Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Coretan Embun

Bragging Rights... @fun fearless female ~ bermain dengan aksaramu aksaraku ~ >>... check my page : coretanembun2011.blogspot.com

Cinta Tak Harus Memiliki Itu Hanya Sebatas Nafsu dan Kesenangan

OPINI | 15 September 2012 | 13:30 Dibaca: 9430   Komentar: 33   1

Tulisan mba Indri Hapsari (Kompasiana, 14 September 2012) dengan judul : ‘Mencintai Tanpa Memiliki, Memang Bisa?’ Membuat saya tergerak untuk menulis postingan ini. Dan inilah opini saya pribadi tentang Cinta yang tidak harus memiliki itu. Bahwa :
Cinta bukan hanya tentang pikiran dan perasan.
Cinta tidak semata-mata harapan dan keinginan, tetapi Cinta melatih kesabaran,
Sebab Cinta itu memberi, Cinta itu berkorban.

Cinta itu sendiri bisa tiba-tiba datang dan pergi tanpa bisa dicegah atau dihindari. Ini yang namanya jatuh cinta. Jatuh cinta tidak pernah memlilih apakah seseorang itu sudah ada yang memiliki atau belum milik siapa-siapa. Ini yang disebut cinta buta. Jadi cinta dapat menjangkiti siapa saja tanpa pandang bulu atau memandang status seseorang.

Dan apabila ada 2 orang yang saling mencintai, hendaklah cinta itu dirawat agar terus tumbuh dan dijaga agar selalu mekar bersemi dihati. Untuk selanjutnya dilegalkan dalam lembaga perkawinan sebagai bentuk komitmen mereka dan mempunyai tujuan yang jelas yaitu membentuk sebuah keluarga yang penuh cinta kasih. Dimana mereka harus saling menghargai, saling mengisi, untuk berjanji saling mencintai sehidup semati. Dengan tujuan supaya terjadi jalinan hubungan cinta yang harmonis dan kebahagiaan bersama.

Tapi apabila salah satu melanggar komitmen (baca:ketidak setiaan) dari salah satunya, bisa dipastikan rasa cinta itu akan pelan-pelan menjadi luntur ataupun berbalik menjadi kebencian. Karena hilangnya kepercayaan dan rasa respek terhadap orang yang (dulu) dicintainya. Dan jangan salahkan siapa-siapa bila ada cinta yang lain datang tanpa bisa dicegah.

Ungkapan bahwa ‘Cinta tidak harus memiliki’ mempunyai makna adanya sebuah penghianatan cinta (baca:perselingkuhan). Mengapa mencintai tapi tidak dapat memiliki? Itu artinya yang dicintai sudah dimiliki atau milik orang lain. Sehingga tidak dapat memiliki secara lahir dan bathin. Menurut saya ‘Cinta sejati’ beda dengan cinta yang tidak harus memiliki itu. Karena ‘Cinta sejati’ harus diperjuangkan dan harus dimiliki. Sementara ‘Cinta yang tidak harus memiliki’ adalah nafsu atas nama cinta. Dan menurut saya tidak ada itu yang namanya ‘Cinta tapi tidak harus memiliki’ kecuali hanya nafsu dan kesenangan saja. Kecuali apabila ‘Cinta yang tidak harus memiliki itu’ diperjuangkan dengan tujuan supaya benar-benar saling memiliki. Karena ‘Cinta sejati’ itu adalah suci dan karunia dari Tuhan.

Jadi mengapa harus ada ‘Cinta yang tidak harus memiliki’? Apa alasannya mengapa cinta itu tidak dapat dimiliki? Bila memang cinta sejati sudah selayaknya diperjuangkan agar dapat saling memiliki. Tetapi bila tidak cinta itu hanya sebatas kesenangan dan nafsu saja, tanpa berniat memilikinya. Mengapa tidak mau berkorban untuk cinta-nya. Karena mungkin tidak benar-benar mencintai alias cinta palsu. Jadi jangan terjebak oleh cinta palsu yang pasti hanya akan menyakiti hati.

***

Selamat pagi dan selamat berakhir pekan :)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Supermaterial yang Akan Mengubah Wajah Dunia …

Rahmad Agus Koto | | 23 November 2014 | 11:02

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Nangkring dan Blog Reportase Kispray: …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 6 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 14 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 16 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri iniā€¦ …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


HIGHLIGHT

Bagaimana Menjadi Penulis Opini, Kuliah …

Hendi Setiawan | 9 jam lalu

Di bawah Alunan Malam …

Arrizqi Titis Anugr... | 9 jam lalu

Cenderamata Kompasianival 2014 …

Mabate Wae | 9 jam lalu

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | 9 jam lalu

Benarkah Reformasi Birokrasi Harus Dipaksa? …

Efendy Naibaho | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: