
I was born in Ponorogo East Java, love blogging and friendship..
Dibaca: 583
Komentar: 13
3 dari 3 Kompasianer menilai inspiratif
Angie jadi tersangka. Berita ini menghiasi media cetak dan online selama beberapa jam terakhir. Berita-berita hangat mengenai Angie diekspose sedemikian rupa dari berbagai sudut pandang. Dari sekian banyak itu, aku hanya tertarik perihal pernyataan Abraham Samad di Okezone. Dia berkata,”Kami menjamin penyidik tidak lagi terganggu ‘godaan asmara’ Angelina Sondakh..” Wakaka.. ini memang yang paling menarik coyyyy..
Angelina Sondakh adalah wanita yang luar biasa. Cerdas, cakep dan demplon. Hmm.. terus terang aja nich.. dulu aku sempat jatuh cinta sama Angie dan terbersit untuk melamar bidadari ini. Tapi kupikir-pikir, modalku masih mepet amat. Duit di dompet pas-pasan, kerjaan juga masih serabutan dan kendaraan juga motor Honda Butut keluaran tahun 80-an yang mati pajak. Yach.. terpaksa kurelakan Angie dipersunting oleh Adjie Massaid, yang sebenarnya dari tingkat kegantengan, masih fifty-fifty lah sama aku. Ya Adjie lebih tinggi dikit lah, dia kan blasteran coy.. sedangkan aku.. sebenarnya blasteran juga sih.. blasteran dusun Tawangsari sama dusun Selosari.. wakaka..
**
Kekhawatiran Abraham Samad memang cukup beralasan. Dari pemberitaan, sudah cukup diulas santer ada penyidik KPK yang pernah tergoda oleh Angie. Konon, Angie telah melesatkan sebuah panah asmara yang amat tajam. Sruuuttttt.. Blesss.. panah itupun menembus dada dan hati setiap lelaki.
Termasuk mungkin jika aku dipercaya menjadi penyidik KPK yang memeriksa Angie, aku tak akan kuat menangkis panah asmara itu. Panah itu sungguh tajam dan tentu saja aku rela jika panah itu menembus jantungku, mencabik-cabik hatiku, mengaduk-aduk setiap pikiranku, dan tentu anganku makin menjulang dengan kehadiran bidadariku ini. Oh.. Angie.. hihihi
**
Jika aku benar-benar menjadi penyidik KPK, maka akan kupersiapkan banyak pertanyaan untuk Angie. Sebagai anak bangsa yang dipercaya menegakkan terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi, aku akan bertanya kepada Angie,”Hai Dik Angie.. mm.. kapan nich kita bisa hang out bareng..?” xixixi.. Atau pertanyaan seperti ini,”Dik Angie.. entah kenapa jika dik Angie masuk ke ruangan penyidik, ruangan ini jadi segar dan meriah.. hmm..” wakaka..
Jika itu terjadi, tak menunggu jam atau bahkan hari, Abraham Samad pasti langsung berteriak kepadaku,”Kamu kupecaaatttttt!!!!” Wakaka..
**
Yang jelas, kuharap KPK benar-benar objektif memeriksa bidadariku ini. Tak bisa kupungkiri, meski Angie jadi tersangka saat ini, aku masih menaruh harap kepada Angie agar benar-benar bahwa,”This Is not The End. This is Just The Beginning.” Buka semuanya bidadariku. Katakan apa yang terjadi sebenarnya. Bila memang persediaan apel malang telah habis, kan kubelikan apel malang di toko buah di dekat rumahku. Bila persediaan apel washington habis, mm.. pastilah kuusahakan impor sekarang juga. Kalo gak ada, kuganti saja sama rambutan yak.. wakaka..
Dan Angie.. jangan takut kepada siapapun. Ketua besar, gajah besar atau gajah bengkak besar, semuanya harus kamu ungkap dengan benar-benar terbuka. Kuberharap, kasus ini benar-benar telanjang, tanpa sehelai benangpun. Maksudku.. kasus wisma atlet ini lhoh.. bukan kamu.. wakaka..
**
Politik memang kotor Angie. Politik juga tak pernah mau mengikuti aturan yang telah disepakati. Menyitir ucapanmu bidadariku.. Politics never fair play.. bener itu.. bener.. aku setuju sekali. Kucoba mengulang kata-katamu ya.. Politics never foreplay.. LHOH.. kok keliru.. wakakakakakaakakak..[ ]
Salam Kompasiana,
Mr. President