Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Apa Sih Perbedaan Antara Sunni dan Syiah?

OPINI | 21 March 2012 | 17:18 Dibaca: 17910   Komentar: 53   3

13323025961814770845

Pernahkah kita melihat seorang perempuan yang seluruh tubuhnya tertutup kecuali matanya saja yang kelihatan sedang berjalan jalan ditengah keramaian atau di pasar? Kemarin ketika aku bersama teman teman sedang berjalan jalan di sebuah Mall di kotaku, aku berpapasan dengan sejumlah wanita bercadar dan ketika ku tanyakan kepada temanku siapa mereka dengan singkat temanku itu menjawab itu wanita Syiah. Baru pertama kali aku melihat secara langsung wanita yang seluruh tubuhnya tertutup rapat dengan pakaian longgar dan hanya menyisakan dua pasang mata. Biasanya aku sering menjumpai wanita yang berjilbab longgar atau ketat bahkan ada juga teman sekantorku yang memakai jilbab dan aku juga sesekali berjilbab ketika ada acara keagamaan di kantor. Aku pikir wanita Syiah itu agak berlebihan kerena setahuku Islam menyuruh wanita menutupi tubuhnya tapi tidak seluruhnya muka dan telapak tangan boleh kelihatan.

Syiah itu identik dengan sebuah negara yang terletak di timur tengah yaitu Negara Iran. Iran ini pernah berperang selama puluhan tahun dengan tetangganya yaitu Irak yang notabone juga sebuah negara Islam yang beraliran Sunni. Aku tidak tahu kenapa kedua negara islam ini saling berperang, aku pikir seperti kasus Ahmadiyah yang dianggap ajarannya menyimpang oleh mayoritas pemeluk islam di Indonesia. Bahkan oleh Menteri Agama, Ahmadiyah ini disarankan untuk membentuk agama baru yang apalah namanya yang penting bukan islam. Walaupun Tuhannya tetap Allah tapi nabi dan kitab sucinya tidak sama dengan dengan umat Islam. Nabi dari Ahmadiyah ini bernama Mirza Ghulam Ahmad dan kitab sucinya Tadzkirah. Jadi kalau menurut aku wajar saja Menteri Agama waktu itu menyarankan untuk membikin agama baru seperti agama langit lainnya yaitu Yahudi dengan nabi Musa dan kitab sucinya Taurat atau Kresten dengan nabi Isa/Yesus dengan kitab sucinya Injil. Tapi ternyata Syiah dan Sunni itu itu tidak berbeda sama sama bertuhan Allah, bernabi Muhammad dan berkitab suci Alqur’an. Jadi apa yang mereka permasalahkan?

Ketika ku tanya kepada teman dekatku apa sih perbedaan antara Syiah dan Sunni itu, apakah seperti NU dan Muhaddiyah yang meributkan masalah doa qunut, tahlillan dan ziarah kubur? Teman dekatku itu cuma angkat bahu dan berkata yang ditanya tidak lebih tahu dari yang menanya. Kerena masih penasaran ahirnya aku bertanya kepada mbah google, dari berbagai penulusuran ahirnya aku menemukan sedikit gambaran mengenai Syiah dan Sunni.

Syiah adalah pengikut Imam Ali yang merupakan keponakan sekaligus menantu nabi Muhammad. Kelompok Syiah ini beranggapan sepeninggal Nabi Muhammad yang seharusnya meneruskan estapet kepemimpinan Islam adalah Ali dan keturunannya bukan Abu bakar, Umar ataupun Usman. Adapun masalah hadist kelompok syiah hanya mengakui hadist yang diriwayatkan oleh Ali dan patimah putri Nabi. Sedangkan Sunni atau kalau di Indonesia dikenal dengan nama Ahli Sunnah Waljamaah adalah kelompok yang mengikuti ajaran nabi, para sahabat, tabii dan tabiin serta ulama sampai ahir jaman.

Mungkin itulah sebabnya antara Syiah dan Sunni tidak pernah akur kerena masalah kepemimpinan. Syiah tidak pernah mengakui pemimpin islam yang bukan dari Ahlul Bait atau keturunan nabi.

Mungkin apa yang aku kemukakan ini banyak tidak benarnya atau salah tapi itulah hasil penelusuranku dari mbah google atau ada yang memberi pandangan lain silahkan comen di kolom komentar.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 7 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 13 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 14 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 14 jam lalu

Ini Pilihan Jokowi tentang Harga BBM …

Be. Setiawan | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 8 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 8 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 9 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Marah, Makian, Latah. Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: