Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Victor Sibarani

kesuksesan akan menjadi kegagalan terbesar ketika engkau membiarkan orang lain gagal untuk kesuksesanmu sendiri

Menculik Pemimpin Bangsa Seperti Peristiwa Rengasdengklok?

REP | 17 August 2012 | 07:09 Dibaca: 3177   Komentar: 3   2

Sejarah mencatat 17 agustus 1945 kemerdekaan indonesia takkan terjadi jika golongan muda tidak ambil langkah berani untuk menculik soekarno-hatta kerengasdengklok..

“Sejarah singkat kemerdekaan Indonesia “
Diawali dengan Jepang menyatakan menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945. hal ini masih dirahasiakan oleh Jepang, para pemimpin pergeraakan dan pemuda Indonesia lewat siaran luar negeri telah mengetahui pada tanggal 15 Agustus 1945.

Para pemuda segera menemui Bung Karno dan Bung Hatta di Pegangsaan Timur No.56 Jakarta dan meminta agar mau memproklamasikan kemerdekaan Indonesia lepas dari pengaruh Jepang. Bung Karno dan Bung Hatta tidak menyetujui dengan alasan bahwa proklamasi perlu dibicarakan dalam rapat PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Sehingga pada malam hari tanggal 15 Agustus 1945 mengadakan rapat di ruang Laboratorium Mikrobiologi di Pegangsaan Timur yang dihadiri oleh Soekarni, Yusuf Kunto, Syodanco Singgih, dan Chaerul Saleh sebagai pemimpinnya. Hasil rapat disampaikan oleh Darwis dan Wikana yaitu mendesak agar Soekarno-Hatta memutuskan ikatan dengan Jepang.  Soekarno-Hatta tidak menyetujuinya.,Namun golongan muda tetap mendesak agar tanggal 16 Agustus 1945 diproklamasikan kemerdekaan, golongan tua menekankan masih perlunya diadakan rapat PPKI.
dini hari tanggal 16 Agustus 1945, golongan muda mengadakan rapat di Asrama Baperpi, Jalan Cikini 71 Jakarta dengan keputusan untuk membawa Bung Karno dan Bung Hatta keluar kota agar tidak terkena pengaruh Jepang. Pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno-Hatta diculik oleh SOEKARNI,YUSUF KUNTO,Dan SYODANCO SINGGIH ke Rangasdengklok. Pada sore harinya, Ahmad Soebarjo memberi jaminan bahwa selambat-lambantnya esok hari tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno-Hatta akan memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia, maka Cudanco Subeno (komandan kompi tentara PETA di Rengasdengklok) memperbolehkan Soekarno-Hatta kembali ke Jakarta.

Atas jasa Ahmad Soebarjo pertemuan diadakan di rumah Laksamana Muda Maeda di Jalan Imam Bonjol No.1 Jakarta untuk membicarakan pelaksanaan proklamasi. Menjelang pagi tanggal 17 Agustus 1945 teks proklamasi dirumuskan oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dam Ahmad Soebarjo yang disaksikan oleh Sayuti Melik, Sukarni, B.M Diah, dan Sudiro. Naskah proklamasi yang ditulis tanggan oleh Soekarno dibacakan di hadapan peserta rapat. Setelah mendapat persetujuan ini dan siapa yang menandatangani teks tersebut kemudian diketik oleh Sayuti Malik dengan beberapa perubahan yang kemudian ditandatangani oleh Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia. Disetujui proklamasi diadakan di rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No.56 Jakarta.

17 Agustus 1945 tepat pukul 10.00 WIB di Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta dibacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Ir. Soekarno didampingi Drs. Moh. Hatta dan dilanjutkan dengan pengibaran bendera merah putih oleh S. Suhud dan Cudanco Latief Hendradiningrat dan diiringi dengan nyanyian lagu Indonesia Raya.

Lalu bagaimana dengan Bangsa Indonesia saat ini?
Benarkah Indonesia Raya telah dijajah kembali??

Perasaan senasib,sebangsa dan sependeritaan yang mendasari perjuangan kemerdekaan Indonesia terdahulu,rakyat menderita,diperbudak dan kekayaan alam Bangsa ini dirampas oleh penjajah.hal yang sangat mengiris hati ini bila kita melihat sejarah Bangsa ini terdahulu ditangan penjajah.

melihat Indonesia saat ini,

“Penderitaan saudara-saudari Kita,kelaparan,
jauh dari hak2 kenegaraannya

“korban lumpur lapindo yang terkesan dipermainkan”

“Rakyat miskin yg terus bertambah Bahkan kolong  jembatan diIbukota
layak menjadi rumah bagi rakyat”

Dan masih banyak lagi penderitaan-penderitaan rakyat saat ini

Apa bedanya penderitaan rakyat saat ini dengan penderitaan rakyat ditangan penjajah terdahulu?
mengingatkan saya akan pesan bung karno:

Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno

pesan yang mengiringi langkah ini melihat Bangsa saat ini,lingkaran hitam koruptor yang semakin menjerat Bangsa ini,seakan dibentengi oleh partai2 politik dibuktikan banyaknya elit partai politik besar yang terjerat kasus korupsi membayang-bayangi perjuangan ini,benarkah mereka lawan kita saat ini ?
apapun dan siapapun itu,dengan segala hormat  saya mengajak semua golongan muda bangsa ini dengan semangat momentum kemerdekaan Bangsa  mari kita bersatu untuk mengusir dan memusnahkan lingkaran hitam ini.
Golongan muda terdahulu telah berani mengambil langkah hingga bangsa ini merdeka, lalu apa langkah kita saat ini sahabat sekalian,haruskah kita melakukkan hal yang sama menculik pemimpin Bangsa saat ini seperti peristiwa Rengasdengklok?
bagaimana pun caranya sudah saatnya kita menghapus air mata bangsa ini,saya yakin Golongan muda dan Aktivis Bangsa ini akan bersatu untuk menjawab ini semua..

MERDEKA..
MERDEKA..
SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA!!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemangsa Anak-anak Sasar Sekolah-sekolah …

Jonas Suroso | | 24 April 2014 | 01:14

“Blocking Time” dalam Kampanye …

Ombrill | | 24 April 2014 | 07:48

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 8 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 10 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 10 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 11 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: