECUALI mereka tidak mampu dan mendatangi seorang pakar untuk menolongnya. Tetapi justru, anak2 dan remaja ini yang harus kita selamatkan dari berbagai tindakan membully dimanapun supaya hidup masa depan mereka lebih baik.

Membully memang sepertinya hanya biasa2 saja. Membully sepertinya terlihat wajar2 saja sebagai interaksi antar manusia. Tetapi efek langsung dari orang2 yang di bully, bisa dilihat sekarang atau kehidupan mereka kelak. Jika anak2 dibully di sekolahnya, diejek2 atau di ‘nakali’ temannya, anak itu akan menangis, marah, rendah diri, atau justru menjadi tidak terkontrol karena dia akan berusaha ‘keluar’ dari si pembully untuk membalas dendam, bukan kepada si pembully tetapi kepada lingkungannya, bahwa dia bukanlah si pecundang ….. Mungkin anak itu terus merasa sebagai pecundang jika bully terus menerus menerpanya. Dan masa depan anak tersebut menjadi layu …..

Begitu juga di bully saat sudah memasuki dunia remaja. Hati mereka akan layu walau belum berkembang. Dan justru si pembunung dalam konteks di tulisan di atas, mungkin dia sering di bully dalam lingkuannya sejak kecil dan ebagai remaja, dia menjadi membully, bahkan membunuh. Dengan jawaban yang tidak masuk akalku ( “puas” ), sangat terlihat gemuruh badai hatinya karena tidak adanya Tuhan …..

Membully bukan hanya di dunia offline, tetapi juga di dunia online. Kasus aku, misalnya. Di dunia offline, seingatku aku belum pernah di bully ( siapa yang berani, sebagai ‘preman proyek’ aku sangat galak, hihihi …. ). Tetapi dalam dunia maya aku pernah dan sering di bully dan sangat2 direndahkan sebagai manusia. Jujur, dulu aku sangat tertekan sampai sering sakit dan ketakutan. Tetapi waktu yang membuktikan bahwa Tuhan ada dimana2. Aku merasa ‘bebas’ dari si pembully dan selalu mendoakan untuk dia tidak menyakiti orang2 lain seperti dia membully dan menyakitiku…..

*( wah, kalau si pembully mau bertemu dengan aku di dunia nyata, aku akan labrak dan panggil teman2ku sesama preman proyek … biar tahu rasa dia, hihihi …. )*

Dan dunia maya adalah dunia yang rentan dari kasus ‘bully - membully’ ( lihat tulisanku Anak-anak dan Remaja Sangat Rentan Mendapat ‘Cyberbullying’ dan Seputar Pelecehan Remaja di Dunia Maya dan ‘Cyberbullying’ : Saling Melecehkan, Bisa Terjerat Hukum yang Sama ). Jadi, tidak ada salahnya kita terus mengawasi anak2 dan remaja kita untuk terus memberika iman tentang ‘takut akan Tuhan’, karena jika kita ‘takut akan Tuhan’ dan  selalu berserah, Tuhan akan selalu ada di sisi kita …..

13487211411686277616

bullyingproject.com

Memang, mungkin anak2 dan remaja kita baik2 saja tetapi mungkin suatu saat mereka akan menjadi korban dari sebuah tawuran. Tetapi, ingatlah! Bahwa dengan bimbingan kita untuk terus menjaganya dalam nama Tuhan, semuanya akan lebih baik. Berserah penuh kepada NYA …..

Kasus remaja yang puas karena membunuh, merupakan kasus sosial yang sangat kompleks. Kita semua sedih dengan kasus ini, tetapi tetaplah mendoakannya, agar Tuhan masuk dalam hatinya untuk bertobat. Dan jangan menjadikan dendam untuk membuat ‘pembalasan’, karena pembalasan adalah hanya dari Tuhan saja …..

Doaku untuk semuanya, Tuhan berkati …..

13487211791004955408

Profil | Tulisan Lainnya

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 13 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 15 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 16 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 16 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: