Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Coretan Embun

To travel by train is to see nature & human beings, towns, churches & rivers, selengkapnya

Cinta Tak Harus Memiliki Itu Hanya Sebatas Nafsu dan Kesenangan

OPINI | 15 September 2012 | 13:30 Dibaca: 9192   Komentar: 33   1

Tulisan mba Indri Hapsari (Kompasiana, 14 September 2012) dengan judul : ‘Mencintai Tanpa Memiliki, Memang Bisa?’ Membuat saya tergerak untuk menulis postingan ini. Dan inilah opini saya pribadi tentang Cinta yang tidak harus memiliki itu. Bahwa :
Cinta bukan hanya tentang pikiran dan perasan.
Cinta tidak semata-mata harapan dan keinginan, tetapi Cinta melatih kesabaran,
Sebab Cinta itu memberi, Cinta itu berkorban.

Cinta itu sendiri bisa tiba-tiba datang dan pergi tanpa bisa dicegah atau dihindari. Ini yang namanya jatuh cinta. Jatuh cinta tidak pernah memlilih apakah seseorang itu sudah ada yang memiliki atau belum milik siapa-siapa. Ini yang disebut cinta buta. Jadi cinta dapat menjangkiti siapa saja tanpa pandang bulu atau memandang status seseorang.

Dan apabila ada 2 orang yang saling mencintai, hendaklah cinta itu dirawat agar terus tumbuh dan dijaga agar selalu mekar bersemi dihati. Untuk selanjutnya dilegalkan dalam lembaga perkawinan sebagai bentuk komitmen mereka dan mempunyai tujuan yang jelas yaitu membentuk sebuah keluarga yang penuh cinta kasih. Dimana mereka harus saling menghargai, saling mengisi, untuk berjanji saling mencintai sehidup semati. Dengan tujuan supaya terjadi jalinan hubungan cinta yang harmonis dan kebahagiaan bersama.

Tapi apabila salah satu melanggar komitmen (baca:ketidak setiaan) dari salah satunya, bisa dipastikan rasa cinta itu akan pelan-pelan menjadi luntur ataupun berbalik menjadi kebencian. Karena hilangnya kepercayaan dan rasa respek terhadap orang yang (dulu) dicintainya. Dan jangan salahkan siapa-siapa bila ada cinta yang lain datang tanpa bisa dicegah.

Ungkapan bahwa ‘Cinta tidak harus memiliki’ mempunyai makna adanya sebuah penghianatan cinta (baca:perselingkuhan). Mengapa mencintai tapi tidak dapat memiliki? Itu artinya yang dicintai sudah dimiliki atau milik orang lain. Sehingga tidak dapat memiliki secara lahir dan bathin. Menurut saya ‘Cinta sejati’ beda dengan cinta yang tidak harus memiliki itu. Karena ‘Cinta sejati’ harus diperjuangkan dan harus dimiliki. Sementara ‘Cinta yang tidak harus memiliki’ adalah nafsu atas nama cinta. Dan menurut saya tidak ada itu yang namanya ‘Cinta tapi tidak harus memiliki’ kecuali hanya nafsu dan kesenangan saja. Kecuali apabila ‘Cinta yang tidak harus memiliki itu’ diperjuangkan dengan tujuan supaya benar-benar saling memiliki. Karena ‘Cinta sejati’ itu adalah suci dan karunia dari Tuhan.

Jadi mengapa harus ada ‘Cinta yang tidak harus memiliki’? Apa alasannya mengapa cinta itu tidak dapat dimiliki? Bila memang cinta sejati sudah selayaknya diperjuangkan agar dapat saling memiliki. Tetapi bila tidak cinta itu hanya sebatas kesenangan dan nafsu saja, tanpa berniat memilikinya. Mengapa tidak mau berkorban untuk cinta-nya. Karena mungkin tidak benar-benar mencintai alias cinta palsu. Jadi jangan terjebak oleh cinta palsu yang pasti hanya akan menyakiti hati.

***

Selamat pagi dan selamat berakhir pekan :)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ratusan Ribu Hingga Jutaan Anak Belum Dapat …

Didik Budijanto | | 31 July 2014 | 09:36

Olahraga Sebagai Industri dan Sarana …

Erwin Ricardo Silal... | | 31 July 2014 | 08:46

Espresso, Tradisi Baru Lebaran di Gayo …

Syukri Muhammad Syu... | | 31 July 2014 | 07:05

Rasa Takut, Cinta, Naluri dan Obsesi …

Ryu Kiseki | | 31 July 2014 | 03:42

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Menipu Rakyat? …

Farn Maydian | 15 jam lalu

Gandhi-Martin Luther-Mandela = Prabowo? …

Gan Pradana | 17 jam lalu

Jokowi Hanya Dipilih 37,5% Rakyat (Bag. 2) …

Otto Von Bismarck | 19 jam lalu

Jokowi yang Menang, Saya yang Mendapat Kado …

Pak De Sakimun | 21 jam lalu

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda …

Evha Uaga | 24 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: