Artikel

Muda

Philip Ayus

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

menjaga kewarasan lewat tulisan.

Pesan Sayang Saya Kepada Presiden SBY


OPINI | 14 February 2012 | 13:47 Dibaca: 145   Komentar: 18   Nihil

Semalam, saya melewati daerah Rawabelong, Jakarta Barat. Daerah Rawabelong ini identik dengan bunga. Tak mengherankan, mengingat di daerah ini terdapat pasar bunga yang konon terbesar se-Asia Tenggara. Pemerintah daerah setempat bahkan menjadikannya sebagai salah satu kawasan wisata. Mungkin hanya satu kendalanya, yakni akses menuju lokasi yang cukup sulit, juga fasilitas jalanan yang kurang memadai (seringkali macet karena jalan relatif sempit).

Biasanya, sejauh pengamatan saya, yang paling banyak dijual adalah bunga tabur untuk makam, namun tadi malam, ada pemandangan yang berbeda. Lapak-lapak dan toko-toko bunga yang biasanya tak begitu ramai terlihat dipadati oleh pembeli. Jenis bunga yang dominan dijajakan pun bukan bunga tabur, melainkan bunga bertangkai sejenis mawar. Dan, seperti yang mungkin ada dalam pemikiran anda, pembelinya rata-rata berusia muda.

Ada apakah gerangan? Tentu kita semua tahu jawabannya. Hari ini adalah hari yang istimewa bagi banyak orang di seluruh dunia: hari kasih sayang, alias Valentine’s Day. Hari ini, hampir semua penduduk dunia dari segala usia, suku, dan agama merayakan cinta. Entah berapa juta orang di seluruh dunia yang menanti-nantikan hari ini. Dan entah berapa juta penjual bunga (dan coklat, boneka, dsb!) di dunia yang hatinya berbunga-bunga.

Memang, ada beberapa kalangan yang apriori terhadap perayaan hari kasih sayang ini. Ada yang menolak karena masih jomblo alias melajang, ada pula yang menolak karena lawan jenis yang diam-diam disukai ternyata merayakan hari kasih sayang bersama orang lain. Yang lainnya lagi menolak karena perayaan Valentine’s Day dilihat sebagai ajang pesta pora berlebihan, dan ada pula yang menolak karena identik dengan Barat.

Bagaimanapun juga, hari ini tetaplah istimewa, setidaknya karena tidak ada tandingannya. Adakah perayaan “hari kebencian” di dunia, yang misalnya dirayakan dengan menebar hujat dan caci maki kepada orang-orang yang dibenci? Tidak ada kan? Tiap tanggal empat belas Pebruari, mayoritas penduduk di muka bumi mengatakan ataupun melakukan sesuatu yang istimewa kepada orang-orang yang dikasihinya, entah itu suami/istri, pacar, “calon pacar”, keluarga, sahabat, dsb.

Akan tetapi, pernahkah ada di antara anda yang berpikir untuk mengungkapkan rasa sayang kepada Pemerintah? Nah, di hari yang istimewa ini, baiklah kiranya saya menyampaikan pesan sayang saya kepada Presiden SBY yang berkuasa tanpa kuasa, yang memimpin tanpa arah pasti, dan yang memerintah tanpa otoritas: “Sayang sekali, ya, Pak, tahun 2014 masih lama….”

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: