Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Suami Sering Berkumpul dengan Teman-temannya, Bagaimana Harus Menyikapinya?

OPINI | 02 February 2012 | 22:12 Dibaca: 1206   Komentar: 28   0

“Bagaimana sih Bapaknya anak anak ini, jam segini masih juga belum pulang” kata temanku kesal kerena suaminya belum juga pulang dari acara kumpul kumpul dengan temannya.

“Memangnya jam berapa suami mba berangkatnya?” tanyaku.

“Dari jam sembilan pagi sampai mau magrip kaya gini masih belum juga pulang” keluh temanku itu.

Itulah penggalan percakapanku dengan seorang teman yang kesal kerena suaminya lupa dengan waktu kalau sudah berkumpul dengan teman temannya. Mungkin banyak yang sering mengalami kejadian seperti teman aku itu, kesal, sebal dan marah kerena suami sering kongko kongko dengan teman temannya seolah olah lupa dengan keluarga.

Ketika laki laki memutuskan untuk menikah dan berkeluarga maka ia harus menyadari bahwa ia mempunyai tanggung jawab yang baru, prioritas pun harus berubah yaitu keluarga. Menekuni hobi atau berkumpul dengan teman teman menurut ku sah dan wajar wajar saja bahkan diperlukan untuk menjaga keseimbangan hidup namun dalam batas batas yang wajar. Kalau sebelum kawin ngumpul ngumpul bareng teman bisa dilakukan tiap ahir pekan tapi kalau sudah berkeluarga ya sebulan sekali atau tergantung kesepakatan kedua belah pihak.

Sebaiknya apa yang harus dilakukan seorang istri apa bila suaminya sering berkumpul dengan teman temannya? Diskusikan mengenai hal itu, bisa saja suami menganggap itu bukan masalah kerena menilai istrinya tidak keberatan. Terangkan pula peran suami sangat dibutuhkan dalam keluarga kemudian buatlah pembagian tugas dalam rumah tangga. Berilah pengertian kepada suami tidak ada maksud untuk melarang berkumpul dengan teman temannya. Janganlah menilai suami belum dewasa apalagi berkata “Ah dasar masih anak kecil maunya senang senang melulu, lupa sudah punya anak dan istri” ini bisa menimbulkan pertengkaran. Anggaplah ia tidak bisa mengelola waktunya dengan baik, tidak bisa membagi peran dirinya. Kapan waktunya berperan sebagai suami,ayah,atau teman.
13281728181847953774

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Supermaterial yang Akan Mengubah Wajah Dunia …

Rahmad Agus Koto | | 23 November 2014 | 11:02

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 9 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 17 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 19 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri iniā€¦ …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


HIGHLIGHT

Bagaimana Menjadi Penulis Opini, Kuliah …

Hendi Setiawan | 11 jam lalu

Di bawah Alunan Malam …

Arrizqi Titis Anugr... | 11 jam lalu

Cenderamata Kompasianival 2014 …

Mabate Wae | 12 jam lalu

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | 12 jam lalu

Benarkah Reformasi Birokrasi Harus Dipaksa? …

Efendy Naibaho | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: