Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Rahmat El Azzam

Blogger | Citizen Journalist | Mobile App Developer| Work at @LPDP_RI | http://rahmathidayatuloh.blogspot.com/

Pidato Sambutan Perwakilan Wisudawan FMIPA UNDIP; Saatnya Indonesia Tersenyum

REP | 29 April 2011 | 21:55 Dibaca: 1144   Komentar: 1   0

Yang terhormat Bapak Dekan Fakultas MIPA UNDIP atau yang mewakili
Yang terhormat Bapak ibu para Pembatu Dekan Fakultas MIPA
Yang terhormat segenap jajaran pimpinan fakultas dan jurusan/prodi dilingkungan FMIPA
Yang terhormat orangtua/wali para wisudawan beserta tamu undungan
Serta kawan-kawan wisudawan yang berbahagia

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh

Perkenalkan nama saya Rohmat Hidayatuloh, dari Fisika Fakultas MIPA Undip. Ijinkan saya berdiri di sini mewakili teman-teman wisudawan/wisudawati untuk menyampaikan sepatah kata pada hari yang berbahagia ini.
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Alloh Tuhan Yang Maha Esa, karena atas anugrahnya acara “Tasyakuran Wisuda Fakultas MIPA“ bisa berjalan dengan baik.

Hadirin yang saya hormati,
Hari ini adalah sebuah hari yang telah kita nantikan bersama, di mana pada siang hari ini kita telah menyelesaikan suatu tugas belajar disebuah jenjang pendidikan tinggi. Dibutuhkan waktu yang tidak singkat dan perjuangan yang luar biasa untuk menghantarkan kita sampai pada hari ini.

Kita patut bersyukur kepada Alloh SWT yang masih menjaga kita semua dengan segenap impian-impian besar kita tentang tentang masa depan. Karena tanpa penjagaan Alloh, niscaya impian kita akan mudah sirna terombang-ambing oleh rintangan yang ada. Kita patut bersyukur atas ketagaran dan keteguhan yang Alloh sematkan pada diri kita untuk bisa meraih suatu keinginan yang mulia, menjadi insan yang dapat mencerdaskan bangsa sekaligus bisa berkontribusi di segala lini kehidupan.

Atas apa yang dapat kita raih pada hari ini, kita patut berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan membantu semua proses ini. Untuk itu perkenankanlah saya mewakili wisudawan/wati berdiri di sini untuk menyampaikan termia kasih

Ucapan terima kasih yang paling pertama dari kami adalah kepada bapak-ibu kami beserta seluruh keluarga kami yang telah memberikan dukungan terbesar berupa kepercayaan, dukungan moral dan juga spirit. Yang menjadikan kami senantiasa ingat bahwa kami ada di sini untuk melaksanakan amanah dari mereka.

Kemudian, selaku perwakilan dari wisudawan perkenankanlah kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh dosen di lingkungan fakultas MIPA ini yang telah membimbing kami, menjadi orang tua kami saat kami berada di perguruan tinggi ini.

Kami juga sangat berterima kasih kepada seluruh pimpinan beserta jajaran di lingkungan fakultas MIPA yang selama ini telah banyak membantu kami dalam setiap hal dan menyediakan fasilitas kami untuk belajar dan telah menjadikan kami memiliki sebuah keluarga besar yang teramat kami cintai dan teramat kami bangga atasnya.

Kepada seluruh wisudawan/wisudawati,
Saya mengucapkan selamat atas prestasi yang telah diraih pada hari ini. Apapun predikat kelulusan kita, kita yakini bahwa itulah yang terbaik yang dapat kita capai. Saksikanlah bahwa pada hari ini, tidak hanya rekan-reakn wisudwan/wati yang dapat tersenyum tetapi lihatlah orang-orang yang berada di samping kanan dan kiri kita yang selama ini berjuang dibelakang kita untuk membiayai kita telah dapat tersenyum bahagia. Karena pada hakikatnya apa yang menjadi kebahagiaan kita adalah sebuah kebahagiaan yang besar bagi mereka. Kita patut bersyukur dan bangga telah menyelesaikan salah satu amanah dari mereka. Senyuman mereka adalah sebagian kecil dari pada seluruh senyuman yang kita harapkan. Karena sebagian besar dari bangsa kita pada hari ini masih banyak yang menangis, masih banyak yang bersedih atas berbagai masalah yang mereka hadapi. Maka tugas kita setelah ini adalah membuat bangsa ini tersenyum. Tersenyum atas karya dan kontribusi kita kepada mereka sehingga tercapailah apa yang mereka harapkan dari kita sebgai putra-putri terbaik bangsa.

Rekan-rekan wisudwan/wati
Hari ini bukanlah akhir dari perjuangan kita
Hari ini bukanlah akhir dari mimpi kita
Hari ini adalah awal dari perjuangan lain yang telah menanti kita. Banyak bidang yang harus kita garap untuk dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Banyak sekali permasalahan bangsa yang pada hari ini semakin menumpuk maka kita akan hadir dan menjadi solusi. Apapun profesi yang akan rekan-rekan geluti nantinya, berikanlah sebesar-besarnya kontribusi untuk pekerjaan rekan-rekan, tapi jangan lupa untuk memberikan minimal sedikit senyuman kebanggan kepada orang-orang di sekitar kita baik keluarga dan juga masyarakat.

Hari ini adalah tentang masa depan
Dimana yang kita bicarakan adalah bukan kita sebagai penonton masa depan. Tetapi kita adalah pemain masa depan kita. Dengan kerja keras dan tanggungjwab sesuai keilmuwan dan profesi kita maka kita tidak hanya akan menghadapi masa depan, tetapi kita menjadi masa depan untuk hadir menjawab seluruh persoalan kehidupan.
Pada hari ini di saat beban pemerintah bertambah karena kesulitan dalm menyediakan lapangan pekerjaan, maka tugas kita adalah memenuhi tantangan itu untuk dapat menjadi pihak yang tidak membebani pemerintah, justru membantu pemerintah untuk turut serta menyediakan lapangan pekerjaan. Salah satu hal yang dapat kita lakukan adalah dengan menjadi seorang entrepereneur. Itu adalah tantangan kita !
Lulusan Undip kedepannya diharapkan menjadi pribadi yang memiliki profil COMPLETE. Communicator, Professional, Leader, Thinker Entrepreneur dan Educator.Agar mampu bersaing di semua lini kehidupan.


Hadirin yang berbahagia,
Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang ada dan terutama kepada seluruh jajaran pengurus BEM FMIPA yang telah bekerja keras sehingga acara ini dapat berjalan dengan baik. Kami juga mohon maaf apabila banyak kekurangan selama acara ini berlangsung
Sebelum saya mengakhiri sambutan ini perekenankanlah saya mengutipkan kalimat motivasi :
“Orang yang terbaik di sisi Alloh adalah orang yang bermanfaat bagi sesama.”
“Orang yang hidup untuk dirinya sendiri akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Orang yang hidup bagi orang lain akan hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar. “

Demikianlah sambutan dari kami
Mohon maaf atas kehilafan

Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh

*) disusn oleh : Rohmat Hidayatuloh

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

Sensasi Menyelam di Tulamben, Bali …

Lisdiana Sari | | 21 November 2014 | 18:00

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40

Jadi Perempuan (Tak Boleh) Rapuh! …

Gaganawati | | 21 November 2014 | 15:41

Kompasiana Akan Luncurkan “Kompasiana …

Kompasiana | | 20 November 2014 | 16:21


TRENDING ARTICLES

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 14 jam lalu

Rakyat Berkelahi, Presiden Keluar Negeri …

Rizal Amri | 17 jam lalu

Menteri Hati-hati Kalau Bicara …

Ifani | 17 jam lalu

Pernyataan Ibas Menolong Jokowi dari Kecaman …

Daniel Setiawan | 19 jam lalu

Semoga Ini Tidak Pernah Terjadi di …

Jimmy Haryanto | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Inflasi: Rendah atau Stabil? …

Wahyu Indra Sukma | 8 jam lalu

Aku dan Kompasianival 2014 …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Senyum Misteri Mba Mahasiswi …

Yanto Soedharmono | 8 jam lalu

Malaysia Juga Naikan Harga BBM …

Sowi Muhammad | 10 jam lalu

Salam Kompasianival Saudara …

Rahab Ganendra | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: