Back to Kompasiana
Artikel

Muda

Asep Hamdan

Anda bisa mengenali saya lewat tulisan-tulisan saya. Itupun kalau anda sudi membaca. Terima kasih.

Jam Berapa Sekarang?

OPINI | 15 September 2010 | 17:06 via Mobile Web Dibaca: 1499   Komentar: 3   0

”Jam berapa sekarang?”

Masih teringat suara ibuku saat berkata demikian. Menyindir aku yang sampai larut malam masih asyik nonton tv. Tak mau dia, bila aku kesiangan sholat Subuh cuma gara-gara begadang nonton tv sampai suntuk.

”jam berapa sekarang?”
kata ibu lagi. Waktu aku mau maksain pergi ke kota diwaktu senja.

Tak mau dia, bila aku kemalaman di jalan. Tapi aku tak hiraukan, karena besoknya aku harus ke sekolah pagi-pagi.

Bahkan, kalimat ”jam berapa sekarang?” selalu ibu ucapkan jika aku tak menghiraukan waktu sholat.

Kalimat itu, tak kudengar lagi. Sebuah jalan pengembaraan telah kupilih. Meninggalkan rumah untuk belajar mandiri.

Kepulauan Riau, inilah, tempat yang tak terbayangkan sebelumnya akan kupijaki.

Jam berapa sekarang? Aku belum lihat jam. Baru pulang kerja, jam segini?
Dalam hati : ”gila, ngejar dunia, malam jadi siang, tapi siang tetap siang”

Malam yang sunyi, sedang apa ya keluargaku? (sedang tidur goblok!)

Ah, apa yang membuat aku bisa bertahan disini? Hanya mimpi. Semua pekerjaan ini, mengapa harus untukku? Aku terlalu kecil untuk ini, badanku, otakku, dan kemampuanku.

Jam berapa sekarang?
Baru jam 00.00 waktu setempat.
Apa masih ada kompasianer yang belum tidur? Atau tidak bisa tidur?

Admin udah pada tidur ya?

Di Jerman jam berapa sekarang? Tempat itu, oh tempat itu,

This note just a lullaby before I ”go”

Selamat malam,

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 15 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 17 jam lalu

Lagu Anak Kita yang Merupakan Plagiat …

Gustaaf Kusno | 19 jam lalu

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman dalam …

Tubagus Encep | 19 jam lalu

Ahok Narsis di Puncak Keseruan Acara …

Seneng Utami | 20 jam lalu


HIGHLIGHT

Pengaruh Jatuh Cinta terhadap Kesehatan …

Nur Syahra Rahmiani | 15 jam lalu

Farmasi, Etika, dan Moral …

Aditya Sigit Permad... | 15 jam lalu

Korelasi Hipertensi dan Rematik di Usia …

Eka Tri Saputri | 15 jam lalu

Senja di Stasiun …

Ikhlash Hasan | 15 jam lalu

Aturan Main di Booth Kispray …

Ghumi | 15 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: