Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Fariz Falcon

BASED ON STORY: hidup adalah siaran, buku, dan kecup wangi perempuan!

Berciuman, Ciuman Panjang di Baturaden

OPINI | 21 August 2011 | 06:43 Dibaca: 850   Komentar: 1   1

Ke Baturaden!

Dingiiin sekali, keluh kamu saat itu, Fla. Lebih dingin dari Bogooor! Jerit kamu lalu memelukku erat di belakangku. Malam itu aku bawa kamu ke ‘atas’, sebutan untuk Baturaden.

Ya, benar, Fla. Baturaden itu seperti Puncak. Sama dingin. Tapi tentu lebih eksotik Puncak. Baturaden itu masih sangat ‘primitif’ dan ‘alami’.

Sebelum sampai ke ‘atas’ masih di ‘bawah’ setelah Pabuaran naik seratus dua ratus meter aku tunjukan kamu waktu itu Perumahan Ozzy. Ya, itu Perumahannya. Perumahan elit juga di Baturaden. Oh, tidak, Fla… tidak bisa aku menunjukan ke kamu rumahnya, bukan apa-apa, ini malam hari dan aku tak mau direweli pertanyaan tak mutu Satpam penjaga Perumahan.

Ke atas lagi aku tunjukan ke kamu, Fla, Mess aku dulu saat menjadi Penyiar Paduka. Mess yang bersebelahan dengan Radio CMB. Studionya sama seperti nasib studio Paduka di jalan dokter Soeparno, sudah jadi rumah. Di Mess itu semua cerita ini bergulir Fla. Mulai dari cinta pertama yang menghancurleburkan kelaki-lakianku, sebelum kamu sadarkan aku di Stasiun Bogor, dengan Eno, kemudian gadis-gadis yang bergilir datang setelah ‘pelarian semu’ sakit hati.

Setelah semua jejak sudah aku tunjukan ke kamu, Fla… lalu kita berdua makan di Warung Ndeso kan, Fla. Sebuah Rumah Makan di Baturaden yang dibuat sedemikian seperti rumah makan jaman dahoeloe kala. Jaman ndeso. Dengan meja kursi dari kayu semua.

Memesan makanan lalu menunggu sangat lama. Dan karena malam, karena menunggu berdua dalam gelap, juga karena dingin yang amat sangat, lalu aku dan kamu saat itu berciuman.

Ciuman lama. Selama makanan yang tak kunjung datang ya, Fla.

Ciuman panjang. Sepanjang jalan Purwokerto-Baturaden, ya, Fla.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sasi, Konservasi Tradisional di Raja Ampat …

Dhanang Dhave | | 22 August 2014 | 15:21

Identitas Bangsa Modal dalam Kompetisi …

Julius Deliawan | | 22 August 2014 | 09:42

ALS #icebucketchallenge …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 22 August 2014 | 17:49

[SRINTHIL] Perempuan di Kaki Masa Lalu …

Rahab Ganendra | | 22 August 2014 | 14:33

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

“Ahok” Sumbangan Prabowo Paling …

Pakfigo Saja | 7 jam lalu

Saat Mahkamah Konstitusi Minus Apresiasi …

Zulfikar Akbar | 11 jam lalu

Kuasa Hukum Salah Berlogika, MK Tolak …

Sono Rumekso | 11 jam lalu

Drama Pilpres Telah Usai, Keputusan MK Harus …

Mawalu | 11 jam lalu

Open Letter to Mr Joko Widodo …

Widiyabuana Slay | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: