
Semua manusia pasti punya kelebihan masing-masing. Tuhan tak akan menciptakan anda tanpa peran sama sekali di dunia ini. walaupun itu sekecil apapun. Mudahan peran diriku ini bisa memberikan kebahagiaan bagi orang lain. another blog: http://uikpokpok.blogspot.com
Dibaca: 140
Komentar: 2
1 dari 1 Kompasianer menilai menarik
Hari raya Idul Fitri atau sering disebut dengan Lebaran Idul Fitri, selalu disetiap tahunnya mempunyai kenangan tersendiri yang membekas dihati saya. Saya bingung kawan, pengalaman mana yang hendak saya bagikan kepada kawan semua. Tapi rasanya salah satu kenangan ini, kenangan di masa kecil saya ini bisa menjadi inspirasi kawan semua.
Waktu itu (kalau tidak salah) saya masih duduk di kelas 5 atau 6 SD. Sebagai anak-anak yang suka meniru dan mungkin nakal-nakalnya saya mempunyai ide yang luar biasa. Ide ini terlintas karena saya sering melihat film komedi yang terkenal sekali dan sering diputar kembali sampai sekarang dimana pemerannya utama terdiri dari 3 aktor yang lucu sekali yaitu Dono, Kasino dan Indro. Saya melihat di film tersebut ada adegan saling mengerjai, dimana ketika Dono hendak duduk pada saat hendak memakan di ruang makan kemudian kasino menggeser kursinya, nah tentu saja akhirnya Dono jatuh, Kasino pun tertawa terbahak-bahak . Lucu memang, saya saja yang menonton ikut tertawa. Nah kawan, usilan di film komedi tersebut hendak saya praktekkan kepada orang lain.
Pada saat acara khitanan teman di kampung saya, saya melihat orang yang sebagai penerima tamu bersikap berdiri – duduk - beridiri - duduk di kursi ketika ada tamu undangan yang datang. Saya mengenal sekali orang itu, namanya Erna tetangga sebelah rumah saya, karena usianya lebih tua dari saya maka saya memanggil dia dengan sebutan mba Erna. Saya menyelinap diam-diam dibelakang mba Erna, dengan pikiran yang jail dan berpikir akan lucu maka saya menarik kursi mba Erna kebelakang lalu saja mba Erna jatuh terjebab kebawah. Saya tertawa terbahak-bahak, saya berpikir lucu dan nantinya orang-orang lain pun berpikiran sama yaitu lucu!. Tapi ternyata tidak kawan, mba Erna meringis kesakitan, para undangan yang meilhat berteriak kaget, mba Erna langsung melihat saya dengan tatapan marah dan malu karena jatuh di hadapan para tamu undangan. Saya panik kawan, tanpa berpikir panjang saya berlari dari acara tersebut, hingga saya bersembunyi di dalam rumah. Saya malu terhadap diri saya sendiri karena saya berbuat jahil dan nakal. Saya marah sekali kawan, marah karena saya tidak berpikir panjang terhadap akibatnya nanti maklum saja karena saya masih anak-anak saat itu.
Karena merasa bersalah saya memilih bersifat seperti pengecut. Saya selalu berusaha menghindar dan lari bila bertemu dengan mba Erna. Tapi dalam hati ini kawan, saya selalu berusaha meminta maaf kepada mba Erna. Saya bingung, bingung sekali kawan.
Akhirnya kesempatan itu datang, kesempatan yang saya rasa pas sekali untuk meminta maaf kepada mba Erna.” Yah!, lebaran Idul Fitri kawan!” saya rasa lebaran Idul Fitri adalah kesempatan terbaik buat saya. Seperti tradisi sebelum-sebelumnya, saya bersama keluarga pasti akan bersilatuhrami dengan para tetangga saya. Ketika sampai di rumah mba Erna, saya melihat mba Erna melihat saya, menatap saya, saya langsung tertunduk kebawah. Tapi saya berpikir, ini adalah kesempatan yang terbaik untuk meminta maaf. Lalu saja saya memberanikan diri untuk meminta maaf dan berkata dengan setulus hati “mba, maafin Dimas ya. Dimas sudah jahat sama mba, Dimas sudah ngejahilin mba dan buat malu mba. Dimas janji gak akan mengulang ini lagi, Dimas mau jadi anak yang baik” . Lalu mba Erna berkata “iya Dimas, mba maafin kok. Mba tahu kalau dimas itu anak yang baik, lain kali jangan diulangi ya!”. “Iya mba!” jawabku dengan senyum mengembang. Rasanya kusutan benang yang selama ini melingkar di kepala saya sudah lepas kawan, ah.. lega rasanya.
Alhamdulillah, itulah salah satu kenangan terindah Lebaran Idul Fitriku. banyak pelajaran yang bisa diambil dari hal tersebut. Kadang kawan, kita harus berbuat salah terlebih dahulu untuk mengetahui hal yang baik dan benar.
[berdasarkan kisah nyata saya]
Selamat Hari Raya Idul Fitri semuanya
Mohon maaf lahir dan bathin saya untuk kawan semua
Dimas Sumarsono.