Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Roy Octara

Segala tentang fiksi, horor dan humor

Hal-hal Haram dalam PDKT

OPINI | 24 June 2012 | 04:35 Dibaca: 1211   Komentar: 13   1

sumber gambar : toonpool.com

Dalam keadaan masih bernyawa saya menyempatkan menulis pagi ini meskipun sekujur badan berasa habis ditindih gajah dan kawan-kawannya.Meski semalam hanya tidur tiga jam,saya tetap berolahraga pagi dengan lari-lari kecil mengitari lapangan.Hasilnya? saya berhasil melakukan lima putaran meskipun tiga putaran terakhir dilakukan dengan cara ngesot.

Pagi ini cerah tanpa awan.Suasana masih cukup hening dan bersih.Belum ada suara mesin-mesin atau debu yang naik keudara.Terlintas sebuah keinginan mulia untuk kembali tidur tapi sedikit perbincangan dengan temen lama tadi pagi membuat saya ingin menuliskan kegalauannya disini.Hmm sepertinya saya butuh bantuan kopi.

Setelah jatuh bangun berolahraga, saya dan seorang teman lama bernama Budi (bukan nama sebenarnya) segera mencari tempat sarapan strategis dilokasi sekitar.Kenapa harus strategis? karena liatin cewek-cewek manis pulang jogging sambil sarapan adalah impian setiap pria jomblo yang kurang tampan seperti kami.Memalukan? Emang.

Bicara tentang Budi berarti bicara tentang kepedihan.Sebenarnya Budi ini 6 tahun lebih tua dari usia saya.Dan dia belum sekalipun merasakan apa yang dinamakan pacaran sama cewek.Tidak! tidak! dia bukan sejenis homo.Budi nggak pernah pacaran lantaran emang nggak pernah bisa punya pacar.Bahasa kasarnya,gak laku-laku (entah kenapa saya juga merasa kesindir dengan kalimat barusan).Beberapa tahun terakhir,Budi yang sudah memasuki usia dewasa (34 tahun) ini,mengalami trauma akut jika ditanya soal pacar.Sembari sarapan saya iseng menanyakan pertanyaan yang mungkin akan membuat bulu kuduk Budi bergidik.”Anyway, Kapan lo kawin?”.#JENGJENG!! Tiba-tiba langit menjadi gelap.Petir menyambar dan badai menerjang.Ibu-ibu yang tadinya lagi senam aerobik mendadak berubah jadi zombie dengan berbagai bentuk menakutkan.Dengan terseok-seok segerombolan ibu-ibu itu mendekati Budi dan dengan suara parau khas zombie mereka berkata,”KAPAANN KAWIN?? AAARGGHH KAPAAN KAWINN?? ARRGHH KAPAN KAWINN??”.Budi menghilang ditimpa kerumunan ibu-ibu zombie tadi dan yang terdengar hanya jeritan Budi,KYAAAAAAA!!!!!!

Bud! Bud! Woi!.. saya mencoba menyadarkan budi dari ritual bengongnya.Tersentak,Budi segera melanjutkan sarapannya.Terlihat mata Budi berkaca-kaca.Saya nyodorin taplak meja.”Lo kenapa bengong Bud?”,Budi diam.”Jadi lo kapan kawin??”.Budi tiba-tiba pingsan.
Ya,masalah percintaan memang sering melahirkan cerita-cerita horor dan akan menyebabkan penderitanya depresi kronis.Budi adalah salah satu contoh sempurna dari cerita kegagalan asmara.Entah kenapa Budi bisa mengalami episode tragis ini dalam hidupnya yang makin menua.Saya curiga si Budi ini suka pipis sembarangan sehingga dikutuk setiap setan atau jin yang dia kencingin.Sebagai pengamat dunia pergalauan,dibawah ini saya coba kasih contoh kesalahan fatal dalam memulai sebuah hubungan asmara (PDKT) untuk kalian para cowok yang selama ini susah dapat jodoh atau yang setiap kali nembak cewek selalu ditolak.

1.Pura-Pura Ganteng

Jadilah apa adanya.Dengan sikap anda yang apa adanya,otomatis setiap cewek yang anda dekati juga akan nyaman mengungkapkan apa adanya dia.Jangan menjadi orang lain apalagi menyamar jadi orang ganteng.Selain membohongi diri sendiri,anda juga telah melecehkan semua orang-orang ganteng di dunia.

2.Pura-pura Kaya

Ini yang paling sering saya temui dikehidupan sehari-hari.Deketin cewek dengan mengandalkan harta orang lain.Minjem duit sana sini atau kencan pake mobil temen.Dan perlu anda ingat bahwa nggak semua cewek itu gila harta.Itulah gunanya PDKT untuk mengetahui gimana tipe orang yang lagi anda deketin.Gila hartakah? Gila tampan kah atau mungkin pecinta sesama jenis?.Intinya balik lagi jadilah apa adanya.Nggak selalu kencan ditempat-tempat mahal itu akan lebih romantis dibanding tempat makan pinggir jalan.

3.Jangan Berlebihan

Jika kamu menyukai seseorang,hindari sifat lebay dan alay.Tunjukan rasa suka dengan sederhana namun berbobot.Nggak perlu ngingetin makan atau nanyain kabar setiap saat.Gimanapun juga gebetan anda adalah manusia yang secara naluriah akan makan kalau dia lapar.Akan lebih baik kalau kamu ngingetin tentang tugas-tugas sekolah atau kuliah dia atau hal-hal yang lebih penting dari sekedar makan.Kecuali kalau gebetan kamu punya penyakit amnesia terhadap makan.

4.Berasa Udah Jadian

PDKT adalah proses penting yang menentukan kamu akan punya pacar atau tidak.Enyahkan sikap-sikap egois dan over posesif dalam masa PDKT.Jangan ngelarang ini itu disaat kamu belum jadian sama dia.Misalnya ngelarang dia jalan sama temennya atau kenalan sama cowok lain.

5.Aman Terkendali

Sebisa mungkin jangan ekspos proses PDKT ini pada khalayak ramai.Jalani dengan nyaman dan pelan-pelan.Kalau kamu butuh saran,cari teman dekat yang dipercaya.Jangan sampai semua orang tau saat proses PDKT.Selain akan membuat sigebetan nggak nyaman,ada kemungkinan intervensi dari pihak-pihak iseng yang tidak suka dengan anda.Atau anda emang ingin disaat PDKT ditaman,sejumlah OTK (orang tak dikenal) melempar bom molotov kearah anda.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menghadiri Japan Halal Expo 2014 di Makuhari …

Weedy Koshino | | 27 November 2014 | 16:39

Bu Susi, Bagaimana dengan Kualitas Ikan di …

Ilyani Sudardjat | | 27 November 2014 | 16:38

Saya Ibu Bekerja, Kurang Setuju Rencana …

Popy Indriana | | 27 November 2014 | 16:16

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24



HIGHLIGHT

Keuntungan Minum Air Mineral di Pagi Hari …

Vitalis Vito Pradip... | 8 jam lalu

Perbandingan Cerita Rakyat Ande-ande Lumut …

Kinanthi Nur Lifie | 8 jam lalu

Kalau Nggak Macet, Bukan Jakarta Namanya …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Merdeka Tapi Mati! …

Engly Ndaomanu | 8 jam lalu

‘Jujur dan Benar dalam Pola …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: