Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Isfiyatush Shofi

hidup adalah sebuah panggung sandiwara dimana manusia hanyalah sebagai aktor yang memainkannya.

Di Balik Bulan Febuari

OPINI | 11 February 2012 | 04:57 Dibaca: 418   Komentar: 2   0

Hari yang dirayakan sebagai simbol kasih sayang ini bermula dari Festival Lupercalia yang berlangsung di jaman kerajaan Romawi, sekitar abad ke-3. Festival yang berlangsung setiap 13-18 Febuari. Semua itu diawali dengan persembahan untuk dewi cinta Juno Februata.

Sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut ‘Syuhada’) yang kerana kesalahan dan bersifat ‘dermawan’ maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.

Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai ‘upacara keagamaan’.

Tetapi sejak abad 16 M, ‘upacara keagamaan’ tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi ‘perayaan bukan keagamaan’. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.

Bulan Febuari adalah bulan yang paling istimewa disbanding dengan bulan-bulan yang lain yang rata-rata jumlah tanggalnya 30 atau 31. Tapi untuk bulan yang satu ini beda dari yang lainnya, kenapa…? Jawabannya dalah karena dibulan ini jumlah tanggalnya berjumlah 28/29. Kalaupun yang jumlah tanggalnya 29 itupun terjadi hanya empat tahun sekali atau biasanya kita menyebutnya dengan tahun kabisat. Dan kebetulan sekali di tahun 2012 ini jumlah tanggal untuk bulan Febuari berjumlah 29 hari. Selain itu ada lagi yang membuat bulan Febuari ini beda dari yang lainnya. Menurut kebanyakan remaja-remaji sekarang mereka menyebut bulan ini sebagai bulan istimewa karena didalam bulan ini ada tanggal special yaitu tanggal 14 Febuari. Tanggal itu pasti tidak asing lagi terdengar di telinga para remaja sekarang, bahkan kebanyakan dari mereka mewajibkan untuk dirayakan. Biasanya mereka bertukar coklat dengan pasangannya. Kegiatan semacam itu sudah menjadi tradisi untuk mereka setiap tanggal 14 Febuari. Padahalkan jika kita ingin mengapresiasikan bentuk kasih saying kita pada pasangan kita tidak harus dihari itu saja. Bukankah setiap haripun kita juga bias berbagi kasih sayang dengan pasangan kita.

Menurut ajaran agama islam, merayakan kegiatan semacam ini hukumnya “HARAM”, dengan alasan merayakan kegiatan itu tidak memberikan manfaat untuk kita, yang ada hanya mengumbar nafsu saja dan dosalah yang bakalan kita dapatkan. Bukankah dalah ajaran agama Islam tidak pernah menyebutkan atau mewajibkan untuk merayakannya ? Tapi kenapa justru kebanyakan yang merayakan hari Valentine itu malah orang-orang Islam…? kenapa kita sebagai umat Islam malah meniru budaya Barat yang jelas-jelas kalau kita lakukan itu tidak memberikan manfaat apa-apa pada kita. Jadi, sekarang sudah jelas bukan bahwa merayakan Valentine itu hanya Mulgho/ sia-sia saja. Kalaupun kita ingin berbagi kasih sayang pada orang yang kita sayangi setiap hari dan kapan saja bisa kan ! Tidak harus di hari Valentine saja kita menunjukkan sayang kita pada mereka, kalau hanya pada hari Valentine saja kita tunjukkan rasa sayang kita itu namanya hanya cinta sesaat, alias cinta kalau waktu Valentine saja.

Jadi, merayakan Valentine itu tidak wajib, malahan kalau bisa tidak usah dirayakan karena itu jauh lebih baik dan tidak nambah-nambah dosa.

Darul Falah, 10 Febuari 2012

Isfiyatush Shofi

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Jalan, Super Admin Kompasiana! …

Nurul | | 27 August 2014 | 11:44

Menyambut Baik Undang-undang Panas Bumi …

Ikhsan Harahap | | 27 August 2014 | 10:03

Jokowi: Rekonsiliasi Itu Apa? …

Armin Mustamin Topu... | | 27 August 2014 | 05:58

Mengapa Turis Tiongkok Tidak Suka ke …

Leo Kusima | | 27 August 2014 | 11:46

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Buka Hubungan Diplomatik dengan …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Persaingan Para Istri Bersuamikan WNA …

Usi Saba Kota | 7 jam lalu

“Tuhan, Mengapa Saya Kaya?” …

Enny Soepardjono | 8 jam lalu

DPRD Jakarta Belum Keluar Keringat, tapi …

Febrialdi | 8 jam lalu

“Kelompok Busuk Menolak Ahok” …

Pakfigo Saja | 9 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: