Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Suami Sering Berkumpul dengan Teman-temannya, Bagaimana Harus Menyikapinya?

OPINI | 02 February 2012 | 22:12 Dibaca: 1148   Komentar: 28   0

“Bagaimana sih Bapaknya anak anak ini, jam segini masih juga belum pulang” kata temanku kesal kerena suaminya belum juga pulang dari acara kumpul kumpul dengan temannya.

“Memangnya jam berapa suami mba berangkatnya?” tanyaku.

“Dari jam sembilan pagi sampai mau magrip kaya gini masih belum juga pulang” keluh temanku itu.

Itulah penggalan percakapanku dengan seorang teman yang kesal kerena suaminya lupa dengan waktu kalau sudah berkumpul dengan teman temannya. Mungkin banyak yang sering mengalami kejadian seperti teman aku itu, kesal, sebal dan marah kerena suami sering kongko kongko dengan teman temannya seolah olah lupa dengan keluarga.

Ketika laki laki memutuskan untuk menikah dan berkeluarga maka ia harus menyadari bahwa ia mempunyai tanggung jawab yang baru, prioritas pun harus berubah yaitu keluarga. Menekuni hobi atau berkumpul dengan teman teman menurut ku sah dan wajar wajar saja bahkan diperlukan untuk menjaga keseimbangan hidup namun dalam batas batas yang wajar. Kalau sebelum kawin ngumpul ngumpul bareng teman bisa dilakukan tiap ahir pekan tapi kalau sudah berkeluarga ya sebulan sekali atau tergantung kesepakatan kedua belah pihak.

Sebaiknya apa yang harus dilakukan seorang istri apa bila suaminya sering berkumpul dengan teman temannya? Diskusikan mengenai hal itu, bisa saja suami menganggap itu bukan masalah kerena menilai istrinya tidak keberatan. Terangkan pula peran suami sangat dibutuhkan dalam keluarga kemudian buatlah pembagian tugas dalam rumah tangga. Berilah pengertian kepada suami tidak ada maksud untuk melarang berkumpul dengan teman temannya. Janganlah menilai suami belum dewasa apalagi berkata “Ah dasar masih anak kecil maunya senang senang melulu, lupa sudah punya anak dan istri” ini bisa menimbulkan pertengkaran. Anggaplah ia tidak bisa mengelola waktunya dengan baik, tidak bisa membagi peran dirinya. Kapan waktunya berperan sebagai suami,ayah,atau teman.
13281728181847953774

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kunonya Rekapitulasi Pilpres, Kalah Canggih …

Ferly Norman | | 22 July 2014 | 07:48

Cara Mudah Kenali Pelaku Olshop yang …

Ella Zulaeha | | 22 July 2014 | 11:59

Kompasiana-Bank Indonesia Blog Competition …

Kompasiana | | 27 June 2014 | 16:59

Siku Sudut Unik Candi Dadi Tulungagung …

Siwi Sang | | 22 July 2014 | 12:11

Bukan Dengkuran Biasa …

Andreas Prasadja | | 22 July 2014 | 10:45


TRENDING ARTICLES

Jokowi Beri 8 Milliar untuk Facebook! …

Tukang Marketing | 6 jam lalu

Selamat Datang Bapak Presiden Republik …

Ahmadi | 7 jam lalu

Perlukah THR untuk Para Asisten Rumah …

Yunita Sidauruk | 7 jam lalu

Jangan Keluar dari Pekerjaan karena Emosi …

Enny Soepardjono | 7 jam lalu

Catatan Tercecer Pasca Pilpres 2014 (8) …

Armin Mustamin Topu... | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: