Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Syaiful Hadi

www.kumpulanebookindonesia.wordpress.com

Apa Bedanya Akhwat dan Cewek?

OPINI | 03 December 2011 | 23:36 Dibaca: 8641   Komentar: 6   0

Pelatihan hari ini luar biasa, tentang pemberdayaan masyarakat. Bagaimana menyusun sebuah program yang baik dan berdaya guna. Sebuah bekal, amunisi saat penempatan nanti di daerah. Mengasikkan dan melelahkan. Bagaimana tidak, full seharian duduk manis mendengarkan sang trainer memberikan materi, apalagi dengan kondisi tubuh yang kekurangan glukosa, kantuk melanda. Astaghfirulloh.

Rasa kantuk ini aku alihkan dengan mencuri-curi online dan smsan, berdiskusi dengan seorang teman tentang banyak hal. Tentang kuliah dan dunia kerja. Hingga kemudian ia mengajukan pertanyaan kepadaku.

132290744456414027

kak, apa sih bedanya cewek dan akhwat? Bukannya akhwat itu artinya perempuan ya? Berarti semua perempuan pantas dong dipanggil akhwat? Nah yang membingungkan, di kampusku itu yang dipanggil akhwat itu hanya yang jilbabnya gede doang

Aku diam, tidak membalas smsnya. Pertanyaan ini pasti membutuhkan jawaban yang panjang, gak pas kalau lewat sms, itulah mengapa kemudian tulisan ini ku buat dan murni hanya hasil pemikiran penulis. Selamat membaca.

Apa bedanya akhwat dan cewek? Ya sama saja, hanya satu menggunakan bahasa arab, sedangkan kata yang lain adalah bahasa Indonesia. Namun ketika kata ini dipakai di kampus-kampus yang ada di Indonesia, ‘akhwat’ ini mengalami penyempitan makna. ‘Akhwat’ tidak lagi diartikan hanya dengan kata perempuan atau wanita, tetapi memiliki atribut tambahan yang menempel. Panggilan ‘akhwat’ kemudian ditempelkan hanya pada perempuan-perempuan yang sudah ngaji dan berjilbab gede. Yang biasa-biasa saja, cewek, ammah, awam, atau apalah sebutannya. Berikut penulis sampaikan beberapa perbedaan yang ada selama ini :

Akhwat memiliki beberapa ciri diantaranya sudah bisa menjaga sikap, menutup aurat dengan baik dan benar, sudah bisa menjaga interaksi dengan lawan jenis, ikut kajian mingguan, sudah bisa menjaga emosi, dan lain-lain. Sedangkan cewek adalah kebalikan dari ciri-ciri akhwat. (ini murni menurutku pribadi, kalau menurut kalian??)

Mungkin tidak masalah jika hanya sebatas itu, hak setiap orang untuk memanggil dengan sebutan apa, asal masih dengan panggilan yang baik. Namun, yang jadi masalah kemudian adalah jika kita menentukan baik dan buruknya seseorang hanya karena busana yang digunakan. Bagiku baik dan buruknya seseorang hanya Alloh yang boleh menentukannya. Kita hanya harus menunjukkan usaha pribadi yang kita lakukan menuju arah yang baik itu, menutup aurat dengan baik, menjaga sikap dan emosi, dan lain-lain.

“kita sedang bergaul dengan manusia” seorang sahabat suatu ketika menasihatiku, “bukan dengan setan yang selalu jelek, dan bukan dengan malaikat yang selalu baik dan tak pernah salah”. Maka bersikaplah pertengahan, jangan terlalu menilai jelek seseorang dan jangan juga terlalu mendewakannya. Semoga bermanfaat.

Salam dahsyat, SyaiHa

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 11 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 13 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 17 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 19 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: