Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Indri Permatasari

kadang-kadang mbaca, kadang ngetik, lebih sering komen tapi paling suka ngglundhung… tetep nggambleh sambil nunggu truk selengkapnya

Bercanda Itu Boleh, Asal…….

OPINI | 06 June 2011 | 09:18 Dibaca: 397   Komentar: 55   6

13073520512100789413

nyomot dari fullstopbloggie.blogspot.com

Buat saya hidup itu seperti pelangi, selalau berwarna dan berbeda hampir tiap hari, kadang berwarna cerah kalau hati sedang bergembira, tapi terkadang juga kelabu ketika hati sedang sendu [wkwkwkwk menye menye deh]…ups, tapi sebagai seorang badut saya lebih sering bersikap sok-sok an ceria saja, daripada merengut mulu sambil bersedih [ntar muka saya yang terlalu orisinal ini bisa tambah kusam jadinya wkwkw].Hmmm…kalau kata orang kenthir, paragraf pertama ini sangat tidak elegant apalagi intelek, tapi nggak pa pa wong biasanya juga begitu hahaha.

Ya, saya memang memilih untuk menjadi penggembira di mana saja, tidak hanya dunia nyata tapi juga dunia maya, sekedar sapa ber hahahihi, biasa saya lakoni setiap hari. tiada maksud selain hanya ingin membuat orang bisa tersenyum, itu saja. Namun dikarenakan gaya guyon saya yang lugas, biasanya orang yang tidak terbiasa pasti akan sedikit mengernyitkan kening dan membatin “ni orang mantan penghuni RSJ pakem apa  pedurungan ya”, ah tak apalah, toh saya tidak pernah guyon melebihi batas SARAP….hehe [membela diri]

Tapi ternyata maksud sederhana untuk membuat orang tertawa pun tak selalu berhasil lho, jangankan di dunia nyata, di dunia maya pun saya pernah kepleset guyonan saya sendiri, ya di kompasiana ini, maksud hati hanya ingin melucu tapi ternayata ada sahabat saya yang tersakiti hatinya karena tulisan saya, duh sedih deh kalau mengingatnya, jadi begini nih ceritanya.

Suatu pagi ,[kejadiannya sudah sangat lama sih] saya memposting sebuah fiksi [ya fiksi abal-abal seperti biasanya], nah dalam cerita itu, saya mencantumkan sebuah nama sebagai bahan guyon , dan benar saja dari semua komen yang masuk rata-rata terhibur , saya pun tentu senang [maklum saya kompasianawati yang lebih senang kalau ada yang terhibur daripada dapat bonus HL wkwkw.nggak normal memang], dan saya pun sudah melupakannya seiring dengan waktu yang berjalan.

Weitssss……tapi tunggu dulu, kira-kira seminggu setelahnya, saya dijapri seorang teman dan mengatakan, bahwa salah satu sahabat saya yang super baik tidak begitu berkenan dengan tulisan ini terkait nama, namun beliau tidak enak juga untuk menegur saya secara langsung……………….wedew………..kagetnya aku, ternyata eh ternyata. ya sudah tanpa nungu lagi, saya ucapkan terimakasih karena telah diingatkan, dan saya juga menghubungi sahabat saya yang kurang berkenan tadi, dan Alhamdulillah permintaan maaf saya diterima, duhhh leganya mak nyes kaya makan es cream rasanya.

Ahh…setelah kejadian itu, saya semakin sadar, bahwa bercanda itu emang harus empan papan atau bahasa Indonesianya tahu tempat dan tahu karakter orang yang diajak bercanda, jangan antem krama wkwwkwk. Makanya sekarang ini saya lebih sering menggunakan nama sendiri atau teman-teman yang memang sudah terbukti tingkat resistensi tinggi terhadap bahan guyon ala saya, jadi paling nanti langsung disemprot di komentar wkwkwkw.

Ya sudahlah, yang sudah terlanjur bisa menjadi bahan introspeksi agar ke depan menjadi lebih baik lagi, bagi yang pernah dan masih sakit hati gara-gara gaya guyon atau komentar saya, sangat saya harapkan mau menulis di kolom komentar, biar bisa minta maaf sekalian, biar impas dan lunas, kan saya takut ntar nggak jadi dicemplungin ke surga gara-gara ada kawan yang belum ikhlas maafin saya wkwkwkwkwk.

________________________

*sekian postingan nggak penting ini, salam nggambleh dan kaburrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Agnezmo Masuk Final Nominasi MTV EMA 2014, …

Sahroha Lumbanraja | | 16 September 2014 | 19:37

60 Penyelam Ikut Menanam Terumbu Karang di …

Kompas Video | | 16 September 2014 | 19:56

“Penjual” Perdamaian Aceh …

Ruslan Jusuf | | 16 September 2014 | 17:33

Musim Semi di Australia Ular Berkeliaran …

Tjiptadinata Effend... | | 16 September 2014 | 15:54

Ibu Rumah Tangga, Profesi atau Bukan? …

Mauliah Mulkin | | 16 September 2014 | 13:13


TRENDING ARTICLES

Ahokrasi, Tepat dan Harus untuk Jakarta …

Felix | 10 jam lalu

Norman K Jualan Bubur, Tampangnya Lebih Hepi …

Ilyani Sudardjat | 10 jam lalu

Suparto, Penjahit Langganan Jokowi …

Niken Satyawati | 13 jam lalu

Ganggu Ahok = Ganggu Nachrowi …

Pakfigo Saja | 14 jam lalu

Kabinet Jokowi-JK Terdiri 34 Kementerian dan …

Edi Abdullah | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: