Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Suami Sering Berkumpul dengan Teman-temannya, Bagaimana Harus Menyikapinya?

OPINI | 02 February 2012 | 22:12 Dibaca: 1287   Komentar: 28   0

“Bagaimana sih Bapaknya anak anak ini, jam segini masih juga belum pulang” kata temanku kesal kerena suaminya belum juga pulang dari acara kumpul kumpul dengan temannya.

“Memangnya jam berapa suami mba berangkatnya?” tanyaku.

“Dari jam sembilan pagi sampai mau magrip kaya gini masih belum juga pulang” keluh temanku itu.

Itulah penggalan percakapanku dengan seorang teman yang kesal kerena suaminya lupa dengan waktu kalau sudah berkumpul dengan teman temannya. Mungkin banyak yang sering mengalami kejadian seperti teman aku itu, kesal, sebal dan marah kerena suami sering kongko kongko dengan teman temannya seolah olah lupa dengan keluarga.

Ketika laki laki memutuskan untuk menikah dan berkeluarga maka ia harus menyadari bahwa ia mempunyai tanggung jawab yang baru, prioritas pun harus berubah yaitu keluarga. Menekuni hobi atau berkumpul dengan teman teman menurut ku sah dan wajar wajar saja bahkan diperlukan untuk menjaga keseimbangan hidup namun dalam batas batas yang wajar. Kalau sebelum kawin ngumpul ngumpul bareng teman bisa dilakukan tiap ahir pekan tapi kalau sudah berkeluarga ya sebulan sekali atau tergantung kesepakatan kedua belah pihak.

Sebaiknya apa yang harus dilakukan seorang istri apa bila suaminya sering berkumpul dengan teman temannya? Diskusikan mengenai hal itu, bisa saja suami menganggap itu bukan masalah kerena menilai istrinya tidak keberatan. Terangkan pula peran suami sangat dibutuhkan dalam keluarga kemudian buatlah pembagian tugas dalam rumah tangga. Berilah pengertian kepada suami tidak ada maksud untuk melarang berkumpul dengan teman temannya. Janganlah menilai suami belum dewasa apalagi berkata “Ah dasar masih anak kecil maunya senang senang melulu, lupa sudah punya anak dan istri” ini bisa menimbulkan pertengkaran. Anggaplah ia tidak bisa mengelola waktunya dengan baik, tidak bisa membagi peran dirinya. Kapan waktunya berperan sebagai suami,ayah,atau teman.
13281728181847953774

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cerita Terang di Gunung Padang …

Irvan Sjafari | | 30 March 2015 | 17:16

Mungkinkah Golkar Melahirkan Anak ke-7? …

Bambang Setyawan | | 30 March 2015 | 16:50

Kompasiana Nangkring Bareng Cast and Crew …

Kompasiana | | 30 March 2015 | 19:11

Laki-laki dan Gerobaknya …

Mochamad Syafei | | 30 March 2015 | 17:30

[Nangkring] Jelajah Non Tunai bersama Bank …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48


TRENDING ARTICLES

Perang Yaman, Perseteruan Suni VS Syiah, …

Imam Kodri | 4 jam lalu

Dibalik Diamnya PKS, Adakah Agenda …

Susy Haryawan | 5 jam lalu

Ahok, USB dan Isu Rasis …

Aldy M. Aripin | 5 jam lalu

Breaking News: Anak Buah Ahok Jadi Tersangka …

Bejo Al-bantani | 9 jam lalu

Ketika Hasrat Eksis di Medsos Mengalahkan …

Wardah Fajri | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: