Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Fariz Falcon

BASED ON STORY: hidup adalah siaran, buku, dan kecup wangi perempuan!

Berciuman, Ciuman Panjang di Baturaden

OPINI | 21 August 2011 | 06:43 Dibaca: 853   Komentar: 1   1

Ke Baturaden!

Dingiiin sekali, keluh kamu saat itu, Fla. Lebih dingin dari Bogooor! Jerit kamu lalu memelukku erat di belakangku. Malam itu aku bawa kamu ke ‘atas’, sebutan untuk Baturaden.

Ya, benar, Fla. Baturaden itu seperti Puncak. Sama dingin. Tapi tentu lebih eksotik Puncak. Baturaden itu masih sangat ‘primitif’ dan ‘alami’.

Sebelum sampai ke ‘atas’ masih di ‘bawah’ setelah Pabuaran naik seratus dua ratus meter aku tunjukan kamu waktu itu Perumahan Ozzy. Ya, itu Perumahannya. Perumahan elit juga di Baturaden. Oh, tidak, Fla… tidak bisa aku menunjukan ke kamu rumahnya, bukan apa-apa, ini malam hari dan aku tak mau direweli pertanyaan tak mutu Satpam penjaga Perumahan.

Ke atas lagi aku tunjukan ke kamu, Fla, Mess aku dulu saat menjadi Penyiar Paduka. Mess yang bersebelahan dengan Radio CMB. Studionya sama seperti nasib studio Paduka di jalan dokter Soeparno, sudah jadi rumah. Di Mess itu semua cerita ini bergulir Fla. Mulai dari cinta pertama yang menghancurleburkan kelaki-lakianku, sebelum kamu sadarkan aku di Stasiun Bogor, dengan Eno, kemudian gadis-gadis yang bergilir datang setelah ‘pelarian semu’ sakit hati.

Setelah semua jejak sudah aku tunjukan ke kamu, Fla… lalu kita berdua makan di Warung Ndeso kan, Fla. Sebuah Rumah Makan di Baturaden yang dibuat sedemikian seperti rumah makan jaman dahoeloe kala. Jaman ndeso. Dengan meja kursi dari kayu semua.

Memesan makanan lalu menunggu sangat lama. Dan karena malam, karena menunggu berdua dalam gelap, juga karena dingin yang amat sangat, lalu aku dan kamu saat itu berciuman.

Ciuman lama. Selama makanan yang tak kunjung datang ya, Fla.

Ciuman panjang. Sepanjang jalan Purwokerto-Baturaden, ya, Fla.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Masa Kecil Membuat Ahok Jadi …

Hendra Wardhana | | 23 November 2014 | 22:44

Pungutan di Sekolah: Komite Sekolah Punya …

Herlina Butar-butar | | 23 November 2014 | 22:08

Masyarakat Kampung Ini Belum Mengenal KIS, …

Muhammad | | 23 November 2014 | 22:43

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 15 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 15 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 15 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 16 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Penerbitan Sertifikat Keahlian Pelaut (COP) …

Daniel Ferdinand | 10 jam lalu

[Cerbung] Cygnus #1 …

Lizz | 10 jam lalu

Transformasi UU Perkawinan, Menuju Pengakuan …

Ferril Irham Muzaki | 10 jam lalu

Jaringan Buruh Migran Indonesia di Hong Kong …

Ida Royani | 11 jam lalu

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: