Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Apa Bedanya Akhwat dan Cewek?

OPINI | 03 December 2011 | 23:36 Dibaca: 9263   Komentar: 6   0

Pelatihan hari ini luar biasa, tentang pemberdayaan masyarakat. Bagaimana menyusun sebuah program yang baik dan berdaya guna. Sebuah bekal, amunisi saat penempatan nanti di daerah. Mengasikkan dan melelahkan. Bagaimana tidak, full seharian duduk manis mendengarkan sang trainer memberikan materi, apalagi dengan kondisi tubuh yang kekurangan glukosa, kantuk melanda. Astaghfirulloh.

Rasa kantuk ini aku alihkan dengan mencuri-curi online dan smsan, berdiskusi dengan seorang teman tentang banyak hal. Tentang kuliah dan dunia kerja. Hingga kemudian ia mengajukan pertanyaan kepadaku.

132290744456414027

kak, apa sih bedanya cewek dan akhwat? Bukannya akhwat itu artinya perempuan ya? Berarti semua perempuan pantas dong dipanggil akhwat? Nah yang membingungkan, di kampusku itu yang dipanggil akhwat itu hanya yang jilbabnya gede doang

Aku diam, tidak membalas smsnya. Pertanyaan ini pasti membutuhkan jawaban yang panjang, gak pas kalau lewat sms, itulah mengapa kemudian tulisan ini ku buat dan murni hanya hasil pemikiran penulis. Selamat membaca.

Apa bedanya akhwat dan cewek? Ya sama saja, hanya satu menggunakan bahasa arab, sedangkan kata yang lain adalah bahasa Indonesia. Namun ketika kata ini dipakai di kampus-kampus yang ada di Indonesia, ‘akhwat’ ini mengalami penyempitan makna. ‘Akhwat’ tidak lagi diartikan hanya dengan kata perempuan atau wanita, tetapi memiliki atribut tambahan yang menempel. Panggilan ‘akhwat’ kemudian ditempelkan hanya pada perempuan-perempuan yang sudah ngaji dan berjilbab gede. Yang biasa-biasa saja, cewek, ammah, awam, atau apalah sebutannya. Berikut penulis sampaikan beberapa perbedaan yang ada selama ini :

Akhwat memiliki beberapa ciri diantaranya sudah bisa menjaga sikap, menutup aurat dengan baik dan benar, sudah bisa menjaga interaksi dengan lawan jenis, ikut kajian mingguan, sudah bisa menjaga emosi, dan lain-lain. Sedangkan cewek adalah kebalikan dari ciri-ciri akhwat. (ini murni menurutku pribadi, kalau menurut kalian??)

Mungkin tidak masalah jika hanya sebatas itu, hak setiap orang untuk memanggil dengan sebutan apa, asal masih dengan panggilan yang baik. Namun, yang jadi masalah kemudian adalah jika kita menentukan baik dan buruknya seseorang hanya karena busana yang digunakan. Bagiku baik dan buruknya seseorang hanya Alloh yang boleh menentukannya. Kita hanya harus menunjukkan usaha pribadi yang kita lakukan menuju arah yang baik itu, menutup aurat dengan baik, menjaga sikap dan emosi, dan lain-lain.

“kita sedang bergaul dengan manusia” seorang sahabat suatu ketika menasihatiku, “bukan dengan setan yang selalu jelek, dan bukan dengan malaikat yang selalu baik dan tak pernah salah”. Maka bersikaplah pertengahan, jangan terlalu menilai jelek seseorang dan jangan juga terlalu mendewakannya. Semoga bermanfaat.

Salam dahsyat, SyaiHa

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Malmö di Swedia: “Saudara” …

Cahayahati (acjp) | | 26 October 2014 | 10:02

Kenapa Harus Membela Ahok? …

Zulfikar Akbar | | 26 October 2014 | 09:55

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Staf Kepresidenan, Kekuasaan di Balik Tahta …

Mas Isharyanto | | 26 October 2014 | 10:42

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24



HIGHLIGHT

Marquez Pecahkan Rekor Doohan …

Suko Waspodo | 7 jam lalu

Menanti Tweet Pertama Presiden Jokowi …

Dody Kasman | 8 jam lalu

Tentara yang Berjuang di Atas Kursi Roda …

Dewilailypurnamasar... | 8 jam lalu

Air Terjun Bojongkoneng di Sentul …

G T | 8 jam lalu

Merangkum Keindahan Indonesia Lewat Kisah …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: