Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Nadia Seassi Roesdiono

Seseorang yang ingin belajar berkarya dengan baik dan berkualitas :) Mahasiswi Sastra Inggris Unair :)

Empat Pilar Bangsa Indonesia yang Harus Kita Jaga

REP | 18 August 2011 | 11:03 Dibaca: 7415   Komentar: 7   2

Hari ini saya mengikuti PPKMB (Program Pembinaan Kebersamaan Mahasiswa Baru) di Universitas Airlangga. PPKMB ini bahasa kerennya adalah ospek, dilaksanakan selama kurang lebih 7 hari. Dalam kegiatan ini, diberikan berbagai macam materi yang bersangkutan dengan profil Unair dan materi pengambangan soft skills untuk setiap mahasiswa seperti yang ditargetkan Unair. Dari berbagai materi, yang saya sukai adalah materi hari ini: Empat Pilar Bangsa Indonesia.

Sebuah rumah bisa terbentuk dan bertahan dari segala gangguan karena memiliki pilar atau fondasi bangunan. Sama halnya dengan Indonesia sebagai negara yang pasti memiliki pilar-pilar. Dalam materi yang saya terima, Indonesia memiliki empat pilar. Pilar-pilar ini sangat amat penting bagi kokohnya bangsa Indonesia. Mereka adalah Pancasila, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 1945. Jika ada salah satu saja yang tidak ada, maka entah jadi apa negara kita sekarang.

Apa peran masing-masing pilar tersebut dalam mempertahankan Indonesia? Sangat banyak. Mari kita mulai dengan pilar terpenting, Pancasila. Di antara keempat pilar, Pancasila adalah pilar pertama yang terbentuk. Pancasila menjadi dasar atau landasan terbentuknya Indonesia. Pancasila juga sebagai pedoman dan pandangan hidup bagi seluaruh warga Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Satu lagi, Pancasila adalah penyaring (filter) untuk apapun yang datang dari luar Indonesia, seperti misalnya menyaring budaya Barat yang memiliki banyak pertentangan dengan budaya Timur. Hebatnya, dari Pancasila lahirlah ketiga pilar lainnya.

Pilar kedua adalah NKRI yang melambangkan persatuan. Tanpa adanya persatuan para pahlawan dan seluruh rakyat, Indonesia tak akan pernah terbebas dari jajahan negara lain seperti Belanda dan Jepang dan merdeka. Pilar ketiga adalah Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda namun tetap satu. Pilar ini mutlak dibutuhkan karena Indonesia memiliki entah berapa banyak budaya di setiap daerahnya. Banyak lah, pokoknya. Lalu pilar terakhir, yang juga tidak kalah penting adalah UUD 1945. Bagaimana jadinya hukum di negara kita tercinta ini tanpa pilar keempat tersebut? Ada UUD 1945 saja, saat ini banyak yang sudah bisa ’membeli’ hukum.

Itulah kenapa saya bermurah hati menulisnya di Kompasiana, karena saya rasa ini tidak hanya penting bagi kalangan mahasiswa, namun juga semua kalangan. Apalagi melihat masih ’terjajah’-nya Indonesia di berbagai bidang yang dapat mengeroposkan pilar-pilar tersebut.

Karena telah membaca artikel sederhana saya, para pembaca wajib menanamkan kesadaran atas pentingnya pilar-pilar tersebut bagi kesejahteraan Indonesia. Keempat pilar ini sekarang dalam kondisi keropos, sehingga kita sebagai warga negara Indonesia yang baik harus menambal kekeroposan pilar-pilar kita. Mari kita melakukukannya dari hal yang paling kecil dan dekat dengan kita, yaitu diri kita sendiri, begitu kurang lebih perkataan dosen pemateri saya. Bapak dosen benar sekali, kita harus mulai dari yang kecil untuk menghasilkan sesuatu yang besar. Merdeka! :)

Salam Kompasiana. ♡ Ną∂ı∆ SЯ ♡

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jalan-Jalan Cantik ke Jepang ala Beauty …

Wardah Fajri | | 18 September 2014 | 10:16

Bapak Diberi Tenggang Tiga Kali 24 Jam untuk …

Posma Siahaan | | 18 September 2014 | 06:03

Bima Arya Sukses Menghijaukan Jalanan Kota …

Masykur A. Baddal | | 18 September 2014 | 07:20

HL Bukan Ambisi Menulis di Kompasiana …

Much. Khoiri | | 18 September 2014 | 01:35

Nangkring Bareng Paula Meliana: Beauty Class …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 10:14



HIGHLIGHT

Lolos CPNS Tanpa Sogokan …

Asri . | 8 jam lalu

Jokowi, PDIP, dan SBY Demokrat …

Forro Chandra | 8 jam lalu

Meningkatkan Guru Anak Usia Dini Lebih …

Heny Darwis | 8 jam lalu

Reformator… Jangan Pernah Lengah Mengawal …

Sjahrir Hannanu | 8 jam lalu

Akhirnya …

Rudi Kurniawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: